Review Buku No Dinner Date

No Dinner Date

Judul Buku : No Dinner Date
Penulis : Intan Lui B
Penerbit : Homerian Pustaka
Jumlah Halaman : 187 Halaman
Harga : Rp. 28.000
ISBN : 9789791745

Oke, saya harus mengakui buku rekomendasi Ijul ini emang bagus

Setelah melihat buku ini di Gramedia, langsung aja deh ga pake ba bi bu lagi, tarik deh nih buku ke kasir. Saya tertarik melihat review Ijul tentang buku ini. Menurut saya buku yang bintangnya dikasih Ijul 3 ke atas itu sangat boleh untuk dibaca. Ditambah lagi, ini bukan sekedar chiclit biasa tapi berbumbu makanan begitu, makanya saya lantas penasaran sekali sama buku ini.

Ternyata bukunya kecil, juga tipis, tapi yang bikin sedikit kesal adalah tulisannya lumayan kecil dan rapat-rapat. Bagi saya yang bermata minus ini, tulisan kecil dan rapat adalah hal yang bikin kesan pertama kurang membuat senyum saya mengembang. Cover depan yang sebenarnya biasa saja, tidak terlalu menarik. Warna pink dan orange vertikal dikasih gambar sendok, garpu, pisau dan piring, seperti melihat meja makan dari atas.

Buku ini dibagi menjadi 6 sub judul yang aneh dan tidak biasa, kita berasa kayak baca buku masakan. Seperti Bahan A, Cara Memasak Bahan A, Bahan B, Cara Menyiapkan Bahan B, Bahan Saus dan terakhir Cara Penyajian. Lucu kan ya? beneran kayak kita membaca buku masakan deh. Tapi ternyata buku ini juga memang ngomongin hal masak-masak dan makanan.

Disini sisi menariknya. Buku ini menyajikan cerita yang tidak biasa, cerita cinta tapi disertai dengan cerita masakan. Tentang Violet, si editor kuliner majalah Life yang bertemu dengan beberapa pria yang disukainya dan menyukainya. Ya, ceritanya sih sebenernya biasa aja, cerita cinta biasa tapi justru penceritaan tentang enaknya masakan yang Violet temui di setiap resto itu yang bikin ngiler, berasa kayak laper terus gitu deh baca buku ini.

Violet yang bertemu dengan Evan, membuat saya berpikir Violet akan bersama Evan, ketemu Adrian, si brondong cakep dan pinter juga gitu, eh taunya endingnya ga sesuai harapan. Entahlah, saya merasa endingnya tidak tau mau dibawa kemana, jadi kayak dipaksain gitu.

Walau endingnya menurutku ga sip yah, tapi Intan Lui menulisnya dengan enak, dikemas dengan menarik sekali, sehingga kita ga cuma mikir gimana cerita cinta si Violet, sang tokoh utama, tapi juga menantikan menu apalagi yang akan dituturkan dihalaman berikutnya.

One thought to “Review Buku No Dinner Date”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.