Catatan Akhir Tahun : Kasus Pasal 27 Ayat 3 UU ITE

Sebenarnya, saya merasa blog saya yang tulisannya nyampur-nyampur hal yang ringan kayak gini agak berat kalo ngomongin soal undang-undang apalagi UU ITE khususnya Pasal 27 ayat 3, tapi saya merasa ingin membagikan sesuatu, jadi ya saya rasa gak ada salahnya kan ya

Sejak Undang-UndangNomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ada (itu berarti udah 6 tahun) yang paling diresahkan adalah Pasal 27 ayat 3 nya yaitu yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Sejak itu pula Pasal 27 Ayat 3 menjadi ancaman kebebasan berekspresi di ranah maya oleh para blogger dan netizen. Hukumannya pidana penjara hingga 6 tahun dan atau denda hingga 1 milyar rupiah.

Kasus yang heboh pertama kali yaitu kasusnya Prita Mulyasari dengan RS. Omni Internasional lewat media email. Prita dituntut pidana dan perdata, kasusnya menyita waktu yang lama banget, sampe akhirnya baru dinyatakan bebas. Setelah kasus Prita ada banyak kasus lain yang terdengar (diberitakan media) dan juga yang tak terdengar. Hingga November 2014 ini, terhitung ada 72 kasus yang berhasil dicatat oleh SAFENET. Dari 72 kasus itu, yang dinyatakan bebas cuma 2 aja. Rata-rata dinyatakan bersalah dengan hukuman percobaan dibawah 1 tahun dan kebanyakan kasusnya gak kelar, dilaporin aja ke polisi, entah dilanjutkan atau gak, gak jelas.

Read More

Daripada Salah Pilih, Mending Gak Usah Milih?

Kampanye udah dimulai nih.
Sebelum dimulai aja udah penuh poster caleg dimana-mana kan ya?
Lah, trus kita eh saya bingung mau milih yang mana.

Gak kenal.
Si ini tuh gak baik kok mau nyalon lagi sik.
Lah ini kok malah nyalon?

Beberapa komentar kalo lihat poster caleg tuh biasanya begitu. Trus bingung lah harus pilih yang mana.

April nanti tepatnya tanggal 9, pesta demokrasi dimulai. Warga Indonesia mulai milih siapa-siapa aja anggota legilatif yang berhak dijadikan wakilnya. Saya sendiri sebetulnya kebingungan, hendak mencari kemana informasi tentang para caleg ini.

dct-prov

Seperti banyak dibilang, tak kenal maka tak dipilih. Maka proses mengetahui para caleg harusnya dimulai segera. Yang paling gampang adalah dengan cara googling (zaman internet begini kan harusnya gak susah lagi tho cari informasi) dengan kata kunci ‘calon legislatif 2014’. Yak sip, pencarian pertama ada dct.kpu.go.id, mari kita bahas setelah celingukan di web ini.

Read More

Anak, Gadget dan Social Media

Teknologi semakin maju, gadget pun makin canggih dari waktu ke waktu, apa kita harus diam membisu, melihat anak makin seru dengan gadget terbaru?

Kita mungkin tidak bisa membendung bagaimana teknologi makin canggih. Gak kayak zaman saya kecil yang masih main tali karet, anak balita pun udah pinter main tablet pc. Ya gak papa sebenernya, hanya saja orangtua harus inget bahwa pendampingan orangtua adalah yang paling baik untuk anak-anak, bukan seberapa mahal gadget yang diberikan orangtua.

Minggu lalu dalam diskusi akhir tahun ICT Watch, Pak Yamin dari Nawala bilang yang paling penting itu bukan bagaimana kita bilang mana yang boleh dan gak boleh diakses oleh anak-anak, tapi bagaimana kita sebagai orangtua mau dan mampu mendampingi mereka ketika internetan.

Masalahnya cuma dua ;
Pertama, anak-anaknya udah ngerti gimana internetan, orangtuanya yang gak ngerti.
Kedua, orangtuanya paham internet tapi justru gak punya waktu untuk mendampingi anak-anaknya.

Read More

Lebih Hemat Beli Di Toko Online

Belanja di toko online sebenarnya tidak hanya karena alasan kepraktisan, tapi juga bisa lebih hemat.

ilustrasi : istockphoto.com

Banyak dari kita sekarang seperti sok sibuk, hingga kadang-kadang apa-apa dibuat dengan cara yang praktis, gampang dan gak bikin banyak waktu terbuang. Apalagi yang tinggal di kota besar yang kerap kali waktunya lebih lama dihabiskan di jalan. Macet.

Toko online yang banyak banget sekarang di Indonesia sebenernya bukan hanya membuat kita terbantu mendapatkan barang yang kita perlukan dengan mudah, gak ribet dan gak perlu capek ke toko benerannya. Seringkali malah kita dapet harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga kalo kita ke toko benerannya.

Read More

Social Media Membuat Kita Suka Pamer?

Apa iya social media bikin kita suka pamer?
Bisa jadi. Pamer punya apa-apa baru, barang baru, mobil/motor baru, rumah baru, atau pacar baru mungkin?

Itu karena kebiasaan. Social media membuat kita jadi terbiasa apa aja diomongin. Dari mulai suasana hati, keluhan, omelan, sampe ke-ria-an yang pada saat itu di rasakan. Berikut juga apa yang dipunyai. Berasa kayak berbagi kesenangan.

Lagi makan, makanannya di foto sebelum di share ke Instagram dan Path.
Lagi dimana, check in dulu di Foursquare atau sekalian tag temen di Path.
Akhirnya bisa beli sesuatu yang baru pun di twitpic dan di share ke Twitter/Facebook/Path dsb dsb.
Sampe pacar baru pun sering berganti jadi display picture seorang teman
Read More