13
Oct '08

Review Film : Doa yang Mengancam

Doa yang Mengancam
Doa yang Mengancam
Doa yang Mengancam

Madrim akhirnya ditangkap oleh seorang penjahat untuk membantu bisnis negatifnya, ia menggaji Mandrim dengan jumlah besar dan Madrim diberikan apartemen mewah. Tapi, Madrim tidak bahagia dengan hidupnya yang banyak uang namun kesepian, sehingga dia berdoa agar kemampuannya diambil lagi olehNya dan kembali seperti dulu. Boro-boro hilang, kemampuan Madrim justru bertambah, dia bisa melihat masa depan, tapi masih juga blom bisa menemukan istrinya.

Gimana akhir ceritanya? Ya… nonton aja. Ga seru juga kalo saya ceritain semuanya lengkap disini

Saya hanya mau mereview film ini sesuai dengan viewnya saya. Ga seperti beberapa teman yang menyangsikan film ini, saya justru merasa puas. Tokoh Aming yang dipilih benar-benar menggambarkan jerih payah orang pinggiran kota yang sulit mencari sesuap nasi, kurus, dekil. Tokoh Kadir juga banyak membangun ‘isi’ dari film ini, dari mulai kata-katanya pada Madrim, sahabatnya sampe karakter anak alim yang tak tertinggalkan dari wajah seorang arab Ramzi.

Saya nilai film ini, justru sangat realistis. Kebanyakan orang-orang seperti Madrim inilah, yang kehilangan asa untuk tetap tawakal dan meminta kepada Allah lewat doa dan ikhtiar dalam menjalani hidup. Faktornya utamanya : kemiskinan bertahun-tahun. Saya rasa, orang-orang seperti Madrim ini sangat mungkin masih ada hingga sekarang, orang yang putus asa akan hidup lalu berpaling padaNya.

Apapun yang kita minta dalam doa dan usaha, Allah selalu mendengar dan saat itu juga jika Allah berkehendak, kunfayakun, yang terjadi maka terjadilah. Jalannya hidup terlalu sulit untuk kita terka kemana arah dan tujuannya, maka hanya Allah-lah tempat kita memohon bimbinganNya.

Dari keseluruhan film ini, saya nilai film ini wajib tonton. :up:

Pesen bagi temen-temen yang blom nonton : Jangan terlalu cepet bilang film itu bagus ato nggak seblom kalian nonton filmnya