Gathering Honda dan Wongkito

Akhir bulan Januari lalu, tepatnya 28 Januari 2012, Honda mengajak temen-temen Komunitas Blogger Wongkito kopdaran nih. Kirain ya bakal kopdar biasa aja, tapi jadinya lebih dari biasa. Disebutlah acara ini dengan nama ‘gathering’. Tujuannya sih satu ya, biar temen-temen Wongkito bisa kenalan dengan Honda Palembang dan bisa saling kerjasama dikemudian hari.

Gathering Honda dan Wongkito

Acara dimulai dengan kenalan oleh para manager-manager Honda, gak lupa namanya kenalan ya, temen-temen Wongkito yang ga bisa banyak hadir hari itu juga memperkenalkan diri masing-masing.  Setelah kenalan, Mbak Rita Kusuma langsung jelasin sedikit tentang Astra. Yang dijelasin disini dari awal mula Astra sampe semua bisnis yang dijalankan oleh Astra. Gak cuma motor lho, ternyata banyak bisnisnya mulai dari asuransi sampe perbankan. Setelah itu dilanjutkan oleh perkenalan Wongkito oleh Mbak Ira, ya seputar kegiatan yang sudah dilakukan selama 4 tahun terakhir Wongkito jalan.

Lanjut lagi dari Mas Ardy dari orang Sparepart-nya Honda. Jadi dia ngasih tau nih, apa aja perlu diperhatikan klo milih sparepart, bagaimana contoh yang asli dan yang palsu. Lalu yang paling menarik adalah sesi penjelasan PGMFI (Programmed Fuel Injection). Jadi program ini dinamakan oleh Honda dan emang dikembangkan oleh mereka. Jadi, PGMFI ini adalah sistem kendaraan bermotor yang bisa menghemat bahan bakar dan juga baik untuk lingkungan (Go Green). Semua temen-temen Wongkito yang datang hari itu, langsung dikasih simulasi bagaimana jalannya sistem PGMFI ini. Honda langsung memperlihatkan simulatornya, jadi kita akhirnya bisa ngerti gimana akhirnya PGMFI ini memang baik dikembangkan, selaen ramah lingkungan dan hemat bahan bakar, juga perawatannya lebih mudah dibanding yang tidak menggunakan PGMFI.

Read More

Emak2blogger, mengajak semua ibu untuk menulis

emak2blogger.web.id

Awalnya, saya bertemu Mbak Mira waktu acara Asean Blogger Conference di Bali, November 2011 lalu. Gak cuma kenal Mbak Mira, saya juga akhirnya bertemu Mbak Indah Juli untuk yang pertama kalinya. Karena sama-sama seorang ibu, maka yang diceritakan ya soal anak. Sampe akhirnya Mbak Mira berinisiatif untuk membuat grup di Facebook dengan nama Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB). Saya pun ditambahkan menjadi salah satu membernya.

Jujur saja, sebenernya saya nih males maenan Facebook sekarang, jadi banyaknya notifikasi baik di grup yang diikuti maupun di profil gak kebaca deh. Ternyata pas liat, membernya KEB udah lumayan banyak dan rame. Berbagi cerita, berbagi tulisan dan saling komen. Ya, memang semudah itu para ibu-ibu itu dekat. Lanjut saya mikir, apa gak sebaiknya, KEB ini punya web yang bisa diisi tulisan tentang dunia ibu-ibu? Setelah saya mikir ide itu, saya coba ngobrol sama Mbak Mira, dan ternyata Mbak Mira menyambut baik ide ini. Ya udah, akhirnya gak nunggu waktu lama, dijadiin deh idenya. Dibuatlah emak2blogger.web.id

Saya gak menyebut KEB sebagai komunitas baru, saya hanya merasa KEB adalah bagian dari dunia ibu yang harus disupport. Udah ada media menulisnya, tinggal ibu-ibunya aja yang menyempatkan waktu untuk sharing apa aja mengenai banyak hal, seperti parenting, info seputar merawat anak, resep masakan maupun info-info lainnya seputar ibu. Saya juga seorang ibu, tapi saya mungkin masih perlu banyak tau mengenai banyak hal soal dunia ibu, dan temen-temen lah yang bisa memberi info tersebut.

Grup FB KEB

Harapannya gak banyak kok, cuma mengajak para ibu atau para emak untuk saling berbagi, menulis untuk membagi semua pengalaman dan info yang diketahui untuk semua. Selain itu pastinya ingin membangun persaudaraan sesama para ibu. Begitu banyak bisa dibagi lho

Ayo, yang ibu dan calon ibu, bisa kok gabung jadi kontributor di webnya KEB. Caranya bisa liat disini nih.

Eh kalo mau dapet info laennya juga bisa follow twitternya dan gabung di grup FBnya ya

Menjadi Fellow Internet Sehat 2012

Saya kepilih jadi fellow Internet Sehat 2012, seneng sih tapi…. seneng kok

Sebenernya saya juga kaget, kenapa saya yang akhirnya dipilih menjadi Fellow Internet Sehat 2012. Setelah menerima email bahwa saya terpilih jadi fellow, saya mikir juga apa saya bisa menjalankan kewajiban saya sebagai seorang fellow, tapi akhirnya saya sadar ini juga karena sudah dipertimbangkan oleh panel tim ICT Watch. Sebelum menyatakan bersedia, pastilah saya tanya suami apa saya boleh menjalankan fellow ini dengan semua yang nantinya akan saya kerjakan. Alhamdulilah ya, dia support penuh untuk semua yang saya jalankan, sepanjang sayanya emang suka.

Lantas, temen-temen mulai bertanya apa sih fellow Internet Sehat itu?
Jadi begini, Internet Sehat punya program kemitraan baru di tahun ini (yang akan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya), dinamakan ‘fellowship internet sehat’ yaitu Internet Sehat bermitra dengan individu yang tujuannya memberikan kesempatan kepada individu terpilih, sebagai seorang aktifis informasi, untuk mendapatkan dukungan secara lebih komprehensif dalam menginisiasi dan/atau mengembangkan program-programnya.

Trus kok bisa kepilih?
Fellow ini ga pake sign up atau pendaftaran. Pemilihan kandidat fellow dilakukan oleh Panel Komite Seleksi yang melakukan serangkaian pembahasan secara independen dari proses penentuan kriteria, penyeleksian kandidat, pemantauan rekam jejak hingga penggalian ide dan perspektif kandidat tentang sejumlah hal yang kontekstual dan relevan.

Ini kriteria kandidatnya :

  • Bloggerpreneurship: mampu memahami situasi di sekitarnya, memanfaatkan/menciptakan peluang dan mengambil tindakan (berinovasi) dengan informasi untuk melakukan perubahan ke hal yang lebih baik
  • Proactive blogger: aktif ngeblog dan aktif mengajak orang lain dan masyarakat sekitarnya untuk ngeblog
  • Traveler: menyukai dan leluasa dalam melakukan perjalanan, dengan fasilitas apapun yang tersedia
  • Sharing lover: memiliki kecintaan pada kegiatan berbagi ilmu, pengalaman dan pengetahuan
  • Passion-based learner: gemar dan berhasrat tinggi mempelajari dan bereksperimen dengan hal baru
  • Online & offline networker: berjejaring luas dan terus melakukan upaya untuk mengembangkannya
  • Non-block: bukan anggota dan/atau aktifis partai politik tertentu ataupun afiliasinya

Nah, jadi nantinya saya dan Asmarie sebagai fellow diharapkan bisa membuat program-program yang bisa mendorong berbagai inisiatif menumbuhkan dan mengoptimalkan konten, layanan, sumber daya dan/atau trafik Internet Indonesia dengan semangat Internet Sehat tentunya. Dan…. semua program itu akan disupport penuh sama ICT Watch.

Selengkapnya soal fellowship ini bisa dibaca disini ya.

Semoga saya dan juga Asmarie bisa menjalankan fellow ini dengan baik ya, tentunya dengan dukungan dan bantuan temen-temen blogger semua. Tanpa kalian semua, saya bukanlah siapa-siapa

Di Balik Bebersih Sungai

Hari ini pertama kali kegiatan #bebersihsungai dilakukan. Saya rasa memang tidak mudah untuk memulai sesuatu, tapi patut untuk dicoba. Karena ide tetaplah hanya akan jadi ide jika tidak ada aksi. Dari sana, kenapa kita harus nunggu ada yang ngajak untuk punya kegiatan positif? Marilah mencoba untuk memulainya. Tidak usah mikirin banyak ga yang bakal ikut, tapi cobalah untuk mengajak untuk menjadikan ide tersebut sesuatu yang nyata.

Dari mana idenya?
Ide membersihkan sungai ini, sebenernya udah lama saya dengar dari Youth Aspiration. Fandagri pernah memaparkannya pertengahan tahun lalu untuk sama2 membersihkan Sungai Musi, karena dinilai Sungai Musi sudah semakin tidak bisa lagi diandalkan untuk kebutuhan air di Palembang jika dibiarkan terus seperti sekarang. Tapi, sampe kegiatan #bebersihsungai dilakukan Youth Aspiration belum pernah melakukan kegiatan apapun sebagai aksi nyata. Padahal saya semangat sekali dengan ide ini, Rizma pun begitu.

tim bebersih sungai kali ini

Sampai akhirnya, saya menyadari pembuat ide akan berada di satu titik itu saja jika tidak diwujudkan. Bermula dari ‘kebosanan’ saya melihat banyaknya kegiatan blogger yang terkesan asyik-asyik terus (ya, asyik tapi masih banyak aja gitu yang nyinyir :p) akhirnya saya terpikir gimana kalo blogger sekali-sekali punya kegiatan turun ke jalan, berpeluh keringat, tapi bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Kenapa tidak dengan ide bebersih sungai?

Saya coba ngajak temen-temen Wongkito, walo banyak pertanyaan, seperti kenapa harus tanggal 1 Januari? Kenapa ga gandeng komunitas laen? Sampe ke pertanyaan kita perlu publikasi untuk acara ini.

Saya coba jelaskan, saya tidak punya alasan khusus untuk tanggal 1 Januari, kecuali karena semua libur. Saya berharap akan ada banyak temen yang bisa menyempatkan sedikit waktu tidurnya, setelah begadang tahun baruan dengan ikut dalam acara ini. 1 Januari juga dimana pesta usai, saatnya bersih-bersih.

Saya tidak merasa kegiatan ini bisa dinilai asyik dimata banyak orang/blogger/netizen, maka saya merasa tidak segitu perlu untuk mengundang secara khusus via email kepada teman-temen komunitas lain. Saya dibantu teman2 coba hanya share via Facebook dan Twitter untuk info acara ini. Terima kasih sekali untuk temen-temen yang sudah membantu share info ini ya.

yang disebelah, airnya dikit, susah ngambilin sampahnya (foto:Rizma)

Untuk publikasi, saya mencoba untuk tidak menjadi seperti pejabat pemerintahan, sebelum kegiatan dimulai pada sebar info, panggil semua media untuk publikasi. Siapalah kami ini? Kami cuma butuh temen-temen support kegiatan ini dengan cara ikut dalam acaranya. Publikasi biarkan kami tulis dengan pengalaman itu.

ngumpulin sampah pinggir sungai (foto:Rizma)
Diar dan Boim turun ke bawah

Read More

Dari Bali Hingga Dialog Dini Hari

Saya kira bisa sedikit bersantai ria di Bali, menikmati pantai dan makan makanan khas Bali. Tapi ternyata cuma bisa nyicip bubur ayam Bali di Kopi Tiam Oey Denpasar deket Pop Harris hotel. Yang tadinya mau nyicip ayam betutu, batal karena yang ada malah pengen makan Indomie. Okeh, bagian ini pasti akan diledekin sama Kang Iwok, Mbak Injul dan Mbak Tuteh

CD Album 2 Dialog Dini Hari

Tapi, ga rugi juga kok, abis gala dinner Asean Blogger Conference, rabu malam itu sama Mas Anton diajakin nonton Dialog Dini Hari (DDH), mereka maen di Art Cafe di daerah Seminyak. Yang awalnya Mbak Tuteh dan Almas yang diajak kayak ga mau, sampe disana yang pada semangat itu mereka berdua, sampe foto-foto pula sama Mas Dadang si vokalisnya. Saya sih maunya foto sama Gio Zio *ditimpuk botol* tapi ga jadi Ngobrol sambil denger lagu live dari DDH rasanya enak banget gitu ya, Mbak Tuteh langsung ngefans aja gitu sama mereka. Walo gak lama, sempet lah kita ngobrol-ngobrol dan beli CD aslinya DDH. Eh, si Almas beli 2 CD yang sama lho, buat hadiahnya katanya yang satu

Foto Almas dan Mbak Tuteh (foto: Anton)

Balik dari Art Cafe udah malem banget kayaknya, tapi masih aja lanjut ngobrol tapi kali ini ada Mbak Injul, Mas Bahtiar sama Rifkie juga sambil nyobain yang namanya jus pala. Untungnya ya, tasnya si Rifkie ini ketemu (sempet ilang ala ‘bagasi Lion Air’ kalo gak, mungkin saya ga bakalan nyoba yang namanya jus pala. Kata Almas, jus pala ini biar enak tidurnya. Bener aja, abis minum jus pala, emang hangat kayak minum wedang jahe, abis itu langsung tepar di kamar masing-masing

Read More