Suka Komik? Cobain Ngomik.com

Ngomik.com

Siapa coba yang gak suka komik?
Dari kecil juga udah disuguhi bacaan komik, misalnya aja Doraemon, Paman Gober, Kariage Kun dan lain-lainnya. Sampe tua pun masih banyak kok yang masih suka baca komik. Saya rasa kita ga bisa menilai orang dari hanya dari selera bacaannya. Komik itu universal, kesukaan semua orang, tua muda, laki perempuan, semua suka. Begitu juga saya, sayangnya saya tak lagi sering minjem temen untuk komik-komik serial yang tak ada habisnya macam Doraemon dan Detektif Conan

Seiring waktu, orang-orang Indonesia semakin sering membuat komik-komik dengan berbagai cerita. Yang dulunya cerita pewayangan dan cerita daerah, sekarang sih udah beragam tema komiknya. Yang paling saya suka komik biografi, kayak Gus Dur van Jombang, Steve Jobs, enak bener bacanya. Untuk tau soal tokoh-tokoh memang lebih mudah dengan membaca komik, menjadi tidak terlampau jadi ‘bacaan berat’ deh itu biografi. Saat ini, saya lumayan sering beli komik Indonesia, karena ilustrasinya yang semakin baik dan ceritanya pun yang gak kalah menarik sama komik-komik luar. Lho, siapa lagi kan ya yang mau membaca dan mencintai hasil karya bangsa sendiri kalo bukan kita?

Beberapa komik di Ngomik.com

Kecintaan terhadap komik saat ini menjadi lebih mudah diapresiasi. Udah ada media yang memfasilitasi kreatifitas temen-temen yang suka bikin komik. Ngomik.com contohnya. Ngomik ini memberikan kemudahan bagi semua yang mau memperlihatkan hasil bikin komiknya. Jadi, klo kalian suka bikin komik bisa nih di upload di Ngomik inih. Gak cuma itu, bagi yang suka baca, bisa baca komik disana dengan GRATIS. ya, gratis. Buanyak banget lho komik yang bisa dibaca, dan semuanya dengan tema berbeda. Ada yang lucu kayak serial si Gundul yang cerita tentang Afika (yeah Afika anak kecil yang lucu model iklan makanan dijilat trus dicelupin itu) trus Si Fino yang juga lucu. Kalo saya sih suka komik lucu, jadinya ya bacanya yang lucu-lucu gitu deh

Read More

Emak2blogger, mengajak semua ibu untuk menulis

emak2blogger.web.id

Awalnya, saya bertemu Mbak Mira waktu acara Asean Blogger Conference di Bali, November 2011 lalu. Gak cuma kenal Mbak Mira, saya juga akhirnya bertemu Mbak Indah Juli untuk yang pertama kalinya. Karena sama-sama seorang ibu, maka yang diceritakan ya soal anak. Sampe akhirnya Mbak Mira berinisiatif untuk membuat grup di Facebook dengan nama Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB). Saya pun ditambahkan menjadi salah satu membernya.

Jujur saja, sebenernya saya nih males maenan Facebook sekarang, jadi banyaknya notifikasi baik di grup yang diikuti maupun di profil gak kebaca deh. Ternyata pas liat, membernya KEB udah lumayan banyak dan rame. Berbagi cerita, berbagi tulisan dan saling komen. Ya, memang semudah itu para ibu-ibu itu dekat. Lanjut saya mikir, apa gak sebaiknya, KEB ini punya web yang bisa diisi tulisan tentang dunia ibu-ibu? Setelah saya mikir ide itu, saya coba ngobrol sama Mbak Mira, dan ternyata Mbak Mira menyambut baik ide ini. Ya udah, akhirnya gak nunggu waktu lama, dijadiin deh idenya. Dibuatlah emak2blogger.web.id

Saya gak menyebut KEB sebagai komunitas baru, saya hanya merasa KEB adalah bagian dari dunia ibu yang harus disupport. Udah ada media menulisnya, tinggal ibu-ibunya aja yang menyempatkan waktu untuk sharing apa aja mengenai banyak hal, seperti parenting, info seputar merawat anak, resep masakan maupun info-info lainnya seputar ibu. Saya juga seorang ibu, tapi saya mungkin masih perlu banyak tau mengenai banyak hal soal dunia ibu, dan temen-temen lah yang bisa memberi info tersebut.

Grup FB KEB

Harapannya gak banyak kok, cuma mengajak para ibu atau para emak untuk saling berbagi, menulis untuk membagi semua pengalaman dan info yang diketahui untuk semua. Selain itu pastinya ingin membangun persaudaraan sesama para ibu. Begitu banyak bisa dibagi lho

Ayo, yang ibu dan calon ibu, bisa kok gabung jadi kontributor di webnya KEB. Caranya bisa liat disini nih.

Eh kalo mau dapet info laennya juga bisa follow twitternya dan gabung di grup FBnya ya

Jalan-Jalan dan Diskusi di Singapura

Iya… iya… ini memang perjalanan pertama saya ke Singapura. Tapi ternyata gak sulit untuk mengerti jalanan disana dengan begitu banyak kemudahan yang disediakan pemerintahnya. Mau naik MRT tinggal liat jalurnya mau kemana, mau naik bus denah beserta nomer busnya pun lengkap di setiap pemberhentian. Kalo mau cepet ya naik taksi. Jadi ya kalo mau kemana-mana di Singapura, saya rasa gak akan tersesat, asal mau banyak baca dan cari tahu informasinya.

skytrain di Changi

Dari Palembang sebenernya ada pesawat langsung menuju Singapura, tapi karena ada diskusi fellow dan saya mesti sungkem ke para sepuh Internet Sehat ya saya mesti ke Jakarta dulu. Lagian ya, klo dihitung-hitung yang dari Palembang harga tiket pesawatnya kok ya lebih mahal dibanding mampir ke Jakarta dulu. Soal diskusi fellow akan saya tulis di posting lain ya. Kali ini mau nulis soal trip ke Singapura dulu.

Geylang road

Rabu, 1 Feb 2012 hari pertama di Singapura. Dari airport Changi mulailah kegalauan tiba, bebe saya pake Indosat entah kenapa walo udah nemu Starhub masih gak mau dipake. Ternyata ga cuma saya, ada Mbak Indah dan Mas Anton yang merasakan kegalauan serupa. Temen-temen laen kayak Mbak Luvie, Mbak Irma dan Mas Aris udah eksis aja gitu ngetwit sana sini. Naik MRT menuju Ideal Backpacker Hostel dikawasan Geylang Road. Gak lama, langsung keluar cari makan siang deket-deket hostel, nemunya restoran India, jadilah saya dan temen-temen makan nasi briyani dengan porsi gede, ga cuma nasinya yang banyak tapi juga ayamnya gede gitu. Alhasil saya ga abis makannya, kebanyakan kuah yang amat berbumbu, santannya banyak gitu deh.

Read More

Menengok Kantor Google di Singapura

Minggu lalu, saya berkesempatan ke Singapura bersama temen-temen blogger. Acara ini sebenernya adalah hadiah bagi temen-temen blogger yang menang kompetisi video kebebasan berekspresi dari Internet Sehat. Memang, yang menang adalah dari komunitas blogger Bali dan blogger Depok, tapi beberapa blogger yang sudah ikutan kompetisi video tersebut boleh ikutan ke Singapura dengan biaya sendiri. Jadi, bukan karena saya fellow terus saya dibolehin ikut ya, temen-temen blogger lain pun boleh lho.

Yang pasti dan yang paling menggembirakan adalah bisa menengok langsung seperti apa kantornya Google disana. Sekitar 30 menit kita semua dibagi menjadi 2 kelompok untuk diajak keliling kantor Google. Saya memilih bersama Deborah, ya ya… biarlah Mike Orgill bersama temen-temen yang lainnya ya, saya sih udah beberapa kali ketemu beliau

Mbak Ajeng check in

Dari masuk kantor, kita diminta ngisi ‘buku tamu’ istilahnya, ada sebuah komputer pc kita diminta masukin nama sebagai tamu dan masukin juga mau ketemu siapa disana, otomatis semua pada ketik nama Mike Setelah itu akan keluar stiker dengan nama kita untuk ditempelkan sebagai tanda kita visitor disana. Mike bilang, kita cuma bisa foto-foto di depan aja sama kafetaria, selaen itu GAK BOLEH. Oke, mulailah kita diajak jalan-jalan keliling kantor Google.

Stiker masuk

Seperti yang pernah liat di foto-foto kantor Google dimana gitu, seperti itulah juga kantor Google di Singapura. FUN banget, kayak bukan kantor, kayak rumah yang menyenangkan sekali. Karyawannya masih muda semua, pake kaos + jeans doang ke kantor tuh, bahkan ada yang bawa guling gitu. Ga ada tuh pimpinannya punya ruang gede banget, sama aja kayak karyawan yang laen. Di setiap meja karyawannya ada PC Dell gede ditambah lagi MAC lengkap dengan tuh meja ya. Setiap meja ada logo Google ditambah nama masing-masing karyawan.

Read More