Blog dan Penggunaan Lisensi Creative Commons

sumber : imo.thejakartpost.com

Saya baru kok menampilkan badge lisensi creative commons (cc) di blog ini. Kenapa? Karena saya baru sadar, semua butuh kepastian begitu pun juga halnya dengan konten dalam sebuah blog.

Bagi para blogger, satu-satunya yang bisa dibanggakan adalah tulisannya. Entah mau tulisannya soal kegalauan kek, serius ngomongin politik kek atau provokatif kayak aktivis kek, semua soal berbagi. Membagi dalam tulisan. Banyak hal yang bisa ditulis dan dibagikan dalam media blog, dari hal-hal kecil yang personal hingga informasi yang benar-benar dibutuhkan banyak orang. Tidak ada keterpaksaan, hanya ingin berbagi.

Tulisan juga merupakan karya cipta oleh karena itu blogger punya hak cipta atas tulisannya. Jadi, menurut UU no. 19 tahun 2002  tentang Hak Cipta ada syarat siapa aja yang mau menggunakan tulisan tersebut untuk berbagai keperluan ya syaratnya harus menyantumkan atau menyebutkan sumbernya.

Read More

Dewan Pers, Jurnalis, Blogger dan Media di Bali Media Forum 4

Lagi. Ngomongin etika.

Namanya juga forum ya, isinya memang ngomong dan diskusi. Kali ini Bali Media Forum (BMF) mengambil tema Ethical Journalism and Citizen Media: Giving People a Voice in Support of Democracy. Acara ini masuk dalam rangkaian acara Bali Democracy Forum yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali 7-9 November 2012 oleh Dewan Pers didukung oleh Thomson Foundation dan Institute of Peace and Democracy.

bmf4-2012
Bali Media Forum

Yang hadir dalam BMF ke 4 tahun ini yaitu perwakilan dewan pers, jurnalis dan media dari berbagai negara ditambah dengan para blogger Indonesia, termasuk saya dan beberapa teman lain. Baru kali ini sepertinya BMF mengundang para blogger dan dari social media, karena sesuai dengan tema yang diangkat.

Dalam 2 hari BDF diisi dengan sharing dari para perwakilan berbagai negara, baik dari dewan pers ataupun media dan dari jurnalis tentang bagaimana situasi terkait media dan jurnalisme di negaranya masing-masing baik itu media mainstream juga social medianya. Menarik mendengar banyak cerita dari Malaysia, Philipina, Vietnam, Thailand, Myanmar, Srilanka, Australia, Pakistan, China, Norwegia hingga Timor Leste.

Read More

Perawatan Kulit Malam Hari, Perlukah?

Sebagai perempuan yang tidak terlalu rajin perawatan di salon atau di tempat-tempat perawatan tubuh lainnya semisal spa gitu, saya selalu bertanya apa benar perawatan kulit tubuh malam hari itu diperlukan?

Mari kita temukan jawabannya *halah*

Jadi sebenernya kulit manusia itu kan beda-beda ya ada yang kulitnya sensitif, kering dan normal. Perbedaan ini biasanya dikarenakan banyak hal, bisa jadi dari lahir ada yang kulitnya udah sensitif kena panas dikit udah merah dan bisa jadi juga karena iklim. Orang-orang di negara beriklim tropis kayak di Indonesia biasanya kebanyakan kulitnya normal atau kering. Apalagi pas musim panas ya, rasanya udah berasa kering aja apalagi kalo kamu yang banyak beraktivitas di luar rumah. Nah, ada baiknya kita mengetahui jenis kulit kita. Jadi kita bisa pake produk perawatan tubuh yang sesuai dengan jenis kulit kita.

Kalo saya ini termasuk kulit normal dan cenderung kering ditambah kebiasaan yang kerjanya banyak dari rumah aja membuat saya malas perawatan yang ribet. Tapi ya saya merasa sebagai perempuan kita memang harus merawat tubuh dengan baik biar sehat, kan ada quote tuh “Mens sana in corpore sano” , dibalik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Pastinya kita semua pengen punya jiwa yang kuat tapi terlebih dulu rawatlah tubuh menjadi lebih sehat. Salah satunya dengan cara merawat kulit tubuh setiap hari, gak perlu yang mahal, tapi cukup yang pas dengan kulit kita, kita tau manfaatnya buat kulit dan dilakukan secara rutin. Cantik juga? Itu sih langsung muncul dengan sendirinya kan ya, kalo udah kulitnya sehat otomatis pesona cantikmu terpancar kemana-mana

Read More

Hari Blogger Nasional, Masih Ngeblog kah Kamu?

Banyak blogger yang berada pada masa-masa kemalasan menulis, entah itu karena kegiatannya yang super banyak ataupun karena udah gak tau mau nulis apa lagi di blognya.

gambar : 19bee.blogspot.com

Kebanyakan memang karena udah lebih suka maenan Twitter, tapi seperti kata Pandji, kalo males ya males aja sih ya, main Twitter tapi tetap ngeblog bisa kok ya.

Entah untuk alasan apa saja, menurut saya berhenti untuk menulis blog adalah berhenti membagi apapun itu. Mau berbagi informasi kek, kegiatan pribadi kek, ikut lomba dengan tema posting tertentu kek, bahkan kegalauan pun bisa tetap ditulis. Tinggal nyempetin waktunya aja kok, gak perlu panjang-panjang juga pun, apalagi sekarang udah bisa ngeblog dari smartphone.

Bagi saya, ngeblog selain sebagai tempat untuk menuliskan apapun juga sebagai pembuka kesempatan untuk belajar, ya tentang banyak hal. Kesempatan bertemu dengan banyak teman dan kesempatan lainnya yang akan kamu rasakan sendiri.

Selamat Hari Blogger Nasional, Kawan!
Semoga makin rajin posting

Memangnya Kenapa dengan Domain .id ?

Bangga Pakai .id (foto : @pamantyo)

Sudah lama sebenarnya saya membaca tulisan Pakdhe Blontank soal kegalauan Pandi (Pengelola Nama Domain Indonesia), abis saya baca tulisan itu lalu saya mengangguk-angguk sendiri sambil bilang dalam hati ‘bener juga ya’.

Temen-temen yang punya blog atau web dengan domain sendiri, pada pake domain Indonesia gak? .id (dot aidi) ? Mungkin hampir semua menggelengkan kepala, mungkin serta merta akan bilang .com (dot com) lebih keren kok ya atau .net (dot net). Ini bukan masalah keren atau gak keren kok ya, emang sih kalo kita terhubung dengan internet yang kepikiran soal alamat web/blog itu biasanya ya .com, lah anak saya yang 3 tahun aja kalo ngeliat apa di laptop ibunya udah bisa bilang ‘dot kom itu Nda…’.

Soal Nasionalisme dan Identitas Bangsa

Kalo kita sibuk koar-koar atas nama nasionalisme, ya harusnya kita juga bangga  pake produk-produk buatan dalam negeri, begitu juga dengan domain yang digunakan. Kalo dibandingin dengan negara tetangga yang bangga pake domain negaranya, kenapa kita juga gak belajar dari mereka? Dengan menggunakan domain lokal itu keliatan identitas si pengguna, bukan hanya karena menggunakan bahasa lokal.

Katanya susah registrasi untuk dot aidi…?

Iya, saya merasakan hal yang sama…. tapi itu dulu. Prosedur yang rada ribet dan kadang konfirmasinya bisa lumayan lama. Bener kok, itu dulu. Sekarang Pandi tetap pada prosedurnya tapi lebih cepat dalam hal konfirmasi. Baik itu mendaftarkan domain ataupun perpanjangan. Jika ada hal atau dokumen yang harus dilengkapi pun ada pesan yang masuk ke email. Intinya, sekarang mendaftarkan nama domain dot aidi itu lebih gampang.

Selanjutnya, dari sana saya mulai menggunakan dot aidi (ya, untuk blog lain yang saya punya) dan mencoba mengajak teman-teman jika ingin menggunakan domain sendiri untuk memilih domain dot aidi. Saya bukanlah duta Pandi, tapi paling gak saya mencoba untuk memperlihatkan identitas saya sebagai orang Indonesia.

Lah kok blog ini gak pake domain dot aidi? Saya kadung nemplok dengan yang punya domain utama nih dan blog ini pun udah 2 kali berganti domain sejak awal masa saya memulai dunia per-blog-an. Akhirnya, domain aidi yang saya gunakan, saya pake untuk blog lain

Jadi, kapan kalian mau menggunakan domain dot aidi?