Diskusi Fellow : mau ngapain aja?

Seperti yang sudah saya tulis disini, saya akan coba ceritakan apa aja yang saya diskusikan dengan para petinggi dan penasehat ICT Watch akhir Januari lalu, sebelum perjalanan ke Singapura.

Saya bersama Asmarie dipilih menjadi fellow Internet Sehat tahun ini. Mungkin ada yang nanya, kenapa saya dan Asmarie bisa kepilih? Jawabannya ada di posting blog Internet Sehat ini temen-temen. Jika ada yang masih ingin bertanya tentang fellow ini, boleh kok ditulis dibagian komentar . Karena itu, ada diskusi fellow guna mengetahui kira-kira bagaimana program yang akan dijalankan saya dan Asmarie.

Asmarie duluan diajak untuk diskusi di ruang meetingnya Rumah Internet Sehat sore itu, baru setelah sekitar 1 jam, saya yang masuk. Berhadapan dengan Kang Onno sebagai penasehat, ada Mas Rapin, Mas Indriyatno dan ada Mbak Dewi yang bertanya banyak soal apa dan bagaimana program yang akan dijalankan sebagai fellow. Tadinya saya kira, saya bisa dengerin diskusinya Asmarie juga, ternyata gak. Harapan saya bisa saling bantu dan melengkapi program yang sama-sama dijalankan, kalo ada yang kurang bisa saling kasih saran, tapi ya emang waktunya gak banyak kali ya.

*mengingat apa aja yang didiskusikan kemarenan*

Sebelum ada diskusi fellow ini saya bingung kira-kira mau buat program kayak apa ya. Lalu kembali baca beberapa hal yang jadi kewajiban fellow ini :

  • menghormati kebebasan berekspresi dan perbedaan
  • mendorong berbagai inisiatif menumbuhkan dan mengoptimalkan konten, layanan, sumber daya dan/atau trafik Internet Indonesia yang relevan dengan program fellow
  • melayani berbagai jenis komunitas di Indonesia yang membutuhkan kompetensi dan pengalaman fellow
  • mengabarkan kegiatan, ide atau hal baru yang relevan di blog masing-masing fellow
  • menyebarluaskan dan mempraktekkan semangat “Internet Sehat” dimanapun fellow berada

Nah, dari sana saya mikir, programnya begini kira-kira. Saya mencolek temen-temen yang belum tau soal blog biar tau dan pada punya blog lalu mengajak temen-temen blogger yang udah males ngeblog bisa balik lagi nulis di blognya. Terlebih lagi, kalo saya bisa mendorong temen-temen di daerah untuk bisa mewartakan informasi daerahnya sendiri terutama Palembang.

Selaen itu, karena saya perempuan dan juga seorang ibu, saya berusaha untuk mencoba mengajak perempuan dan juga ibu-ibu untuk bisa mengenal teknologi internet dan juga blog. Saya sadar banyak sekali ibu-ibu yang gak ngerti soal internet (syukur syukur punya Facebook), gimana caranya mantau akses internet anaknya klo para ibunya sendiri gak ngerti kan ya? Semoga aja bisa bantuin Mbak Dewi untuk ICT for women.

Page 1 of 2 | Next page