31
Jan '11

Review Buku Our Story

Our Story

Judul Buku : Our Story
Penulis : Orizuka
Penerbit : Authorized Books
Jumlah Halaman : 240 Halaman
Harga : Rp. 29.000
ISBN : 9786029689419

Wow, saya ga nyangka bisa baca buku ini cuma dalam waktu sehari.
Saya tau ini teenlit, cerita SMA, yang saya rasa akan membosan seperti cerita teenlit biasa, ternyata saya salah, saya membaca teenlit seru

Jujur saja, awalnya saya beli buku ini karena melihat di sampul plastiknya, tertulis “Donasi Rp. 500 tiap pembelian buku ini untuk sekolah juara”. Ditambah dengan logo Rumah Zakat di bagian belakang cover buku ini, meneguhkan hati saya untuk membeli, lagian harganya juga ga mahal kok

Sebelumnya, saya udah beli Fate, karena pengen baca tulisannya Orizuka, tapi ternyata Fate keduluan sama Our Story ini. Dan, ternyata saya suka cara Orizuka menulis dan bercerita dalam buku ini, yang selanjutnya akan membawa saya membawa buku-buku Orizuka laennya.

Our Story bercerita tentang kehidupan di sekolah para tokoh utamanya. Saya juga bingung, ini kayaknya yang jadi tokoh utama agak banyak, sebut saja Yasmine yang memang dari awal diceritakan dalam buku ini, tapi nanti keluar Ferris, si ketua kelas dan juga ketua OSIS, lagi kita menemukan nama Nino, si tukang berantem tapi ganteng. Mungkin bisa dibilang ada 3 tokoh sentral dalam buku ini

Yasmine, pindahan dari Amerika, tapi akhirnya harus masuk ke SMA Budi Bangsa atas kesalahan orang suruhan Ayahnya yang salah mendengar, harusnya ia dimasukkan ke SMA Bukti Bangsa yang bertaraf internasional. SMA Budi Bangsa ternyata adalah sekolah sampah yang ternyata di dalamnya kita temui siswa-siswanya dari berbagai latar belakang, dari yang nilainya kecil yang tidak diterima di sekolah manapun, yang miskin hingga pelacur. Guru honorer yang malas datang, malas mengajar membuat sekolah ini memang terlihat sekali sekolah buangan.

Tapi ternyata ada siswa terbaik, Ferris, Sang Ketua Osis yang sebenarnya berasal dari keluarga terhormat, kaya, pintar, ganteng tapi ternyata Ferris punya misi lain hingga akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke SMA Budi Bangsa. Nino yang dikenal sebagai ketua genk di SMA tersebut ternyata menyimpan rahasia yang tidak ada seorang pun yang tau, tapi sejak Yasmine masuk ke sekolah itu, semuanya berubah.

Saya berasa nonton film remaja kayak Catatan Akhir Sekolah waktu baca buku ini. Kehidupan remaja yang sebenarnya memang bukan cuma percintaan aja, tapi juga persahabatan, juga impian meraih cita-cita. Ga semua novel remaja menyuguhkan cerita semenarik ini menurut saya. Buku ini juga memperlihatkan keprihatinan penulis pada dunia sekolah atau khususnya SMA pinggiran kota besar yang jauh dari kesan sekolah juara, sekolah yang memberikan pendidikan terbaik pada siswa juga didukung oleh guru yang kompeten di bidangnya.

Semoga banyak yang membeli dan membaca buku ini ya
Mari kita sama-sama membangun pendidikan di negara kita agar lebih baik