Review Buku Balada Rosid & Delia

Cover Balada Rosid & Delia

Judul Buku : Balada Rosid & Delia
Penulis : Ben Sohib
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 235 Halaman
Harga : Rp. 39.500
ISBN : 9789791227919

Buku Ben Sohib kedua yang saya baca, setelah Se7en Heroes yang saya dapetin dari kuis twitter Kick Andy.

Buku ini yang mengilhami dibuatnya film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta. Saya jelas ga nonton filmnya karena ga diputer di bioskop kesayangan saya :)

Rosid diperankan oleh Reza Rahadian, Delia diperankan Laura Basuki dan Nabila diperankan Arumi Bachsin. Itu saja sudah cukup membuat saya mengetahui karakternya seperti apa di film, yang pasti ga jauh beda kan ya sama di buku.

Cerita ttg Rosid dan Delia yang pacaran tapi beda agama. Rosid dengan budaya betawi yang kental sejak lahir Islam, dan Delia dengan keluarganya yang Kristen.

Klo udah ngomongin agama, apalagi nikah, seperti sudah sulit ya masalahnya. Itu juga yang terjadi dengan keluarga Rosid dan Delia. Tapi keduanya seperti tidak terpisahkan. Beberapa halangan dilewati dengan tidak begitu sulit. Mereka sama2 yakin mereka berdua berjodoh.

Ben Sohib bercerita dengan menarik menurut saya, apalagi pake gaya bahasa betawi yang lancar. Sayangnya percakapan Delia dan Rosid ditulis dengan gaya ga seperti dialog orang yang sudah dekat, menurut saya begitu formal.

Read more

Review Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Judul Film : Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Sutradara : Deddy Mizwar
Pemain : Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Raharjo, Jaja Miharja, Ratu Tika Bravani, Asrul Dahlan, Tio Pakusadewo
Durasi : 115 Menit

Akhirnya bisa kembali nonton bioskop deh saya ini :D

Film ini direkomendasikan temen kantornya suami, karena emang biasanya film-film Deddy Mizwar itu bagus, jadi kita nontonlah film ini, yang memang ga bikin nyesel :) apalagi pemainnya bukan sembarangan, kalo sering nonton Para Pencari Tuhan, kamu bakal mendapati Asrul dan Udin juga maen di film ini .

Bercerita tentang Muluk (Reza Rahardian) yang telah 2 tahun lulus sebagai Sarjana Management tapi belum juga dapet pekerjaan. Sampai akhirnya Muluk bertemu dengan Komet, seorang anak yang berprofesi sebagai pencopet, ya bisa dikatakan profesional karena dalam operasinya dia ga sendirian tapi bersama beberapa temannya. Akhirnya, Muluk pun tertarik untuk memberikan pendidikan bagi para pencopet cilik yang berjumlah kira-kira hampir 20 orang itu dengan caranya sendiri.

Setelah merasa pekerjaannya sebagai Pengembang Sumber Daya Manusia, yaitu copet dirasa membutuhkan bantuan, akhirnya Muluk meminta Samsul (Asrul Dahlan) dan Pipit (Ratu Bravani) sebagai partner kerjanya. Samsul yang notabene-nya seorang Sarjana Pendidikan menduduki jabatan sebagai guru membaca yang Pancasilais dan Pipit, sang anak Pak Haji sebagai guru ngaji para pencopet tersebut.

Read more

Review Film 3 Idiots

3 Idiots

Judul Film : 3 Idiots
Pemain : Aamir KhanR. MadhavanSharman JoshiKareena Kapoor
Sutradara : Rajkumar Hirani
Durasi : 164 menit
Genre : Drama Komedi

Udah lama ga nonton film India, setelah jaman kejayaan Kuch-Kuch Hota Hai. Setelah baca review orang-orang tentang film ini, saya membuktikan film India tidak hanya mampu goyang dan nyanyi dalam cerita percintaan yang membuat penontonnya mengharu biru meneteskan air mata.

Setelah Slumdog Millionaire, akhirnya saya menemukan film keren 3 Idiots ini. Ya, mungkin bisa dikatakan saya basbang baru aja nonton. Tapi, saya tdak melewatkan film-film keren seperti ini kan :cinta:

Bercerita tentang persahabatan 3 mahasiswa yaitu Rancho (Aamir Khan), Raju (Sharman Joshi) dan Farhan (R. Madhavan) di Imperial College of Engineering. Mereka harus tinggal di asrama sampe selesai menempuh pendidikan sebagai enginer. Di balik pendidikan yang yah.. sebenernya sama aja kayak di Indonesia, kita diharuskan ngerti ini itu, menghapal diluar kepala definisi ini itu sesuai apa kata buku, tanpa tau nantinya bisa diterapkan atau tidak semua pelajaran itu.

Read more

Review Film Sang Pemimpi

Poster Sang Pemimpi
Poster Sang Pemimpi

Judul Film : Sang Pemimpi
Pemain : Nugie, Mathias Muchus, Rendi Ahmad, Vikri Septiawan, Azwir Fitrianto, Lukman Sardi, Nazril Ilham
Sutradara : Riri Riza
Durasi : 128 menit

Inilah sekuel Laskar Pelangi yang booming itu, Sang Pemimpi, diadaptasi langsung dari novel karya Andrea Hirata yang berjudul sama yaitu Sang Pemimpi. Bener, ini film yang ditunggu-tunggu tahun ini, kenapa? Buat saya, Sang Pemimpi adalah salah satu novel terbaik yang pernah saya baca, malah lebih baik dibandingkan dengan Laskar Pelangi. Jujur saja, saya lebih dulu beli buku Sang Pemimpi baru kemudian beli Laskar Pelangi, otomatis yang dibaca duluan ya Sang Pemimpi.

Novelnya memberikan semangat mengejar mimpi tak kalah baik dengan filmnya. Riri Riza dengan sangat baik mampu mengadaptasi setiap detil yang paling menarik di novel Sang Pemimpi menjadi satu tontonan segar khas cerita anak Belitong yang mulai ABG :)

Kisahnya masih tetap tentang Ikal (Kecil diperankan tetap oleh Zulfany, Remaza diperankan Vikri dan dewasa diperankan Lukman Sardi) tapi bukan lagi dengan teman-teman dari laskar Pelangi, melainkan sepupunya Arai (Remaja diperankan Rendi dan dewasa diperankan Nazril Ilham) plus Jimbron (diperankan Azwir). Sesuai judul, ini cerita tentang mimpi-mimpi Ikal dan Arai untuk sekolah ke Sorbonne, Paris.

Yang penting dari mimpi, bukanlah seberapa besar mimpi itu, tapi sebesar apa kita untuk mimpi itu
-Pak Balia-

Read more

Nominasi Festival Film Indonesia 2009

Cinema
Cinema

Inilah nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2009, lets cekedaut dan siap-siap tebak siapa yang bakalan menang :ting:

Nominasi Pemeran Wanita Terbaik :

  1. Atiqah Hasiholan (Rumah Maida)
  2. Aty Kanser (Emak Ingin Naik Haji)
  3. Leony (Identitas)
  4. Revalina S Temat (Perempuan Berkalung Surban)
  5. Titi Sjuman (Mereka Bilang Saya Monyet)

Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik :

  1. Ayu Pratiwi (Emak Ingin Naik Haji)
  2. Henidar Amroe (Mereka Bilang Saya Monyet)
  3. Niniek L Karim (Ketika Cinta Bertasbih 2)
  4. Widyawati (Perempuan Berkalung Surban)

Nominasi Pemeran Pria Terbaik :

  1. Tio Pakusadewo (Identitas)
  2. Emir Mahiri (Garuda di Dadaku)
  3. Reza Rahardian (Emak Ingin Naik Haji)
  4. Vino G Bastian (Serigala Terakhir)
  5. Yama Carlos (Rumah Maida)

Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik :

  1. Deddy Mizwar (Ketika Cinta Bertasbih 2)
  2. Frans Tumbuan (Rumah Maida)
  3. Mamiek Prakoso (Garuda di Dadaku)
  4. Reza Rahardian (King)
  5. Verdy Sulaiman (Rumah Maida)

Nominasi Sutradara Terbaik :

Read more

Review Film 2012

2012 Film
2012 Film

Judul Film : 2012
Pemain : John Cusack, Chiwetel Ejiofor, Amanda Peet, Thandie Newton
Sutradara : Roland Emmerich
Durasi : 158 menit

Heboh. Sebelum tayang aja semua orang dah pada heboh, bilang kalo film ini film kiamat. Setelah saya nonton, di hari pertama tayang di Palembang bersama temen-temen WongKito, yang saya simpulkan ini bukan film kiamat tapi lebih tepat dengan bencana seperti (mungkin) kiamat.

Berawal dari seorang penulis buku Jackson Curtis (yang diperankan John Cusack) yang mengajak kedua anaknya untuk kemping. Eh, ternyata areal danau Yellowstone tempat mereka akan berlibur tersebut di tutup oleh pemerintah (settingnya di Amerika). Dan mereka pun bertemu dengan ‘orang gila’  Charlie yang bilang kalo sebentar lagi akhir dari dunia alias kiamat. Jackson awalnya tidak mempercayai itu semua, tapi lambat laun Jackson sadar apa yang dikatakan Charlie semuanya benar, dan mulailah bencana terjadi.

Mulai dari tanah yang retak, bangunan jatuh seperti gempa yang sangat dahsyat terjadi, tidak hanya di Amerika tapi seluruh dunia. Jackson berusaha menyelamatkan anak-anak dan mantan istrinya. Di samping itu, pihak Amerika ternyata telah mengetahui kemungkinan akan adanya bencana besar ini, sehingga telah mempersiapkan ‘bahtera’ (saya rasa perlu kata yang lebih baik untuk ini) yaitu kapal yang sangat besar sekali untuk menyelamatkan diri dari bencana tersebut.

Saya ga mau spoiler dengan menceritakan semuanya ke temen-temen :piss: tapi mari kita bahas tentang keseluruhan film ini. Menurut saya, sekali lagi ini menurut saya, ini film terbaik yang pernah saya tonton di tahun ini. Saya sangat menyukai film tentang bencana-bencana seperti Armageddon, The Day After Tomorrow, Independence Day, Knowing, dsb, dan film ini adalah saingan Armageddon sebagai film favorit saya. Film ini dibuat begitu menakjubkan *halah*, sampe saya bertanya ‘gimana ya cara buat film segini bagusnya?‘ :tanya:

Read more

Review Film Ketika Cinta Bertasbih 2

Owkeh…. sebelumnya biarkan saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430 H kepada pembaca blog saya semuanya. Maafkan kalo ngucapinnya telat, karena kesibukan saya menjadi ibu baru. Ya, mengasuh anak baru lahir itu butuh kesabaran dan setiap hari adalah belajar. Alaya memang baru 1 bulan, tepatnya 40 hari, tapi melihat dia tumbuh sampe sekarang aja udah bikin kita sekeluarga seneng banged, tiap perubahan rasanya menakjubkan. Alhamdulillah ya Allah… :senyum:

Kembali ke judul. Setelah sukses dengan KCB 1, akhirnya KCB 2 bisa ditonton mulai tanggal 17 Sept 09 kemaren. Sebagai fans sejati, suami saya ngajak nonton dihari perdana pemutaran film ini, alhasil kita harus nitipin bentar Alaya sama Eyangnya.

KCB 2
KCB 2

Cerita KCB 2 pastinya diambil dari buku kedua dari dwilogi Ketika Cinta Bertasbih karya Kang Abik. Tidak seperti film pertamanya, saya liat KCB 2 lebih baik, mulai dari cerita yang memang lebih terasa islami, konflik yang baru dimulai hingga selesai dengan sempurna menyeret banyak air mata keluar, tak terkecuali saya. Saya akui air mata keluar juga saat ibunya Azzam meninggal dan Husna harus berbohong atas kematian Bu’e pada Azzam tepat di hari menjelang pernikahan Azzam dan Husna. :nangis:

Munculnya Asmirandah dan Dude Harlino juga menambah warna film ini. Asmirandah emang kayaknya lumayan cocok jadi dokter dan saya rasa Asmirandah cantik banged pake jilbab panjang di film ini. Kalo Dude mah udah biasa peran baek dan alim di sinetron2, jadi ga terlalu aneh ngeliatnya.

Saya ga mau spoiler ah, biarin aja pada nonton :senyum: . Ga nyesel nonton film ini, banyak hal membuat tersentuh di film ini. Saya merasa harus bisa lebih banyak belajar seperti Anna, lebih santun dan anggun sebagai muslimah, dan juga salut pada Azzam yang tak pantang menyerah mencari pendamping hidup (berharap hal ini mengilhami beberapa teman yang menginginkan tahun depan udah punya temen makan sahur di ramadhannya) :ting:

Terakhir, saya hanya mo bilang, kao saya menunggu buku-buku Kang Abik berikutnya :cinta: :baca: