Baca Berita di Media Online Itu, Harusnya….

Entah kapan terakhir kali saya baca koran, kayaknya beberapa hari lalu pas nunggu antrian di rumah sakit. Kebanyakan sekarang baca berita online, walau kadang harus memilah mana yang medianya bisa saya percaya atau sekedar cari jumlah pengunjung saja.

Saya sudah bosan baca berita di media online yang banyak sekali iklannya. Atas bawah halaman penuh iklan, belum lagi nanti ada pop-up di tengah halaman yang bikin pembaca jadi sulit membaca artikelnya. Ditambah lagi itu pop-up kalo udah ditutup eh nanti nongol lagi di halaman berikutnya. Belum baca artikelnya udah emosi aja gitu. Saya pastikan saya udah jarang bangeeet buka media online begitu.

Ada lagi media online yang judulnya fantastis, tapi ternyata isi artikelnya gak banget, bahkan seringkali bisa dibilang salah. Kayaknya banyak wartawan yang lupa konfirmasi atau malah melupakan konfirmasi sebelum upload berita. Iya kalo kita tau bahwa itu berita salah, ya kalo yang baca ga tau, jadinya orang dapet berita yang salah kan.

Belum lagi jika berita yang salah tersebut dibagi dengan teman-teman di sosial media, tambah banyak lah yang menerima berita salah tersebut. Dari sana kita seharusnya bisa mencerna sendiri, ini benar atau salah beritanya. Jika memang harus dicari tau lebih lagi, cari lah tau lagi lebih dalam kebenaran berita tersebut. Saya pun begitu, lebih berhati-hati dalam hal membagikan berita, takut kalo nanti apa yang saya bagi justru berakibat tidak baik atau malah membuat kekhawatiran banyak orang.

Sebagai pengguna sosial media dengan pengikut (seleb twit, selebgram) yang banyak (bukan saya ya 😊) juga harusnya sangat berhati-hati dengan apa yang mereka bagikan, berita salah malah membuat banyak pengikutmu jadi salah juga memahaminya. Waktu itu saya pernah nonton Vlog Raditya Dika soal bagaimana dia memilih menjadi netral dalam beberapa hal, tidak memihak dan tidak berkata yang tidak baik, karena dia sadar dia sudah menjadi ‘bacaan/tontonan’ banyak orang.

Lalu bagaimana harusnya membaca media online yang baik? 

  1. Kudu kayak jadi orang haus info, gali lagi beritanya dari berbagai media lain, apakah yang kamu baca benar adanya. Jangan buru-buru percaya akan ini dan itu sebelum tau beritanya akurat atau tidak.
  2. Jangan membagikan berita yang masih simpang siur, alias masih katanya, alias belum ada konfirmasinya, alias belum tentu kebenarannya.
  3. Berhentilah buka (apalagi baca) dari media online yang sudah jelas-jelas isinya kebanyakan gak bener/hoax. Jika kamu menemukan link ke media online tersebut, langsung tutup aja browsernya.
  4. Gambar juga kadang menipu. Isi beritanya apa, gambarnya siapa. Seringkali begitu, jadi pastikan kamu melihat dengan cermat isi berita dengan kebenaran gambarnya. Biasanya beberapa media ada yang comot sana sini gambarnya.
  5. Jangan langsung percaya judul berita. Kadang itu cuma judul yang dibuat fantastis demi banyak yang mengunjungi media tersebut, padahal beritanya seringkali tidak sesuai.

Jadi, walaupun kemudahan membagikan berita semudah menggerakkan jempol di keyboard telpon pintar, tetaplah berhati-hati, teman!

Oh ya, saya lebih memilih untuk gak lagi mengunjungi media online mana saja untuk tau berita terkini tiap harinya. Bersyukur ada Line Today, dimana tiap hari saya bisa baca berita apa aja yang kejadian dan jadi viral. Serasa baca koran gitu deh dengan berbagai kategori berita juga, dari news, olahraga, teknologi, entertainment, film yang lagi diputer saat ini, sampe dunia KPop dan Kdrama. Lengkap lah. Tapi tetep yak, hati-hati, kadang juga masih banyak disana dari berita media online yang seringkali keliru.

Selamat membaca berita 😃

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.