Diary Film di Letterboxd

Setiap orang pasti suka nonton. Ya kan? Siapa coba yang gak suka? Hampir setiap hari yang kita lakukan adalah menonton. Entah nonton film, nonton serial tv, nonton iklan, nonton Youtube sampe mungkin nonton orang kelahi.

gambar dari ajra.es

Sekarang nonton pun gak harus di bioskop, nonton juga bisa di tv rumah, bisa dari laptop sampe dari smartphone. Lebih mudah lagi, sekarang udah banyak aplikasi nonton film walau harus berbayar untuk langganan, tetap aja menonton dengan gawai sudah bisa jadi pilihan asyik.

Sebut saja, Netflix yang paling beken. Walau harus bayar langganan sekitar 100-200 ribu per bulan, orang banyak yang rela bayar kok demi bisa nonton banyak film, serial yang ditawarkan Netflix. Trus ada Iflix juga kalo di Indonesia, sayangnya filmnya kurang banyak dan agak lawas gitu. Ada lagi Hooq dan Viu. Buat penyuka serial Korea kayak saya, Viu adalah aplikasi andalan buat nonton serial Korea terkini. Saya rela bayar 150rb per tahun (kalo dapet promo) untuk premium Viu.

Kenapa trus kita jadi lebih suka nonton dari gawai? Jawabannya cuma satu, karena mudah ditonton dari mana saja. Mau lagi diperjalanan naik angkot, bus, kereta sampe pesawat kita bisa nonton dari layar gawai. Apalagi kalo udah penasaran sama kelanjutan episode serial yang paling ditunggu.

Tahun lalu, saya sok nulis review singkat semua film dan serial Korea yang saya tonton sepanjang tahun 2018 di halaman Facebook. Ini sebenernya tantangan yang saya sepakati bersama Kak Roos. Gunanya biar ketahuan judul mana saja yang ditonton dan barangkali bisa jadi rekomendasi jika ada yang mau nonton juga. Terhitung ada lebih dari 50 judul yang saya tonton, tapi itu semua gabungan dari film dan serial Korea. Betapa saya produktif sekali nonton ya Kak Roos lebih banyak nontonnya, dia mencatat 74 judul.

Akhir tahun lalu, Rido memperkenalkan Letterboxd pada saya. Letterboxd ini adalah media sosial khusus film, jadi kita bisa mencatat dan mereview film dari aplikasi ini. Sayangnya Letterboxd ini cuma punya database film, tidak termasuk serial dan kayaknya web juga appnya masih belum stabil. Saya jadi inget dulu banget, sekitar tahun 2010 kalo gak salah, ada sosial media namanya Miso yang kayak gini juga dan lengkap sampe serial ada berikut dengan episode-episodenya. Saya sempat jadi pengguna aktif Miso. Tapi Miso harus mati beberapa tahun lalu.

Lalu, saya pikir menarik juga dicoba Letterboxd ini. Akhirnya bikinlah akun di sana. Saya coba input beberapa film yang saya inget udah saya tonton, saya rating dan sedikit review, dan di aplikasi ini disebutnya diary. Bagi yang sering rating di IMDB bisa tinggal impor aja datanya dan masukkan ke Letterboxd, nanti akhirnya langsung sinkron deh.

Namanya juga media sosial ya, pastinya bisa berteman, jadi kita bisa follow teman-teman kita dan keliatan film aja yang udah dia tonton, ratingnya dan mungkin reviewnya juga. Itu bisa jadi rekomendasi tontonan yang bakal kamu tonton akhir pekan ini.

Kalo ntar bikin akun di Letterboxd, kasih tau saya ya, biar bisa ngintip film-film kalian juga.

One thought to “Diary Film di Letterboxd”

  1. bagus ini sptnya. nanti kalau, misalnya, ada yg mau ngajak kencan tinggal dilihat apa saja film kesukaannya. jadi lebih gampang pedekate. hehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.