Zakat dan Berkurban di Idul Adha

Seminggu sebelum hari raya Idul Adha tiba, saya sempat kebingungan untuk cari hewan kurban. Maklum, tahun ini adalah tahun idul adha pertama saya bersama suami, dan pertama kali pula saya akhirnya ikut serta mikirin kurban. Tanya mama akhirnya, dan mama mengusulkan agar beli aja hewan kurbannya di tempat terdekat. Sayang, seribu sayang, si kakak yang notabennya kepala keluarga, kagak sempet, liatin kambing ato sapi di satu minggu terakhir.

rumah-zakat-id

Berkurban itu utamanya niat. Jadi, banyak cara jika udah ada niat. Cobalah kita untuk mengunjungi Rumah Zakat. Walo bukan yang pertama kali mempercayai jasa mereka, tapi saya masih agak kurang ‘dapet’ aja berkurban lewat jasa ini. Bukan… bukan tidak baik, dan saya melihat jasa mereka sangat dapat dipercaya, tapi saya berasa akan lebih seneng kalo yang dikurbanin diliat beneran. Berkurban itu soal kepercayaan, disanalah kita diuji untuk memaknai kepercayaan, juga untuk jasa seperti ini.

Sedikit review saya soal Rumah Zakat dot org ini :

Read More

Review Buku Bidadari-Bidadari Surga

Review lagi? Iyah…. maapkeun klo blog ini jadinya review semua. Ga review film ya review buku. Secara ya, emang hobi baca buku dan nonton sih sayah.

Judul : Bidadari-Bidadari Surga
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Jumlah halaman : 365 halaman
Harga : Rp. 47.500,-

Dari judulnya, mungkin bagi yang sering baca buku Ketika Cinta Bertasbih (KCB), Ayat-Ayat Cinta (AAC), Trilogi Syahadat Cinta (SC) akan berpikir kalo buku ini ga jauh-jauh dari cerita percintaan. Tapi, bagi yang pernah baca buku-bukunya Tere Liye kayak Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda di Sayang Allah pasti akan setuju kalo buku ini sama sekali bukan cerita percintaan ala buku ‘…… cinta’ yang sekarang banyak beredar.

Tere Liye selalu mengangkat cerita tentang kemanusiaan itu yang membuat saya mengangkat dua jempol untuk buku-bukunya. Kalo blom pernah baca karyanya, saya merekomendasikan Hafalan Shalat Delisa untuk di baca. Boong deh kalo ga tersentuh bacanya :up: jujur saya sampe

Kalo tertulis Tere Liye di buku, pasti langsung ambil, ga perlu baca resensi lagi

Bidadari-Bidadari Surga ini pun tak kalah dahsyat, lagi-lagi Tere Liye mampu membawa kita dalam cerita nan cantik berbalut persaudaraan.

Read More

Review Film Si Jago Merah

Iyah, saya review film lagi. Bulan ini saya dan si kakak 2 kali nonton bioskop. Biasanya sih sebulan paling satu kali nonton. Karena Jafis sih spoiler banged sambil cekikikan cerita di Wk-GTS 3 kemaren, jadi deh Nike, Kakak, Trendy dan Kak Arie nonton malem ini.

Si Jago Merah
Si Jago Merah

Judul film : Si Jago Merah
Pemain : Ringgo Agus Rahman, Judika, Desta, Ytonk (Club 80’s), Tika Putri, Sarah Sechan, Poppy Sovia, Indra Birowo
Sutradara : Iqbal Rais (co.produsernya Hanung Bramantyo)
Durasi : 90 menit

Sedikit cerita tentang nih film. Pertama nonton trailernya di 21cineplex dan ketawa sendiri, eh denger pula cerita anak afternoon yesterday dari Jafis, jadi sudahlah…. kita perlu banyak tertawa untuk menyeimbangkan kepusingan akan krisis global yang sedang menghantam bangsa ini.

4 mahasiswa, 1 kampus berbeda fakultas, Dede (Ringgo), Gito (Desta), Rojak (Judika) dan Kuncoro (Ytonk) harus bekerja demi membayar tunggakan uang kuliah karena orang tua mereka pada bankrut. Gito mengusulkan menjadi pemadam kebakaran, kerjanya santai karena jarang ada kebakaran.

Ternyata ga gampang jadi pemadam kebakaran, mesti latihan dan pendidikan khusus secara fisik maupun pengetahuan air dan api. Itu juga yang dialami mereka berempat. Selesai pendidikan mereka dihadapkan pada kasus yang terkadang tidak sesuai dengan pekerjaan mereka, seperti dimintai tolong mengambil cincin di lubang kloset, ngambil pus-pus yang naek ke pohon atau nyemprotin air untk efek hujan saat syuting video klip. Sampe suatu saat mereka harus memadamkan dan menolong orang-orang yang terjebak dalam kebakaran.

Read More

Indahnya Mengenang Masa Kecil

Blum lepas dari ingatan, hampir tiap hari bermain bersamanya malah ga jarang berantem.
Sering kesel, marah dan menangis karenanya.
Tapi, ga bisa lama, pasti ujung-ujungnya baekan lagi.
Apa yang saya punya, dia mesti punya.

Semakin hari, semakin besar, semakin kusadar hanya dia yang kupunya.
Hari-hari yang dilalui pun semakin sedikit untuknya.
Dia pun ikut menilai orang-orang terdekat hingga akhirnya kumenikah.

Hari ini, hari-hari sebelumnya dan hari-hari kedepan, bagaimanapun dia, dia lah yang terbaik.
Walau kadang sayang dan rindu tak terucap.
Kali ini lewat tulisan ini kuucap….

Selamat Ulang Tahun Adikku Tercintah

Tak ada tumpeng ataupun kue tart, hanya ada peluk cium serta doa yang tak henti-hentinya terucap dariku, kakak, mama dan papa

*ini posting terlama diketik*

Narsis dan Akun Pro Flickr

Seperti dugaan saya sebelumnya, setelah punya kamera baru yang umurnya belum genap 10 hari, membuat sifat narsis saya tersalurkan. Kemana-mana bawa kamera. Menurut saya, tiap pertambahan usia kita itu perlu diabadikan. Kelak anak cucu bisa liatin foto kitah

Apalagi setelah hari raya tiba. Hari kemenangan dengan silaturahmi ke sanak saudara. Itu momen paling baik yang haruslah diabadikan. Entah itu dari keluarga saya maupun keluarga suami, pokoknya tak foto aja, biar mukanya pada inget.

Sebelum menikah saya punya akun flickr pribadi, setelah fotonya berjumlah lebih dari 200, saya jadi berhenti unggah foto kesana, secara yah, kalo lebih dari 200 yang muncul di flickr cuma 200 dari yang paling baru aja, yang lama kesimpen. Akhirnya, saya buat akun lagi, kali ini berdua sama suami. Nah, udah beberapa hari ini saya unggah foto terus ke Flickr sehingga membuatnya kembung dan hampir menggenapi limit free account. Untuk kali ini, saya memutuskan untuk upgrade aja, karena akun ini akan dipake dalam jangka waktu lama dan mungkin selamanya sampe anakcucu nanti

Akun Pro Flickr saya
Akun Pro Flickr saya

Mari berfoto lagi