Antara Adil dan Bijaksana

Apa sih ‘adil’ itu?
Dan apa pula itu ‘bijaksana’?

Ada yang pernah menceritakan pada saya, dengan penceritaan seperti ini :
Sebuah keluarga punya 3 anak, 1 SMA, 1 SMP dan 1 SD. Untuk pembagian uang jajan, Sang Ayah harus adil atau bijaksana ?

Pertama, jika ketiga anak diberikan uang Rp. 10.000 semuanya, rata. Berarti Sang Ayah berlaku adil terhadap ketiga anaknya.

Kedua, jika anak yang SD diberi Rp. 10.000, SMP diberi Rp. 15.000 dan SMA diberi Rp. 20.000. Berarti Sang Ayah berlaku bijaksana.

Dan dari cerita tersebut, yang namanya Adil dan Bijaksana ga bisa jalan bareng. Adil dan bijaksana itu berbeda. Mo jadi adil, baik kok. Tapi ga gampang untuk menjadi bijaksana.

Ketika sesuatu bergeser.
Kita mungkin kaget.
Berharap orang-orang yang berada diatas menjadi bijak dengan sudut pandang yang bisa kita pahami.
Subjek itu tetap ada. Dia porosnya, dan semua ikut.
Kalo mau safe, ya… ngikut ajah…
Kalo ndak… coba cari better place yang bisa menghargai sebuah kerja keras dan juga loyalitas, untuk menjadi suatu ‘penghargaan’.

33 thoughts to “Antara Adil dan Bijaksana”

  1. Maaf, cuma agak kurang setuju dengan statement ini :
    "Pertama, jika ketiga anak diberikan uang Rp. 10.000 semuanya, rata. Berarti Sang Ayah berlaku adil terhadap ketiga anaknya."
    Membagi secara rata bukan berarti adil, masing-masing udah ada kadarnya, aq setuju sama si "toni". Justru tidak adil kalo dipukul rata, secara logika anak SD keperluannya ga terllau banyak, jika disamaratakan dengan yang SMA yang keperluannya lebih banyak, itu yang baru ga adil.

    "Don't take it personally, It's just a comment"

    Btw, It seems to me there's something in your mind.

    Reply

  2. Maaf, cuma agak kurang setuju dengan statement ini :
    "Pertama, jika ketiga anak diberikan uang Rp. 10.000 semuanya, rata. Berarti Sang Ayah berlaku adil terhadap ketiga anaknya."
    Membagi secara rata bukan berarti adil, masing-masing udah ada kadarnya, aq setuju sama si "toni". Justru tidak adil kalo dipukul rata, secara logika anak SD keperluannya ga terllau banyak, jika disamaratakan dengan yang SMA yang keperluannya lebih banyak, itu yang baru ga adil.

    "Don't take it personally, It's just a comment"

    Btw, It seems to me there's something in your mind.

    Reply

  3. Maaf, cuma agak kurang setuju dengan statement ini :
    "Pertama, jika ketiga anak diberikan uang Rp. 10.000 semuanya, rata. Berarti Sang Ayah berlaku adil terhadap ketiga anaknya."
    Membagi secara rata bukan berarti adil, masing-masing udah ada kadarnya, aq setuju sama si "toni". Justru tidak adil kalo dipukul rata, secara logika anak SD keperluannya ga terllau banyak, jika disamaratakan dengan yang SMA yang keperluannya lebih banyak, itu yang baru ga adil.

    "Don't take it personally, It's just a comment"

    Btw, It seems to me there's something in your mind.

    Reply

  4. eh, dapet pengertian adil & bijaksana ini drmn Ke??

    bukanny membagi macem SD: 10rb, SMP: 15rb, SMA: 20rb = Adil

    Klo bijak = contohny: bagaimana mengatur keuangan biar bisa bertahan selama 1 bulan

    bener dak??

    Reply

  5. eh, dapet pengertian adil & bijaksana ini drmn Ke??

    bukanny membagi macem SD: 10rb, SMP: 15rb, SMA: 20rb = Adil

    Klo bijak = contohny: bagaimana mengatur keuangan biar bisa bertahan selama 1 bulan

    bener dak??

    Reply

  6. eh, dapet pengertian adil & bijaksana ini drmn Ke??

    bukanny membagi macem SD: 10rb, SMP: 15rb, SMA: 20rb = Adil

    Klo bijak = contohny: bagaimana mengatur keuangan biar bisa bertahan selama 1 bulan

    bener dak??

    Reply

  7. Menurut saya adil itu berpihak kepada yang benar, tidak berat sebelah, dan tidak memihak. Lingkungan dan masyarakat membuat adanya pergeseran dari pengertian adil yang sebenarnya. Sehingga adil bisa di lihat dari beberapa sudut pandang, misal adil berdasarkan kedudukan, seperti cth diatas akan dikatakan adil jika si ayah memberikan uang sesuai
    posisi anak2 mereka. Sementara bijaksana adalah melakukan suatu hal yang tepat dengan berbagai pertimbangan yang benar. (Gaya bgt bhsanya )

    Note: Sama kaya kak Fikri dan Au'… Ada apa mbak?

    Reply

  8. Menurut saya adil itu berpihak kepada yang benar, tidak berat sebelah, dan tidak memihak. Lingkungan dan masyarakat membuat adanya pergeseran dari pengertian adil yang sebenarnya. Sehingga adil bisa di lihat dari beberapa sudut pandang, misal adil berdasarkan kedudukan, seperti cth diatas akan dikatakan adil jika si ayah memberikan uang sesuai
    posisi anak2 mereka. Sementara bijaksana adalah melakukan suatu hal yang tepat dengan berbagai pertimbangan yang benar. (Gaya bgt bhsanya )

    Note: Sama kaya kak Fikri dan Au'… Ada apa mbak?

    Reply

  9. Menurut saya adil itu berpihak kepada yang benar, tidak berat sebelah, dan tidak memihak. Lingkungan dan masyarakat membuat adanya pergeseran dari pengertian adil yang sebenarnya. Sehingga adil bisa di lihat dari beberapa sudut pandang, misal adil berdasarkan kedudukan, seperti cth diatas akan dikatakan adil jika si ayah memberikan uang sesuai
    posisi anak2 mereka. Sementara bijaksana adalah melakukan suatu hal yang tepat dengan berbagai pertimbangan yang benar. (Gaya bgt bhsanya )

    Note: Sama kaya kak Fikri dan Au'… Ada apa mbak?

    Reply

  10. Adil, bersikap seimbang itu kali yah.
    Bijaksana, bersikap dengan semestinya. Jadi emang adil dan bijaksana beda tapi mereka berdua tuh punya hubungan erat dalam suatu tindakan atau keputusana

    Reply

  11. Adil, bersikap seimbang itu kali yah.
    Bijaksana, bersikap dengan semestinya. Jadi emang adil dan bijaksana beda tapi mereka berdua tuh punya hubungan erat dalam suatu tindakan atau keputusana

    Reply

  12. Adil, bersikap seimbang itu kali yah.
    Bijaksana, bersikap dengan semestinya. Jadi emang adil dan bijaksana beda tapi mereka berdua tuh punya hubungan erat dalam suatu tindakan atau keputusana

    Reply

  13. boleh komen kan ?

    1. pengertian adil adalah membagi object menjadi bagian yg sama besarnya untuk diberikan kepada berapapun si penerima.
    dalam kasus ini, adil berarti membagi uang sama besar kepada siapapun yg menerima, ntah anak kecil, remaja, tua bangka, buta, miskin, kaya … dst …

    2. bijaksana adalah membagi porsi tersebut secara proporsional berdasarkan strata sosial, pendidikan, kebutuhan, sudut pandang, intelegensia, dsb.

    3. nah, yg kurang dari kasus ini adalah sikap arif. arif disini berarti sikap proporsional namun lebih ditekankan kepada kebaikan dan manfaat.
    jadi, bila sikap arif yg dipakai untuk kasus ini, maka pembagiannya bisa saja menjadi anak SD mendapat 50 rb, SMP, 20 rb, dan SMA 25 rb !

    Reply

  14. boleh komen kan ?

    1. pengertian adil adalah membagi object menjadi bagian yg sama besarnya untuk diberikan kepada berapapun si penerima.
    dalam kasus ini, adil berarti membagi uang sama besar kepada siapapun yg menerima, ntah anak kecil, remaja, tua bangka, buta, miskin, kaya … dst …

    2. bijaksana adalah membagi porsi tersebut secara proporsional berdasarkan strata sosial, pendidikan, kebutuhan, sudut pandang, intelegensia, dsb.

    3. nah, yg kurang dari kasus ini adalah sikap arif. arif disini berarti sikap proporsional namun lebih ditekankan kepada kebaikan dan manfaat.
    jadi, bila sikap arif yg dipakai untuk kasus ini, maka pembagiannya bisa saja menjadi anak SD mendapat 50 rb, SMP, 20 rb, dan SMA 25 rb !

    Reply

  15. boleh komen kan ?

    1. pengertian adil adalah membagi object menjadi bagian yg sama besarnya untuk diberikan kepada berapapun si penerima.
    dalam kasus ini, adil berarti membagi uang sama besar kepada siapapun yg menerima, ntah anak kecil, remaja, tua bangka, buta, miskin, kaya … dst …

    2. bijaksana adalah membagi porsi tersebut secara proporsional berdasarkan strata sosial, pendidikan, kebutuhan, sudut pandang, intelegensia, dsb.

    3. nah, yg kurang dari kasus ini adalah sikap arif. arif disini berarti sikap proporsional namun lebih ditekankan kepada kebaikan dan manfaat.
    jadi, bila sikap arif yg dipakai untuk kasus ini, maka pembagiannya bisa saja menjadi anak SD mendapat 50 rb, SMP, 20 rb, dan SMA 25 rb !

    Reply

  16. Saya lebih setuju ke RajaIblis, balik lagi ke arah arti dari katanya.
    Adil = tidak memihak, sama rata
    Jadi, ya kurang lebih saya ingin bilang kayak apa yg dikomenin sama Mas Raib

    Reply

  17. Saya lebih setuju ke RajaIblis, balik lagi ke arah arti dari katanya.
    Adil = tidak memihak, sama rata
    Jadi, ya kurang lebih saya ingin bilang kayak apa yg dikomenin sama Mas Raib

    Reply

  18. Saya lebih setuju ke RajaIblis, balik lagi ke arah arti dari katanya.
    Adil = tidak memihak, sama rata
    Jadi, ya kurang lebih saya ingin bilang kayak apa yg dikomenin sama Mas Raib

    Reply

  19. boleh nyikapi bareng….klo menurut pendapat saya, coba kita selami hidup dalam posisi kedudukan kita sebagai seorang hamba Alloh dan makhluk ciptaanNya, nah….apapun itu kata adil dan bijaksana, untuk kebaikan memang dicari bentuknya, namun jika kita melihat tujuan dan dampaknya….yang penting si penerimanya bisa menerima denganlapang begitu juga yang memberi, klo ini terjadi insyaalloh semua akan baek2 saja….namun memang saya menyadari adil dan bijaksana itu menurut keyaqinan saya merujuklah ke al qurán dan sunnah nabi,kloini dipake maka dampak apapun bagi yang menerima dan memberi akan berakibat baek kedepan…ingatlah masa depan kepunyaan alloh manusia hanya berusaha…inilah islam,jika ingin maju islam is ous safe

    Reply

  20. ma’af rudy ikut komen yg gk jelas!!! ^_^
    bukan masalah nilai uang tapi bagai mana kita memberi ‘kan seseorang sesuai pada porsi’nya, dan keperluan’nya!!! dan itu pun bisa di sebut adil pus bijaksana…bener gk??..ma’af bila kata2 ku itu salah!!..
    coz itu menurut aku aja!!!hihihihihihihiiiii

    Reply

  21. Berdasarkan kasus diatas menurut saya si bapak sudah cukup adil dalam pembagian sesuai kebutuhan masing2 namun supaya dapat disebut bijaksana maka harus dijelaskan kepada masing2 penerima uang atas jumlah yang diterima dan harus dapat memberikan pengertian kepada masing2 anaknya apabila ada yang protes terhadap pembagiannya sehingga mereka semua merasa adil.

    Reply

  22. kalo menurut saya adildan bijaksana itu begini contohnya anak min di kasih uang saku 1 harinya 2000 tetapi kalo yang udah mahasiswa di kasih 1000 kenapa jadi demikian karena kan kalonya mahasiswa ia bisa memikirkan juga ia bisa mendapatkan uang dengan jerih payah nya sendiri misalnya aja dengan cara kerja

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge