Buku Bacaan Ramadhan 2011 (1432H)

Besok, insya Allah udah mulai puasa Ramadhan 1432 H, maaf lahir bathin ya semuanya…
Semoga kita memulai puasa dengan hati yang bersih sampai bertemu dengan hari yang fitri membuat kita kembali putih amiiiin….

Melanjutkan ritual bulan puasa tahun lalu, tahun ini saya juga mau berbagi kira-kira buku apa aja yang mau saya baca di bulan puasa kali ini. Ga banyak-banyak kok, mungkin cuma 4 buku saja, syukur-syukur kalo 4 buku ini bisa saya baca semua di bulan puasa ini tanpa meninggalkan amalan ibadah wajib dan sunah lainnya ya, mengingat saya masih punya PR 2 buku yang harus sudah saya baca dalam 2 minggu ini :p

Sebagai kutu buku pembaca buku yang punya target baca per tahun saya merasa selalu terpompa semangatnya untuk terus bisa baca dan baca buku, apalagi waktu puasa ini, rasa malas dan ngantuk semoga bisa diusir dengan banyak membaca selain mengaji Al-Quran ya tentunya

Baiklah, ini daftar 4 buku yang saya masukkan dalam daftar baca bulan puasa ini.

Buku, buku dan buku
Buku bacaan di bulan puasa
  1. Rumah Seribu Malaikat. Yuli Badawi. Hikmah Publishing House.
  2. Pesantren Dongeng. Awang Surya. Mizan.
  3. Alena. Ifa Avianty. Mizania.
  4. Cinta Suci Zahrana. Habiburrahman El-Shirazy.

Buku-buku tersebut diatas udah beberapa bulan lalu saya beli, jadi tinggal pilih aja mana yang mau dibaca Untuk buku Kang Abik yang nomer 4, bukunya sih sebenernya lagi dipinjem, jadi semoga saja dibalikin waktu masih bulan puasa ya.

Semoga bulan puasa kali ini ibadah kita lebih baik dari puasa tahun kemarin ya. Amiiiin

Review Buku 11 Patriot

Sebelas Patriot

Judul Buku : Sebelas Patriot
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 108 Halaman
Harga : Rp. 39.000
ISBN : 9786028811521

Kalo sebutan untuk fansnya Real Madrid namanya Madridistas, nah kalo PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) namanya apa? Andrea Hirata menyebutnya Patriot. Patriot PSSI!

Apa yang ada dalam benak kita jika mendengar kata ‘patriot’? Pahlawan!
Seperti itulah yang ingin dituturkan Andrea Hirata di novel keenamnya ini. Andrea Hirata menawarkan cerita yang saya pikir akan bernilai nasionalisme, tentang betapa mencintainya Ikal dengan PSSI dan sepak bola.
Ya, memang ada nasionalisme yang tergambar jelas dalam buku ini, namun ternyata tidak sebesar ekspektasi awal saya terhadap buku ini.

Diceritakan Ikal akhirnya mengetahui jika Ayahnya adalah seorang pemain sepakbola, lebih tepatnya pemain sayap kiri berbakat yang harus mundur karena pada saat itu (jaman penjajahan Belanda) ditentang oleh Belanda dan Ayah Ikal harus menerima semuanya. Ikal mengetahui hal tersebut karena sebelumnya melihat foto sang Ayah sedang memegang piala dan memakai pakaian sepakbola. Sejak saat itu Ikal bertekad ingin menjadi pemain junior PSSI, namun gagal.

Saya selalu salut kepada Andrea Hirata yang mampu mengemas tulisannya dengan gaya melayu jenaka dan penuh dengan kata-kata bijak yang memompa semangat para pembaca. Tak usahlah diragukan lagi kepiawaian seorang Andrea Hirata kalo soal itu. Buku-bukunya akan selalu bisa dinikmati dan ditunggu-tunggu para pembacanya. Apalagi saat dituliskan pelatih Toharun melatih Ikal cs dengan filosofi buah-buahan, menarik sekali. Apalagi ditambah dengan korelasi antara pantat dengan kemahiran bermain sepakbola, benar-benar bikin saya ketawa sendiri.

Read More

Review Film Catatan Harian si Boy

Catatan Harian si Boy

Judul Film : Catatan Harian si Boy
Sutradara : Putrama Tuta
Pemain : Ario Bayu, Carrisa Putri, Poppy Sovia, Abimana Setya, Albert Halim, Onky Alexander, Didi Petet
Produksi : 700 Pictures
Durasi : 98 menit

Sungguh saya kangen nonton Catatan si Boy yang legendaris itu, pas denger akan dibuat filmnya, langsung semangat banget deh. Pas tanggal 1 Juli 2011, saya langsung ngecek 21cineplex.com untuk tau jadwal pemutaran filmnya, dan…. saya kecewa karena di Palembang cuma di puter di Internasional Plaza (IP) saja.

FYI ya, di Palembang sekarang ada 2 tempat nonton, ya di IP sama di Palembang Indah Mall (PIM). Nah, yang paling enak itu di PIM, emang sih HTMnya lebih mahal dikit, cuma lebih dingin, lebih nyaman dan lebih enak deh pokoknya. Saya, Mbak Ira dan Suzan akhirnya bela-belain deh menurunkan sedikit gengsi untuk nonton di IP demi melihat aktingnya Ario Bayu dkk ini.

Bercerita tentang pencarian Boy (Onky Alexander) oleh Natasha (Carrisa Putri) yaitu anak dari Nuke yang diceritakan sedang sakit parah dan hampir meninggal sambil terus mendekap catatan harian milik si Boy itu. Lantas, Natasha berusaha untuk mencari tau keberadaan Boy, dalam proses pencarian itulah Natasha bertemu dengan Satrio (Ario Bayu) dan ketiga sahabatnya, Andi, Heri dan Nina (Poppy Sovia), pemilik bengkel dimana Satrio, Heri dan Andi bekerja.

Satrio akhirnya membantu Natasha untuk mencari si Boy, mulai dari mencari tau lewat Emon (Didi Petet) sampe ke adeknya Boy sendiri. Masalah sebenernya bukan cuma mencari si Boy yang ternyata udah beda banget sama yang dulu, tapi juga pacar Natasha, si Nico juga masalah buat Satrio dkk. Nico cemburu sama Satrio. Biasa deh, klo cemburu semuanya bisa kejadian. Berantem sampe mobil dan bengkel milik Nina pun hancur karena cemburunya Nico pada Satrio.

Read More