Review Film Ketika Cinta Bertasbih 1

Ketika Cinta Bertasbih
Ketika Cinta Bertasbih

Judul : Ketika Cinta Bertasbih
Pemain : Oki Setiana Dewi (Anna), Kholidi Asadil Alam (Azzam), Andi Arsyil Rahman (Furqon), Alice Norin, Didi Petet, Deddy Mizwar, dll
Sutradara : Chaerul Umam
Durasi : 120 menit

Seperti yang saya bayangkan sebelumnya, film ini sama seperti bukunya yang berdwilogi, jadi bersambung alias to be continue di sekuel kedua *yang entah kapan akan ditayangkan*. Feeling saya mengatakan sebenernya film yang kedua pun sudah rampung, dasar pihak Sinemart saja yang sengaja melihat kondisi pasar setelah keluar episode 1. Untungnya, film ini cuma 2 episode, kalo sampe 100 episode, ini benar-benar sinetron yang difilmkan.

Cerita dalam film ini sama persis seperti di buku Kang Abik dengan judul novel yang sama. Berbeda dengan Ayat-Ayat Cinta yang ujung filmnya berbeda, kalo KCB ini persis sama, hanya ada penambahan cerita yang membuat lucu film ini, yaitu temennya Azzam yang dari Palembang yang suka sama Cut Mala. Alur cerita yang sama, membuat saya bng belum baca berpikir bahwa temen2 yang belum baca bukunya, ga usah aja beli novelnya, toh ceritanya dibabat abi, hampir tak ada cerita yang tertinggal, jadi wajar saja kalo film ini bikin baby dalem perut saya nendang-nendang dan grasa grusu karena kelamaan, berbeda dengan Terminator Salvation yang saya tonton sebelumnya.

Karena nonton bareng si Mama dan Tante juga Adek yang emang belum baca novelnya, jadi banyak yang mengira-ngira nanti cerita sambungannya apaan. Kalo saya bilang sih Anna-nya cantik, ayu gitu wajahnya, tapi si Adek bilang kalo Anna-nya chubby gitu *kayaknya tipe adek saya emang bukan yang chubby2*

Jujur. Awalnya saya kurang suka yang jadi Azzam, tapi saya sadar memang sepertinya dialah yang pantas memerankan Azzam walo saya sangat berbeda dengan 3 adik Azzam yang cantik-cantik dan putih-putih seperti ibunya yang juga membuat si Galih menyukai film ini

Paling tidak saya suka filmnya, pemainnya walo baru sudah pandai berakting, juga tak lupa mengusung misi kebudayaan Indonesia, seperti nampak di acara walimah Tiara yang pake adat Aceh dan juga nanti pernikahan Anna dan Furqon yang menggunakan adat Gorontalo (bener ga ya? )

Silahkan bersabar untuk menunggu KCB episode 2 ya

22 thoughts to “Review Film Ketika Cinta Bertasbih 1”

  1. saya baca di bbrp blog, katanya kalo dari sisi tehnis seperti angle pengambilan gambar dan tata suaranya ga bagus. bener ga sih?
    .-= edy´s last blog ..Kopdar MotoDream =-.

    Reply

    Nike Reply:

    Betul Mas, yg keliatan banged pas Azzam dan Furqon ketemu, halah sotoshop banged kata adek saya :p

    Reply

  2. editingnya kasar malah terkesan amatiran jadinya… belum lagi sudut pengambilan gambar yang sinetron banget, dialog yang terlalu panjang lebar, membuat film ini malah semakin jauh dari kualitas bagus…

    sayang.
    .-= Chic´s last blog ..Bersih-bersih =-.

    Reply

    Nike Reply:

    Makanya ada yang bilang ini sinetron yg di filmkan mbak, abis lama bener sih 2 jam gitu. Aku aja dah ngantuk2 nontonnya

    Reply

  3. sebenernya agak sayang sih, seperti yang temen2 bilang diatas, beberapa editan masih terlihat kurang halus .. saya pribadi sih suka aja ama ceritanya hehee 3 out of 5 mungkin
    .-= Ojat´s last blog ..Pantai Kersik =-.

    Reply

  4. dengan manonton film ini saya berharap generasi muda kita menjadi pejuang islam yang kokoh.tidak cengeng dan lekang dimakan waktu

    Reply

  5. Segala sesuatu pasti ada kelebihan dan kekurangannya, namun menurut hemat saya, film KCB ini yang sangat sarat nilai, paling tidak di tengah gempuran film-film bergenre horor dan lainnya. Film seperti ini, kalau menurut hemat saya, sangat bermanfaat dan bernilai bagi bangsa ini yang haus akan figur teladan khususnya dalam dunia perfilman.

    memang sudah selayaknya, sebuah film dapat membawa pesan moral yang dapat membawa penontonnya ke arah kehidupan yang lebih baik. Walaupun mungkin bagi sebagian orang, alur ceritanya terkesan monoton. Namun, apapun penilaiannya mudah-mudahan perfilman di Indonesia semakin maju.
    Pasang Iklan Gratis

    Reply

  6. saya sangat senang dengan film ketika cinta bertasbih.yang pasti saya kagum dengan penjiwaan permainnannya.hingga membuat saya ingin mempunyai pasangan seperti anna.soleh ,pintar,pandai ,cerdas,dan tau akan budi pekerti yang baik.manusia tidak ada yang sempurna .baik sese orang atau karya seseorang.tanpa komentar atau di komentari seseorang tak akan pernah tau.pesan dari saya buatlah karya2 novel dan film tentang pendalaman keislamman .karna itu akan menjadi contoh yang mudah di tiru

    Reply

  7. Good luck buat kak cholidi, sukses selalu jangan lupa saudara di pasuruan, dan saya pengefans kak cholidi, minta doanya agar saya lulus ujian smp ini, salam manis dari pengefans berat , inget ya kak kesempurnaan hanya milik Nabi. oh ya! salam buat keluarga dipasuruan . Syukron ……wasss……..

    Reply

  8. tergila gila oleh film membuat kita lupa dengan siapa sebenarnya kita harus mencontoh.
    Tidakkah cukup bagi kita alqur’an dan Assunah.
    saya hanya heran saja dengan orang macam kalian.
    Bilang keislaman keislamannya saja. Padahal banyak kekurangan dari sisi syari’at dan aqidahnya.

    Mengapa banyak orang yang suka melihat film seperti itu?
    Mengapa Kita lebih menyukai membaca novel dan melihat film daripada membaca alqur’an.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.