26
Jun '09

Review Buku Life On The Refrigerator Door

Life on The Refrigerator Door

Judul : Life on The Refrigerator Door
Penulis : Alice Kuipers
Penerbit : Gramedia

Entah kenapa akhirnya tertarik untuk membeli buku terjemahan ini, mungkin juga karena pengaruh review di majalah CoGirl edisi lalu. Biasanya saya males beli buku terjemahan dikarenakan saya merasa berbeda dengan penulis-penulis dalam negeri yang tulisannya udah bagus-bagus juga, kecuali yah bukunya JK Rowling dan Dan Brown, kalo dua orang itu mah saya baca, buku wajib baca tuh

Buku ini mengisahkan tentang kehidupan ibu dan anak perempuannya yang kebanyakan berdialog melalui tulisan di pintu kulkas. Sang Ibu, single parent, yang seorang dokter kandungan dan anak perempuannya, Claire yang berusia 15 tahun. Karena kesibukan si Ibu dan aktivitas Claire yang banyak di sekolah membuat mereka jarang bertemu, klo ketemu malem aja dan itu pun dah tidur kayaknya. Makanya, mereka sering menuliskan pesan di pintu kulkas.

Berbeda dengan buku lain, buku ini tak ada narasi dan deskripsi panjang lebar seperti novel kebanyakan, hanya ada pesan. Iya… pesan si Ibu dan si Anak di tiap lembar buku ini. Sehingga kita diajak untuk membaca pesan-pesan mereka satu per satu. Dari pesan biasa yang isinya cuma beberapa baris kata sampe curhat sepanjang 1 halaman dari si ibu atau si anak sendiri. Nah, dari sinilah berbagai cerita disampaikan, dari Claire yang sudah punya cowo, kerinduan anak akan kebersamaan dengan ibunya sampai si ibu yang akhirnya di vonis penyakit mematikan.

Overall, ceritannya menarik. Saya jadi inget waktu Mama saya dulu sempat kerja, dia juga sering nulis pesan dan ditempel di pintu kulkas, yang isinya ‘Masakan ada di Meja Makan’lah sampe ‘Mama ninggalin duit Rp…..’. Tapi, itu cuma sekali dua kok. Saya hanya merasa bahwa kebersamaan yang ada tidak bisa diulang kembali nantinya. Saya merasa bahwa keluarga adalah tempat paling nyaman untuk segalanya, apalagi kedekatan antara ibu dan anak, hal itu takkan pernah terganti apalagi menyesalinya dikemudian hari, dimana kita sangat merindukan kehadiran mereka, orang tua kita.