Menengok Kantor Google di Singapura

Minggu lalu, saya berkesempatan ke Singapura bersama temen-temen blogger. Acara ini sebenernya adalah hadiah bagi temen-temen blogger yang menang kompetisi video kebebasan berekspresi dari Internet Sehat. Memang, yang menang adalah dari komunitas blogger Bali dan blogger Depok, tapi beberapa blogger yang sudah ikutan kompetisi video tersebut boleh ikutan ke Singapura dengan biaya sendiri. Jadi, bukan karena saya fellow terus saya dibolehin ikut ya, temen-temen blogger lain pun boleh lho.

Yang pasti dan yang paling menggembirakan adalah bisa menengok langsung seperti apa kantornya Google disana. Sekitar 30 menit kita semua dibagi menjadi 2 kelompok untuk diajak keliling kantor Google. Saya memilih bersama Deborah, ya ya… biarlah Mike Orgill bersama temen-temen yang lainnya ya, saya sih udah beberapa kali ketemu beliau

Mbak Ajeng check in

Dari masuk kantor, kita diminta ngisi ‘buku tamu’ istilahnya, ada sebuah komputer pc kita diminta masukin nama sebagai tamu dan masukin juga mau ketemu siapa disana, otomatis semua pada ketik nama Mike Setelah itu akan keluar stiker dengan nama kita untuk ditempelkan sebagai tanda kita visitor disana. Mike bilang, kita cuma bisa foto-foto di depan aja sama kafetaria, selaen itu GAK BOLEH. Oke, mulailah kita diajak jalan-jalan keliling kantor Google.

Stiker masuk

Seperti yang pernah liat di foto-foto kantor Google dimana gitu, seperti itulah juga kantor Google di Singapura. FUN banget, kayak bukan kantor, kayak rumah yang menyenangkan sekali. Karyawannya masih muda semua, pake kaos + jeans doang ke kantor tuh, bahkan ada yang bawa guling gitu. Ga ada tuh pimpinannya punya ruang gede banget, sama aja kayak karyawan yang laen. Di setiap meja karyawannya ada PC Dell gede ditambah lagi MAC lengkap dengan tuh meja ya. Setiap meja ada logo Google ditambah nama masing-masing karyawan.

Baca selengkapnya »

Mirrorless Camera yang bikin ngiler

Setelah acara kemarenan itu, saya berkesimpulan bahwa fotografi itu memang menyenangkan. Banyak momen yang bisa kita ambil dan foto menjelaskan banyak hal yang tak bisa diungkap dengan kata-kata *tsah*

Saya saat ini emang gak ngerti sama sekali soal istilah-istilah fotografi, tapi saya rasa itu mudah dipelajari asal kitanya mau tau dan mau bertanya. Apalagi gak sulit menemukan banyak teman-teman yang pinter juga dewa soal fotografi yang pastinya mau ngajarin soal apa dan gimana juga tips trik soal foto-foto. Dari temen-temen itu emang pada ngasih saran saya buat punya DSLR (Digital Single Lens Reflex), ya… emang jadi pengen sih punya, tapi yaaa…. meni mihil gitu harganya, apalagi katanya ya klo udah punya kamera begituan nantinya akan punya keinginan untuk beli segala pernak perniknya yang gak kalah mahal.

Duit dengan jumlah juta yang lumayan banyak itu gak bisa digulirkan begitu saja hanya untuk beli DSLR yang buat saya memang belum begitu penting (lah kan saya emang gak atau belum cari duit dari sana). Maka saya rasa untuk kepengenan yang ini saya mesti nyoba untuk nabung dengan tidak terlalu menjadi prioritas

Seorang teman menyarankan saya untuk mencoba Mirrorless Camera. Nah, apa pula itu Mirrorless Camera? Maka, saya coba searching soal kamera ini.

Mirrorless Camera atau Mirrorless interchangeable-lens camera (MILC) adalah kamera tanpa kaca atau pentaprisma yang tertanam di bodi, di kamera DSLR, kaca ini fungsinya memantulkan cahaya dari lensa ke lubang intip atau viewfinder. Hal ini membuat pengguna bisa melihat image sebelum menjepret. Saat pengguna menekan shutter, mirror ini akan flip-up agar cahaya menembak image sensor. Menurut yang saya baca-baca, Mirrorless Camera ini menjadi kamera yang bisa diandalkan selain DSLR. Bodi kamera jadi lebih kecil dan kata temen saya itu cocok sekali buat cewek.

Baca selengkapnya »

Menjadi Fellow Internet Sehat 2012

Saya kepilih jadi fellow Internet Sehat 2012, seneng sih tapi…. seneng kok

Sebenernya saya juga kaget, kenapa saya yang akhirnya dipilih menjadi Fellow Internet Sehat 2012. Setelah menerima email bahwa saya terpilih jadi fellow, saya mikir juga apa saya bisa menjalankan kewajiban saya sebagai seorang fellow, tapi akhirnya saya sadar ini juga karena sudah dipertimbangkan oleh panel tim ICT Watch. Sebelum menyatakan bersedia, pastilah saya tanya suami apa saya boleh menjalankan fellow ini dengan semua yang nantinya akan saya kerjakan. Alhamdulilah ya, dia support penuh untuk semua yang saya jalankan, sepanjang sayanya emang suka.

Lantas, temen-temen mulai bertanya apa sih fellow Internet Sehat itu?
Jadi begini, Internet Sehat punya program kemitraan baru di tahun ini (yang akan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya), dinamakan ‘fellowship internet sehat’ yaitu Internet Sehat bermitra dengan individu yang tujuannya memberikan kesempatan kepada individu terpilih, sebagai seorang aktifis informasi, untuk mendapatkan dukungan secara lebih komprehensif dalam menginisiasi dan/atau mengembangkan program-programnya.

Trus kok bisa kepilih?
Fellow ini ga pake sign up atau pendaftaran. Pemilihan kandidat fellow dilakukan oleh Panel Komite Seleksi yang melakukan serangkaian pembahasan secara independen dari proses penentuan kriteria, penyeleksian kandidat, pemantauan rekam jejak hingga penggalian ide dan perspektif kandidat tentang sejumlah hal yang kontekstual dan relevan.

Ini kriteria kandidatnya :

  • Bloggerpreneurship: mampu memahami situasi di sekitarnya, memanfaatkan/menciptakan peluang dan mengambil tindakan (berinovasi) dengan informasi untuk melakukan perubahan ke hal yang lebih baik
  • Proactive blogger: aktif ngeblog dan aktif mengajak orang lain dan masyarakat sekitarnya untuk ngeblog
  • Traveler: menyukai dan leluasa dalam melakukan perjalanan, dengan fasilitas apapun yang tersedia
  • Sharing lover: memiliki kecintaan pada kegiatan berbagi ilmu, pengalaman dan pengetahuan
  • Passion-based learner: gemar dan berhasrat tinggi mempelajari dan bereksperimen dengan hal baru
  • Online & offline networker: berjejaring luas dan terus melakukan upaya untuk mengembangkannya
  • Non-block: bukan anggota dan/atau aktifis partai politik tertentu ataupun afiliasinya

Nah, jadi nantinya saya dan Asmarie sebagai fellow diharapkan bisa membuat program-program yang bisa mendorong berbagai inisiatif menumbuhkan dan mengoptimalkan konten, layanan, sumber daya dan/atau trafik Internet Indonesia dengan semangat Internet Sehat tentunya. Dan…. semua program itu akan disupport penuh sama ICT Watch.

Selengkapnya soal fellowship ini bisa dibaca disini ya.

Semoga saya dan juga Asmarie bisa menjalankan fellow ini dengan baik ya, tentunya dengan dukungan dan bantuan temen-temen blogger semua. Tanpa kalian semua, saya bukanlah siapa-siapa

Akademi Berbagi Palembang

Akber Palembang

Harusnya ya, saya menulis soal ini dari dulu-dulu, dari Akademi Berbagi (Akber) mulai ada di Palembang. Saya lupa kapan tepatnya, sekitar April 2011 mulai diadakan kelas pertama Akber Palembang, waktu itu gurunya Mas Aidil Akbar yang berbagi soal financial planning. Entah kenapa, hingga kelas ke-8 akhir tahun kemarin, yang dateng ke kelas Akber, blom juga banyak, paling banyak hanya sampai sekitar 18 orang, padahal ya Akber itu banyak banget membagi ilmu buat temen-temen semua secara FREE.

Yang belum tau, mungkin bisa kenalan dulu apa dan gimana Akber itu, tak kenal maka tak sayang kan ya

Apa sih Akademi Berbagi?
Akademi Berbagi itu adalah gerakan sosial nirlaba yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan langsung sehingga para peserta bisa meningkatkan kompetensi di bidang yang telah dipilihnya. Bentuknya adalah kelas-kelas pendek yang diajar oleh para ahli dan praktisi di bidangnya masing-masing. Kelasnya pun berpindah-pindah sesuai dengan ketersediaan ruang kelas yang disediakan oleh para donatur ruangan.

Jadi, intinya ya Akber ini dari kita, oleh kita dan untuk kita.
Siapapun bisa jadi guru untuk tema-tema tertentu dan siapapun bisa jadi muridnya. Guru gak dibayar untuk berbagi dan murid pun gak membayar untuk mendapatkan ilmu dari si guru. Namanya juga berbagi kan ya.

Temanya tentang apa aja?
Boleh apa aja kok, selama ada guru yang mau berbagi, tema apapun boleh di share

Siapa yang bisa dihubungi?
Setiap kota Akber punya kepala sekolah (kepsek) dan para relawan yang nantinya akan membantu temen-temen akber dalam melaksanakan kegiatan berbaginya. Nah, untuk Palembang kenalan dulu deh yang belom kenal, ada Mbak Ira aka Itikkecil sebagai kepseknya. Saya? Saya hanya relawan yang bantu-bantu kepsek dan teman-teman yang mau berbagi kok

Fyi, Akber Palembang udah pernah ngadain kelas financial, kelas fotografi, kelas komunitas dan blog, kelas pembuatan film dokumenter, pengajarnya top-top lho.

Baca selengkapnya »

Kepergian Seorang Kawan

Menemui hari-hari melelahkan memang biasa terjadi pada hidup kita, bukan?
Tapi, saya rasa hari ini adalah hari dimana saya ingin berkata ‘saya capek’. Ya, capek dalam hati.

Hari ini saya mendapati kabar, salah seorang kawan berpulang padaNya karena kecelakaan. Saya tidak dapat membayangkan, kawan tersebut mengalami kecelakaan parah yang merenggut nyawanya dalam hitungan menit. Saya tak lagi bisa mendengarkan kronologi peristiwa kecelakaan tersebut, saya merasa sedih.

Teringat lagi peristiwa 2 tahun lalu, dimana seorang kawan baik saya selama kuliah harus mengalami kecelakaan motor serupa. Padahal, beberapa hari sebelumnya dia sempat bercerita tentang apa yang dikerjakan dan beberapa mimpi yang hendak dia raih. Sungguh saya tidak mampu menutupi kesedihan saya, sewaktu saya tau, dia berpulang saat belum meraih mimpi-mimpinya. Saya hampir tidak percaya, di usia 23 tahun, dia pergi meninggalkan semua.

Saya rasa tidak ada yang tidak sedih disaat harus menghadapi kepergian, siapapun itu.

Saya sadar, hidup ini memang tidak pernah bisa menunggu. Saya hanya ingin di sisa hidup saya nantinya, orang-orang mampu bercerita hal-hal yang baik yang pernah saya lakukan selama hidup, itu saja.

Posted with WordPress for BlackBerry.

 Page 2 of 148  « 1   2   3   4   5  » ...   Last »