Mantra Man Jadda Wajada dan Film Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara

Dengan best seller-nya novel karya uda A.Fuadi, Negeri 5 Menara yang terkenal dengan mantra ‘man jadda wajada’, akhirnya dibuatlah sebuah film dengan judul sama seperti novelnya. Novel ini sebenarnya buku pertama dari trilogi Alif Fikri. Buku keduanya, Ranah 3 Warna saya rasa justru lebih menarik dari pada buku pertama. Entah bagaimana buku puncak dari trilogi ini. Karenanya, saya tidak terlalu berekspektasi terlalu tinggi akan film ini. Nyatanya, seperti yang sudah saya duga.

Negeri 5 Menara mengisahkan beberapa orang anak laki-laki usia SMA dengan sentral cerita si Alif Fikri, orang Padang yang merantau ke Pondok Madani dalam rangka mengikuti keinginan sang ibu agar dia bisa jadi santri. Dengan enggan akhirnya Alif tes dan akhirnya diterima di Pondok Madani. Bertemanlah dia dengan beberapa kawannya antara lain Raja, Baso dan Atang. Mereka semua menyebut diri mereka Sahibul Menara, dengan cita-cita perjalanan mereka masing-masing menaklukkan belahan dunia mana. Silakan kesini buat yang mau baca review bukunya, udah pernah saya tulis soalnya.

Berangkat dari rasa ingin tahu seperti apa novel ini difilmkan, saya nyempetin nonton film ini. Seperti yang saya bilang diawal, entah kenapa saya merasa film ini amat datar. Man Jadda Wajada seakan-akan hanya keras diucapkan para pemainnya namun tidak terlihat secara nyata. Scene dimana kepergian Baso yang harusnya menjadi satu cerita dramatis, terlihat biasa saja. Saya menginginkan film ini lebih bisa menampilkan usaha para sahibul menara yang berusaha keras bukan cuma keras meneriakkan ‘man jadda wajada’.

Read More

Review Buku Dari Datuk ke Sakura Emas

Dari Datuk ke Sakura Emas

Judul Buku : Dari Datuk ke Sakura Emas
Penulis : A. Fuadi, Alberthiene Endah, Andrei Aksana, Asma Nadia, Avianti Armand, Clara Ng, Dewi ‘Dee’ Lestari, Dewi Ria Utari, Happy Salma, Icha Rahmanti, Indra Herlambang, M. Aan Mansyur, Putu Fajar Arcana, Sitta Karina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 166 Halaman
Harga : Rp. 40.000
ISBN : 9789792269826

Dari awal buku ini terbit saya udah pengen beli aja, secara gitu ya nama-nama penulis terkenal ada disana. Sebut aja A. Fuadi, Alberthiene Endah, Dewi ‘Dee’ Lestari, Icha Rahmanti, Andrei Aksana, Indra Herlambang, Sitta Karina dan nama-nama laennya.

Iya, buku ini emang sebuah kumcer atau kumpulan cerita pendek yang dikemas khusus untuk akhirnya semua royalti dari buku ini akan disumbangkan oleh para penulis di dalamnya kepada Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Hal ini saja sudah membuat saya merasa wajib untuk membelinya

Awalnya saya ingin sekali mengobati rindu pada beberapa penulis yang tulisannya sudah lama tidak mengeluarkan buku atau tulisan terbaru mereka, seperti Icha Rahmanti yang sejak Beauty Case, blom mengeluarkan buku baru lagi, padahal Icha Rahmanti adalah salah satu penulis favorit saya loh. Tapi saya cukup kecewa, ketika mendapati tulisan Asma Nadia, Dee dan Sitta Karina ternyata republish dari tulisan lama mereka. Asma Nadia dengan Emak Ingin Naik Haji-nya, Dee dengan Mencari Herman-nya dan Sitta Karina dengan Sakura Emas-nya. Padahal saya berharap sekali ada tulisan terbaru dari mereka dalam buku ini. Kekecewaan saya akhirnya tertutupi juga oleh tulisan yang sangat menarik dari Alberthiene Endah, Icha Rahmanti dan M. Aan Mansyur

Read More

Review Buku Rindu Purnama

Rindu Purnama

Judul Buku : Rindu Purnama
Penulis : Tasaro GK dan A. Fuadi
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 348 Halaman
Harga : Rp. 54.500
ISBN : 9786028811194

Rindu hanya bermimpi pohon anggur hidup di halaman rumahnya,
Rindu pergi meninggalkan Emak dan Asep,
hingga suatu saat kembali dan membawakan Asep buah anggur yang enak itu.

Setelah kabar bahwa film berjudul Rindu Purnama akan tayang di bioskop, saya langsung tertarik.
Bukan. Bukan karena filmnya terlihat menarik, tapi justru karna film itu diadopsi dari sebuah novel, ‘Novel Keluarga’ berjudul sama, Rindu Purnama.
Lantas, apa menariknya novel itu?
Pertama, baru kali ini saya menemukan label ‘Novel Keluarga’.
Kedua, liat dong siapa penulis buku ini, Tasaro dan A. Fuadi.
Tasaro bisa dibilang penulis favorit saya, beberapa bukunya saya punya dan saya suka, ditambah dengan A. Fuadi si penulis Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna ini ga kalah keren tulisannya.
Dan, buku yang menjadikan kedua penulis itu berjudul…. Rindu Purnama.

Sebenarnya namanya Imas.
Hanya saja setelah bertemu Bang Gaj, Imas berubah menjadi Rindu.
Rindu pun berubah menjadi Purnama oleh Pak Pur.
Dan, dengan kreatifnya orang Indonesia dalam hal panggilan nama, menjadi Rindu Purnama.

Read More

Review Buku Ranah 3 Warna

Ranah 3 Warna

Judul Buku : Ranah 3 Warna
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 473 Halaman
Harga : Rp. 65.000
ISBN : 9789792263251

Wow, akhirnya buku yang ditunggu-tunggu ini kelar juga saya baca.
Ga tahan dengan bahasan suami dan adek saya yang udah nyamber duluan buku ini, saya akhirnya menyudahi buku ini dengan senyum gembira.

Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari A. Fuadi yang promonya dimana-mana bakal jadi best seller.
Seperti buku pertamanya, Negeri 5 Menara yang menjadi best seller, saya tak ragu lagi akan banyak orang menyukai buku Uda Fuadi yang kedua ini.

Kalo di Negeri 5 Menara kita melihat cerita Alif Fikri dan teman-teman Pondok Madani dengan mantra “Man Jadda wajada“, dalam buku kedua ini, Alif diceritakan memasuki masa dewasa dimana ia meneruskan pendidikannya dengan mantra baru “Man Shabara Zafira“.

Awalnya saya ngerasa bingung dengan cover buku juga pembatas buku yang dihadiahkan buku ini. Cover buku terlihat sepatu hitan dan untuk pembatas buku serupa daun. Ternyata, kalian wajib membaca buku ini dulu untuk tau apa arti dibalik semua itu. Cover itu adalah si Hitam, sepatu dari kulit jawi yang diberikan Ayah Alif sebelum Alif pergi merantau ke Bandung untuk kuliah. Daun? ya, pembatas bukunya unik, serupa daun yaitu daun maple khas negeri Kanada, tempat akhirnya Alif meraih mimpinya menginjak benua Amerika.

Read More

Review Buku Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara
Negeri 5 Menara

Judul Buku : Negeri 5 Menara
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia
Jumlah Halaman : 432 Halaman
Harga : Rp.50.000

Mumpung masih segar dalam ingatan, alias baru aja kelar baca nih buku, setelah berhari-hari terputus-putus bacanya karena harus jagain Alaya, putriku tersayang

Buku yang terinspirasi dari kisah nyata penulisnya, A. Fuadi, menceritakan Alif Fikri seorang anak laki-laki yang baru lulus Madrasah Tsanawisah (SMP) di daerah Danau Maninjau, Padang. Mencita-citakan masuk ke SMA dan melanjutkan kuliah ke ITB bersama teman sekaligus rivalnya, Randai. Namun, sayang seribu sayang, impian masuk SMA di Padang harus dikubur karena Amak, sebutan bagi ibu bagi orang Padang, menginginkan anak laki-lakinya meneruskan ke sekolah Agama, akhirnya Alif pun memilih untuk merantau ke tanah Jawa dan masuk Pondok Madani. Dari sinilah cerita dimulai.

Pondok Madani (PM) yaitu Pondok Pesantren khusus bagi laki-laki, dari PM-lah Alif akhirnya mengenal Baso, Raja, Atang, Said dan Dulmajid sampai akhirnya mereka berkawan akrab dan mengusung nama Sahibul Menara, karena mereka sering menghabiskan waktu di kaki menara PM. Ceritanya memang hanya seputar bagaimana perjuangan Alif dan kawan-kawan dalam beradaptasi dan memulai hidup juga belajar di PM. Namun, inilah hebatnya. A. Fuadi bisa membuat buku ini layaknya motivasi untuk menggapai cita-cita dengan motto “Man Jadda Wajada” yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Menurut saya, buku ini seperti saya membaca buku Sang Pemimpi, masih ingat kan bagaimana Arai dan Ikal mampu ke Sorbonne seperti yang telah mereka impikan dari kecil. Nah, N5M ini pun sama, membawa kita pada satu keyakinan bahwa apa yang kita impi-impikan itu bisa tercapai, setinggi apapun mimpi itu asalkan kita mau berusaha melebihi yang biasa orang lakukan, sungguh Tuhan Maha Mendengar semua impian kita. Inilah yang membawa Alif dkk bisa mencapai apa yang mereka impikan sampai ke benua yang mereka liat dalam gambaran awan di atas langit PM.

Saya bener-bener jadi ga sabar menunggu kelanjutan seri buku ini, yang dikabarkan sebagai trilogi Negeri 5 Menara.

Jangan pernah berhenti bermimpi, kawan!