Catatan FGD Kode Etik Online

Hari kamis-sabtu kemarin saya berkesempatan ke Jakarta. Sejak beberapa minggu yang lalu saya di undang untuk hadir ke acara Focus Group Discussion (FGD) Kode Etik Online dari ICT Watch. Saya berangkat malem sih dari Palembang, sampe di hotel Harris, tempat acara itu diadakan malah tengah malam, jam 12 malam tepatnya. Jadi, ga sempet ngobrol banyak langsung ke kamar hotel. Saya sekamar dengan Mbak Tuteh yang ternyata jauh-jauh dari Ende, NTT. Saya dan Mbak Tuteh akhirnya ngobrol banyak sampe sekitar jam 1.30 pagi.

Suasana ruangan pagi itu

Paginya, acara di mulai jam 9.30 emang ga langsung diskusi sih. Ada sharing dulu untuk amunisi kita sebagai peserta dalam diskusi siang harinya. Dibuka oleh Mas Donny BU, lanjut deh sharing dari Mas Sammy dari APJII tentang pentingnya komunitas dalam perkembangan internet dan Mas Sigit dari PANDI tentang domain .id. Sesi kedua lanjut sharing dari Mas Anggara selaku pengacara publik yang ngerti soal hukum dan undang-undangnya, beliau memberikan beberapa kasus hukum terkait kebebasan berekspresi. Mas Nezar selaku jurnalis dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) sharing soal pewarta warna (citizen journalism).

Sesi ketiga dimulai setelah sholat jumat dan istirahat siang yaitu dari perwakilan Google Asia Pasific , Ross LaJeunesse dan Mike Orgill bercerita tentang kebijakan Google terhadap etika online dan peraturan pemerintah di sejumlah negara, mereka bahkan membuat halaman khusus Google Transparancy Report. Lanjut lagi sharing dari Pak Nukman yang memberi tahu beberapa contoh kasus di dunia online dan memberikan informasi soal perbedaan kasta di era social media saat ini. Menariknya, ada Kang Onno W Purbo yang jadi moderator, sesi ketiga ini jadi lebih bikin mata seger

Tingkatan Kasta di era socmed

Setelah ketiga sesi itu, barulah kita lanjut ke sesi diskusi. Diskusi yang pertama, kita dibagi menjadi dua grup, yaitu grup yang pro akan perlunya etika online dan grup satunya yang kontra. Saya ada di grup pertama yang pro adanya etika online. Kita diminta menuliskansekitar 12  alasan pro dan kontra ke kartu yang telah dibagikan. Setelah itu akhirnya kita diadu dengan kartu-kartu yang telah kita tulis tadi. Akhirnya, grup yang pro menang…. horeee… 

Read More

Foto Pribadi Anda di Pakai Orang Lain di Facebook? Laporkan!

Satu hari seorang teman mengirim pesan via Facebook yang isinya kurang lebih seperti ini :

nama sengaja disamarkan

Saya liat pesan ini sehari setelah pesan ini sampai, maklumlah… saya sekarang udah jarang banget liatin FB. Akhirnya, saya cek nama tersebut di kolom pencarian FB, lalu dapat. Saya menemukan foto saya beserta suami dan anak saya menjadi sebuah foto profil si YULIA ANITA teserbut. Berikut skrinsutnya :

FB atas nama Yulia Anita

Saya bingung, kenapa coba orang ini pake foto saya dan keluarga? sebagai foto profil lagi?
Akhirnya saya ngetwit soal ini, dan… saya dapet mention dari @sakaputra yang melihat ada lagi sebuah akun FB yang memasang foto saya yang sama sebagai foto profilnya. Berikut skrinsutnya :

atas nama Shara OlShop

Saya sebenernya biasa aja jika foto tersebut digunakan untuk akun pribadi. Entah apa juga maksudnya menggunakan foto orang lain jika akun tersebut murni milik orang tersebut kan ya? Setelah saya melihat ada kesamaan diantara kedua akun FB tersebut. Kalo dilihat dari info, kedua akun tersebut sepertinya dimiliki oleh orang yang sama. Masalahnya kedua akun ini digunakan sebagai akun FB untuk online shop alias untuk jualan. Saya pun tidak tahu apa produk apa yang ditawarkan keduanya, hanya saja saya ikut khawatir jika ada yang bermasalah dengan kedua akun tersebut. Gini maksudnya, jikan tiba-tiba ada yang akhirnya tertarik dan membeli barang yang dijual oleh kedua akun FB tersebut, sudah mentransfer dan ternyata Online Shop keduanya adalah palsu. Jelas yang membeli tertipu dan saya yang ada di foto profil tersebut bisa jadi tersangka penipu. Ribet kan jadinya?

Read More

Bersiap untuk Tuan Rumah Sea Games 2011

Logo Sea Games 2011
Logo Sea Games 2011

SEA GAMES tahun ini tuan rumahnya Palembang dan Jakarta loh, tau kan? kan? kan? Saya sendiri sebagai orang Palembang menyambut hal ini dengan riang gembira, kenapa ga? akan ada banyak wisatawan luar dan juga domestik di akhir tahun ini yang bakal nonton Sea Games, hotel-hotel penuh, tempat-tempat belanja akan lebih banyak dikunjungi, yang seneng siapa? kita juga kan, saya juga sebagai warga Palembang. Keriang-gembiraan saya diawal ternyata harus sedikit pupus oleh berita-berita ga enak dari pemerintah kita sendiri soal Sea Games ini. Acaranya blom juga mulai apalagi kelar, eh udah ada kasus korupsinya Nazarudin. Wisma atlet dan beberapa venue belum kelar hingga sekarang (saat saya publish tulisan ini) padahal udah tinggal 2 bulan lagi. Oke lah ya, saya ga akan bahas gimana ceritanya Nazarudin bisa mengambil dana segitu besar dari negara, biarlah pihak KPK dari pemerintah saja yang pusing mikirin itu semua. Sebenernya saya sendiri bosan mendengar berita korupsi yang terlihat seperti ga pernah ada habisnnya.

Terlepas dari pendanaan yang dikorupsi, yang ternyata belum keluar untuk Sea Games ini, saya rasa pemerintah Palembang sendiri harusnya bisa lebih kreatif dalam mengajak masyarakat Palembang lebih semangat menyambut Sea Games di kota ini. Saya merasa pemerintah daerah sendiri ga kreatif dalam menciptakan suasana menyambut Sea Games ini. Bendera semua negara yang ikutan Sea Games berdiri di tiap gedung dan perkantoran, tapi apa… masangnya kelamaan, udah keburu kotor semua tuh benderanya. Pasang spanduk/banner gitu di tiap titik segede gaban dan diganti tiap beberapa bulan, kenapa sih harus buang duit untuk bikin spanduk/banner trus diganti tiap berapa bulan? coba ya duit yang ternyata ga seberapa banyak yang ada itu dibuat kayak sovenir maskot si modo-modi itu, dijual dijalan, dihimbau untuk dibeli dan dipasang di mobil mungkin, trus bikin stiker kek. Sampe sekarang ya, saya blom nemu yang jual maskot Sea Games 2011 itu di Palembang raya ini.

Modo Modi
Modo Modi

Read More

Anten-Anten Nunggu Buko 2011

Temen-temen sekalian, daripada males-malesan bulan puasa gini, mending ikutan Anten-Anten Nunggu Buko yok. Jadi, acara ini semacem talkshow, sharing gitu. Berikut info kegiatannya ya :

ANTEN-ANTEN NUNGGU BUKO 2011
Tema: “Komunitas, Media dan Teknologi”
Bersama Onno W Purbo
Kamis, 18 Agustus 2011
Pukul 13.00 – 19.00

Aula Lantai 3 RSAB Az Zahra
Jl. Hasan Kasim No.1-2, Bkt Sangkal, Palembang

Susunan Acara :
13.00 – 14.30 : Akademi Berbagi, kelas tehnik security oleh Onno W Purbo
14.30 – 15.00 : Pembukaan acara Anten-Anten Nunggu Buko 2011
15.00 – 16.15 : Talkshow 1 : “Media Baru & Komunitas”
(Narasumber: Ardy Hidayat (Ketua Komunitas Blogger Wongkito), DetikCommunity, APJII / Relawan TIK Indonesia. Fasilitator: Onno W. Purbo)
16.15 – 17.30 : Talkshow 2 : “Cipta Media Bersama”
(Narasumber: AJI, Wikimedia Indonesia, ICT Watch, Ford Foundation. Fasilitator: Onno W. Purbo)
17.30 – 18.30 : Buka puasa dan ramah tamah

Karena tempat terbatas, pendaftaran langsung bisa mention @dreeva atau @itikkecil di Twitter atau kirim email ke nike [at] wongkito.net. Mohon yang mendaftar yang benar-benar bisa menghadiri acara ini ya, konfirmasi kehadiran kami tunggu hingga tanggal 13 Agustus 2011.