Review Film 2012

2012 Film
2012 Film

Judul Film : 2012
Pemain : John Cusack, Chiwetel Ejiofor, Amanda Peet, Thandie Newton
Sutradara : Roland Emmerich
Durasi : 158 menit

Heboh. Sebelum tayang aja semua orang dah pada heboh, bilang kalo film ini film kiamat. Setelah saya nonton, di hari pertama tayang di Palembang bersama temen-temen WongKito, yang saya simpulkan ini bukan film kiamat tapi lebih tepat dengan bencana seperti (mungkin) kiamat.

Berawal dari seorang penulis buku Jackson Curtis (yang diperankan John Cusack) yang mengajak kedua anaknya untuk kemping. Eh, ternyata areal danau Yellowstone tempat mereka akan berlibur tersebut di tutup oleh pemerintah (settingnya di Amerika). Dan mereka pun bertemu dengan ‘orang gila’  Charlie yang bilang kalo sebentar lagi akhir dari dunia alias kiamat. Jackson awalnya tidak mempercayai itu semua, tapi lambat laun Jackson sadar apa yang dikatakan Charlie semuanya benar, dan mulailah bencana terjadi.

Mulai dari tanah yang retak, bangunan jatuh seperti gempa yang sangat dahsyat terjadi, tidak hanya di Amerika tapi seluruh dunia. Jackson berusaha menyelamatkan anak-anak dan mantan istrinya. Di samping itu, pihak Amerika ternyata telah mengetahui kemungkinan akan adanya bencana besar ini, sehingga telah mempersiapkan ‘bahtera’ (saya rasa perlu kata yang lebih baik untuk ini) yaitu kapal yang sangat besar sekali untuk menyelamatkan diri dari bencana tersebut.

Saya ga mau spoiler dengan menceritakan semuanya ke temen-temen tapi mari kita bahas tentang keseluruhan film ini. Menurut saya, sekali lagi ini menurut saya, ini film terbaik yang pernah saya tonton di tahun ini. Saya sangat menyukai film tentang bencana-bencana seperti Armageddon, The Day After Tomorrow, Independence Day, Knowing, dsb, dan film ini adalah saingan Armageddon sebagai film favorit saya. Film ini dibuat begitu menakjubkan *halah*, sampe saya bertanya ‘gimana ya cara buat film segini bagusnya?

Read More

Review Buku Emak Ingin Naik Haji

Emak Ingin Naik Haji
Emak Ingin Naik Haji

Judul Buku : Emak Ingin Naik Haji
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Jumlah Halaman : 224 Halaman
Harga : Rp. 40.000

Buku ini adalah kumpulan cerpen dari Asma Nadia. Ya… seperti namanya ini cerita pendek, ya jadinya emang ceritanya pendek-pendek, terlalu pendek malah menurut saya. Tapi, salah satu cerita di buku ini dan sekaligus menjadi judul buku ini, yaitu Emak Ingin Naik Haji malah jadi sebuah film loh

Yup. Memang yang paling mengharukan adalah cerita Emak Ingin Naik Haji. Bercerita tentang keinginan seorang ibu tua yang ingin sekali naik haji, dan ia punya seorang anak yang berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi keinginan orangtuanya itu. Karena ongkos naik haji yang ga murah dan usaha Zein yang dirasa kurang akhirnya membawa Zein pada niat buruk. Niat buruk untuk ONH si Emak?

Bagaimana perjuangan Zein untuk Emak? Baca aja di buku ini dan kalo sabar bisa ntar nonton filmnya
Nih, tak kasih trailernya : Read More

Review Film Ketika Cinta Bertasbih 2

Owkeh…. sebelumnya biarkan saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430 H kepada pembaca blog saya semuanya. Maafkan kalo ngucapinnya telat, karena kesibukan saya menjadi ibu baru. Ya, mengasuh anak baru lahir itu butuh kesabaran dan setiap hari adalah belajar. Alaya memang baru 1 bulan, tepatnya 40 hari, tapi melihat dia tumbuh sampe sekarang aja udah bikin kita sekeluarga seneng banged, tiap perubahan rasanya menakjubkan. Alhamdulillah ya Allah…

Kembali ke judul. Setelah sukses dengan KCB 1, akhirnya KCB 2 bisa ditonton mulai tanggal 17 Sept 09 kemaren. Sebagai fans sejati, suami saya ngajak nonton dihari perdana pemutaran film ini, alhasil kita harus nitipin bentar Alaya sama Eyangnya.

KCB 2
KCB 2

Cerita KCB 2 pastinya diambil dari buku kedua dari dwilogi Ketika Cinta Bertasbih karya Kang Abik. Tidak seperti film pertamanya, saya liat KCB 2 lebih baik, mulai dari cerita yang memang lebih terasa islami, konflik yang baru dimulai hingga selesai dengan sempurna menyeret banyak air mata keluar, tak terkecuali saya. Saya akui air mata keluar juga saat ibunya Azzam meninggal dan Husna harus berbohong atas kematian Bu’e pada Azzam tepat di hari menjelang pernikahan Azzam dan Husna.

Munculnya Asmirandah dan Dude Harlino juga menambah warna film ini. Asmirandah emang kayaknya lumayan cocok jadi dokter dan saya rasa Asmirandah cantik banged pake jilbab panjang di film ini. Kalo Dude mah udah biasa peran baek dan alim di sinetron2, jadi ga terlalu aneh ngeliatnya.

Saya ga mau spoiler ah, biarin aja pada nonton . Ga nyesel nonton film ini, banyak hal membuat tersentuh di film ini. Saya merasa harus bisa lebih banyak belajar seperti Anna, lebih santun dan anggun sebagai muslimah, dan juga salut pada Azzam yang tak pantang menyerah mencari pendamping hidup (berharap hal ini mengilhami beberapa teman yang menginginkan tahun depan udah punya temen makan sahur di ramadhannya)

Terakhir, saya hanya mo bilang, kao saya menunggu buku-buku Kang Abik berikutnya

Review Film Ketika Cinta Bertasbih 1

Ketika Cinta Bertasbih
Ketika Cinta Bertasbih

Judul : Ketika Cinta Bertasbih
Pemain : Oki Setiana Dewi (Anna), Kholidi Asadil Alam (Azzam), Andi Arsyil Rahman (Furqon), Alice Norin, Didi Petet, Deddy Mizwar, dll
Sutradara : Chaerul Umam
Durasi : 120 menit

Seperti yang saya bayangkan sebelumnya, film ini sama seperti bukunya yang berdwilogi, jadi bersambung alias to be continue di sekuel kedua *yang entah kapan akan ditayangkan*. Feeling saya mengatakan sebenernya film yang kedua pun sudah rampung, dasar pihak Sinemart saja yang sengaja melihat kondisi pasar setelah keluar episode 1. Untungnya, film ini cuma 2 episode, kalo sampe 100 episode, ini benar-benar sinetron yang difilmkan.

Cerita dalam film ini sama persis seperti di buku Kang Abik dengan judul novel yang sama. Berbeda dengan Ayat-Ayat Cinta yang ujung filmnya berbeda, kalo KCB ini persis sama, hanya ada penambahan cerita yang membuat lucu film ini, yaitu temennya Azzam yang dari Palembang yang suka sama Cut Mala. Alur cerita yang sama, membuat saya bng belum baca berpikir bahwa temen2 yang belum baca bukunya, ga usah aja beli novelnya, toh ceritanya dibabat abi, hampir tak ada cerita yang tertinggal, jadi wajar saja kalo film ini bikin baby dalem perut saya nendang-nendang dan grasa grusu karena kelamaan, berbeda dengan Terminator Salvation yang saya tonton sebelumnya.

Karena nonton bareng si Mama dan Tante juga Adek yang emang belum baca novelnya, jadi banyak yang mengira-ngira nanti cerita sambungannya apaan. Kalo saya bilang sih Anna-nya cantik, ayu gitu wajahnya, tapi si Adek bilang kalo Anna-nya chubby gitu *kayaknya tipe adek saya emang bukan yang chubby2*

Jujur. Awalnya saya kurang suka yang jadi Azzam, tapi saya sadar memang sepertinya dialah yang pantas memerankan Azzam walo saya sangat berbeda dengan 3 adik Azzam yang cantik-cantik dan putih-putih seperti ibunya yang juga membuat si Galih menyukai film ini

Paling tidak saya suka filmnya, pemainnya walo baru sudah pandai berakting, juga tak lupa mengusung misi kebudayaan Indonesia, seperti nampak di acara walimah Tiara yang pake adat Aceh dan juga nanti pernikahan Anna dan Furqon yang menggunakan adat Gorontalo (bener ga ya? )

Silahkan bersabar untuk menunggu KCB episode 2 ya

Review Film Terminator Salvation

Terminator Salvation
Terminator Salvation

Judul : Terminator Salvation (seri 4 kalo ga salah)
Pemain : Christian Bale, Sam Worthington, Anton Yelchin, Bryce Dallas Howard
Durasi : 140 menit

Walo sempet telah 10 menit, akhirnya sempet juga nonton nih film. Saya sadari dan jujur tidak mengikuti sejarah film Terminator terdahulu alias yang sebelumnya (dari 1 -3), cuma yang saya tau, ini film soal robot-robot gitu. Peperangan antara robot/ mesin dengan manusia, yang bintangnya si Arnold Schwarzenegger itu.

Beberapa review dari temen-temen bilang, ini film keren, jadi semampunya cari waktu di sela-sela ngejer kelarin tugas dan untuk nonton. Jangan harap saya akan review dari awal sampe akhir gimana ceritanya ya, itu ga akan terjadi disini cuma mau gambarin sedikit komentar dari saya yang tampak takjub dengan semua robot yang ada d film ini.

Asli, nih film keren, apalagi robotnya euy. Keren bener. Efek suara yang kalah keren membuat nih film emang paling top ditonton di bioskop. Untungnya, selama film maen, nih baby anteng aja di perut, biasanya sih udah grasa-grusu ga jelas gitu

Entah apalagi yang selanjutnya akan terjadi dibalik peperangan antara manusia dan jaringan global Skynet yang diceritakan mampu memproduksi sendiri robot dengan nama Terminator. Weleh-weleh, sambil nonton saya sambil mikir, berapa lama ya orang buat nih film, keren puoooll deh pokoknya. Dan…… semakin suka sama cakepnya Christian Bale (John Connor), kali ini puas deh liatin mukanya tanpa seragam Batman

Ada yang blom nonton ??? Buruan deh nonton…. ga nyesel deh!