06
Feb '12

Menengok Kantor Google di Singapura

Minggu lalu, saya berkesempatan ke Singapura bersama temen-temen blogger. Acara ini sebenernya adalah hadiah bagi temen-temen blogger yang menang kompetisi video kebebasan berekspresi dari Internet Sehat. Memang, yang menang adalah dari komunitas blogger Bali dan blogger Depok, tapi beberapa blogger yang sudah ikutan kompetisi video tersebut boleh ikutan ke Singapura dengan biaya sendiri. Jadi, bukan karena saya fellow terus saya dibolehin ikut ya, temen-temen blogger lain pun boleh lho.

Yang pasti dan yang paling menggembirakan adalah bisa menengok langsung seperti apa kantornya Google disana. Sekitar 30 menit kita semua dibagi menjadi 2 kelompok untuk diajak keliling kantor Google. Saya memilih bersama Deborah, ya ya… biarlah Mike Orgill bersama temen-temen yang lainnya ya, saya sih udah beberapa kali ketemu beliau

Mbak Ajeng check in

Dari masuk kantor, kita diminta ngisi ‘buku tamu’ istilahnya, ada sebuah komputer pc kita diminta masukin nama sebagai tamu dan masukin juga mau ketemu siapa disana, otomatis semua pada ketik nama Mike Setelah itu akan keluar stiker dengan nama kita untuk ditempelkan sebagai tanda kita visitor disana. Mike bilang, kita cuma bisa foto-foto di depan aja sama kafetaria, selaen itu GAK BOLEH. Oke, mulailah kita diajak jalan-jalan keliling kantor Google.

Stiker masuk

Seperti yang pernah liat di foto-foto kantor Google dimana gitu, seperti itulah juga kantor Google di Singapura. FUN banget, kayak bukan kantor, kayak rumah yang menyenangkan sekali. Karyawannya masih muda semua, pake kaos + jeans doang ke kantor tuh, bahkan ada yang bawa guling gitu. Ga ada tuh pimpinannya punya ruang gede banget, sama aja kayak karyawan yang laen. Di setiap meja karyawannya ada PC Dell gede ditambah lagi MAC lengkap dengan tuh meja ya. Setiap meja ada logo Google ditambah nama masing-masing karyawan.

Google Singapura

Blom lagi fasilitas menarik kayak ruang karoke, ruang games, ruang olahraga (biliard, pingpong), ruang massage, microkitchen yang ciamik plus minuman ringan makanan kecilnya yang banyak dan bisa diambil kapan aja. Woaaa…. berasa beneran di rumah deh. Kata Deborah, temen-temennya disana malah lebih suka maen pingpong daripada karoke, kalo di Indonesia sih kayaknya kebalik ya Selaen itu juga ada Nursing Room, jadi bagi karyawan yang udah punya anak gak khawatir bawa anak mereka yang masih kecil, bisa dengan mudah menyusui di ruangan itu.

Foto-foto dulu abis keliling kantornya Google

Trus juga banyak banget spot untuk ngobrol meeting santai gitu, ada ayunan pula biar lebih santai ngobrolnya. Ada juga tuk tuk (kendaraan kayak bajaj gitu lho) yang bisa juga dipake buat duduk ngobrol gitu. Berasa kalo kerja itu memang menyenangkan sekali jadinya. Terakhir, Kang Onno, Mas Anton dan Mas Nopy yang beruntung bisa ngobrol dan diskusi soal Google Plus bersama orang Indonesia yang kerja di Google juga makan siang bareng mereka. Katanya, ada sekitar 16 orang Indonesia yang kerja di Google.

Google Android

Saya jadi inget beberapa waktu lalu pernah nonton acara tv yang mengupas soal desainnya kantor Kaskus di Jakarta. Nah, saya rasa kantor Kaskus tersebut keliatannya mencontoh kenyamanan kantornya Google deh, sudah ada fasilitas hampir serupa. Semakin banyak kantor kayak Google begini harusnya bisa bikin karyawan lebih nyaman, lebih enak kerjanya, lebih produktif.