01
Aug '12

Review Buku The Key

The Key

Judul Buku : The Key
Penulis : Junichiro Tanazaki
Penerjemah : Rahmani Astuti
Penerbit : Serambi
Jumlah Halaman : 200 Halaman
Harga : Rp. 30.000
ISBN : 9789790243859

Ketika Komunikasi Pasangan Hanya Melalui Buku Harian.

Penulis Jepang? Rasanya saya hanya menyukai cerita detektif Conan dan serial pemecahan misteri pembunuhan ala detektif, itu memang yang terkenal dari penulis Jepang. Saya aja kali ya yang kebanyakan baca komik begituan

Awalnya saya bingung kenapa saya dikasih buku genre beginian yak? biasanya gak gitu kan, ada beberapa orang teman yang memang suka novel-novel bertema dewasa seperti ini. Ya, lihat aja itu sub judulnya, Catatan harian Seorang Istri Penuh Gairah dan Seorang Suami Pencemburu. Tapi tenang, ternyata isinya bukan ala novel dewasa yang banyak adegan begituan. Mungkin penerjemahnya harus membuat seperti itu karena memang begitu dari sononya, maksud saya dari tulisan aslinya.

The Key menceritakan bagaimana sepasang suami istri berkomunikasi via buku harian. Saya pikir diawal saya akan membaca buku harian dari sisi suaminya, ternyata saya salah, sebagai pembaca kita akan bisa membaca keduanya, dari sisi suami dan istrinya, karena keduanya bercerita dalam buku harian masing-masing yang dibedakan dari jenis fontnya saja.

Sang suami bercerita tentang kehidupan dengan istri yang sudah 20an tahun bersamanya juga tentang hubungan seksnya. Hey, jangan ngarep ditulis detil yak. Menuliskannya di buku harian yang sebenarnya dia ingin agar si istri bisa membacanya. Namun, sang istri tidaklah membacanya, malah membuat catatan sendiri tentang suaminya.

Sampai sini, saya lantas mengerutkan dahi, kenapa ada sepasang suami istri yang tidak mau berbicara lisan saja, kalaupun sudah ditulis ya mbok dibilangin ‘nih baca tulisan saya’, agar semuanya menjadi lebih baik bukan? Dari sana nantinya bisa diskusi, apa yang salah, apa yang sebaiknya dilakukan dan mendengarkan ide keduanya.

Oke, saya lanjut dulu ya ceritanya

Hingga akhirnya si suami merasa ia perlu ide-ide ‘gila’ untuk memenuhi keinginannya, dengan menghadirkan kecemburuan lalu menghadirkan seseorang kepada istrinya. Apa yang terjadi? ada sesuatu yang akhirnya membawa sang istri mau membuka dan membaca catatan-catatan suaminya.

Dari sisi terjemahan, buku ini sudah baik sekali diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, tapi ternyata masih banyak typo yang muncul dalam buku ini, yaaa walaupun gak terlalu masalah sama ceritanya, tetap saja terasa. Kalo cover, kayaknya cover versi Indonesia ini lebih enak diliat ketimbang versi aslinya

Just IMHO ya, saya pikir komunikasi antara pasangan itu yang paling penting. Saling mendengar walo kadang gak ngerti apa yang diomongin, tentang kerjaan misalnya. Kadang kita hanya perlu didengarkan dan mendengarkan. Memberi masukan satu sama lain, diskusi tentang banyak hal juga baik. Punya catatan harian juga baik, tapi bukan berarti jadi gak sempet ngobrol beneran kan ya?