18
Dec '11

Review Buku Letters To Sam

Letters to Sam

Judul Buku : Letters to Sam
Penulis : Daniel Gottlieb
Penerjemah : Windy Ariestanty
Penerbit : Gagas Media
Jumlah Halaman : 232 Halaman
Harga : Rp. 49.000
ISBN : 9789797805104

Berterimakasihlah kepada siapa pun yang datang… karena setiap tamu dikirimkan dari atas sana sebagai pemandumu ~ Jalaluddin Rumi

Rasanya saya ga bisa ga setuju dengan kalimat Rumi diatas, begitu juga Daniel Gottlieb yang mengalami cacat fisik dan menerima Sam sebagai cucunya yang sempurna walo mengidap autis. Menyadari sang kakek dan cucu ini berbeda dengan kebanyakan orang, tapi tidak membuatnya merasa berbeda. Seperti yang dikatakan kakek dalam lembar awal suratnya, menjadi berbeda bukanlah masalah, tapi merasa berbeda bisa menjadi masalah. Ketika kau merasa berbeda, perasaan itu bisa mengubah caramu melihat dunia.

Surat tetap menjadi sarana paling efektif untuk menyampaikan pesan pada seseorang yang terpisah jarak dan waktu. Seperti surat Gottlieb pada Sam ini, lembar demi lembarnya terasa sayang sekali dilewatkan. Gottlieb mengajarkan Sam dalam suratnya, untuk bisa memberikan cinta altruistik pada sekelilingya, yaitu cinta yang didasarkan belas kasih tanpa beban dan paksaan. Sam juga diajarkan untuk menjadikan kemarahan sebagai energi yang bisa memberikan keadilan bagi orang lain. Bahwa rasa sakit yang ada dan dirasakan akan sembuh dengan cara dan waktunya sendiri.

Banyak sekali pelajaran hidup yang diberikan Gottlieb pada Sam dalam tiap lembar suratnya, Gottlieb yakin pada saatnya Sam akan membawa semua suratnya dan bisa memahami apa yang telah diceritakan oleh kakeknya itu. Dan, saya pun yang membaca buku ini seperti diingatkan tentang banyak hal, tentang menjadi berbeda, tentang rasa sakit yang punya waktunya sendiri untuk sembuh, dan tentang ketidaktahuan. Gottlieb bilang jika kita gak tau, bilang aja gak tau. Ketidaktahuan bisa menjadi awal dari sesuatu yg luar biasa, kau bisa mulai belajar tentang apa yang membuat sesuatu terasa menyenangkan.

Untuk cover, saya ga perlu komen deh, Gagas Media selalu menyuguhkan desain cover yang menarik di tiap buku yang mereka keluarkan. Soal terjemahan, saya merasa terjemahan dalam buku ini beberapa masih terasa agak aneh dibaca, tapi itu gak jadi soal dalam keseluruhan isi buku ini. Gak perlu nunggu jadi orang tua ataupun kakek kok untuk bisa memberitahu banyak hal tentang hidup ke anak dan cucu kita. Dan, gak perlu nunggu si anak besar dulu untuk bisa memberikan pengertian tentang banyak cerita yang udah dialami, buktinya Gottlieb sudah menyiapkannya ketika Sam masih balita.

Selamat membaca