Kontes Foto 17 Agustus Dari Hargadunia.com

Mari ikut merayakan dan memeriahkan 17 Agustus tahun ini dengan smarphone baru!

kontes foto hadiah s7 hargadunia fb adsAgustus bisa dibilang bulannya bangsa Indonesia, kalo udah masuk bulan Agustus biasanya di perumahan warga udah rame dengan hiasan merah putih, gapura kompleks rumah juga biasanya dicat ulang dengan tema merah putih, gak jarang juga ditambahkan tahun dan tanggal hari proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945. Ini berarti udah 71 tahun Indonesia merdeka. Biasanya juga ditiap daerah selalu aja ada yang menarik, ya itu permainan ala 17 Agustus kayak lomba panjang pinang, lomba makan kerupuk, lomba kelereng dalam sendok, lomba sepak bola pake daster, dan masih banyak lomba lainnya yang walau tiap tahun diadakan tetap saja menarik dan seru untuk ditonton dan diikuti. Gak cuma di RT/RW tempat tinggal, di sekolah juga rame dengan lomba-lomba, gak jarang guru juga ikut ambil bagian.

Belum lagi, biasanya ada hal unik yang terjadi hanya pada saat 17 Agustus. Kalo di Palembang nih, ada yang namanya lomba Perahu Bidar, yang cuma ada pas 17 Agustus, jadi rasanya kalo gak nonton tuh rugi banget.  Nah, biar momen 17 Agustusan ini gak hilang begitu aja, gak ada salahnya buat foto-foto. Siapa tau foto hasil jepretan kamu bisa bikin kamu dapetin Samsung Galaxy S7.

Hah? Gimana caranya?

Jadi, bagi kalian yang suka jeprat-jepret dan upload ke media sosial, berita bagus nih… Hargadunia.com ngadain Kontes Foto bertema 17 Agustus Unik di Facebook dan Instagram yang berhadiah Samsung Galaxy S7. Ngiler kan? Mupeng kan?

Read More

Galeri Crochet

Crochet itu bikin nagih
Sejauh ini, ya itu sih yang dirasain.
Awalnya sih karena hobi aja, seneng bisa bikin ini dan itu. Abis ini lanjut bikin project lain. Selalu begitu.

Sekarang, udah terhitung 7 bulan sejak saya diajarin pertama kali sama Mbak Mimi. Saya merasa banyak sekali berlatih dan punya banyak hasil yang nyata #bukanbualan dan yang pasti bikin saya seneng. Sejak saat itu, suami sih mendukung banget. Gak jarang saya di support untuk beli-beli ‘gear’ crochet sebangsa beli benang (yang udah banyak banget) dan hook aka jarum rajut. Karena jarum rajut yang enak dipake dan impor itu emang gak murah harganya
Read More

Foto Dulu, Baru Makan!

Jangan ngaku anak socmed kalo gak foto-fotoin makanan dulu sebelum dimakan!

Entah bagaimana rasanya itu makanan pokoknya difotoin dulu aja. Trus upload di Twitter/Facebook/Instagram jadi deh anak socmed masa kini, dan… kalo gak pernah lupa kebiasaan ini dan juga nulis di blog soal makanannya jadi deh kamu blogger kuliner.

Saya bukan tipe yang suka motoin makanan sebelum dimakan. Mau masakan sendiri kek mau makanan di resto kek, kayaknya yang paling enak ya nyobain makanannya. Hampir selalu saya lupa motoin makanannya, langsung aja hajar dimakan (gak lupa cuci tangan dan baca doa ya). Malah pernah saya justru motoin tulang-tulang sup iga yang sudah tandas saya makan.

Ini sih soal selera dan kebiasaan menurut saya. Ada teman saya, yang katakanlah memang blogger spesialis kuliner, tiap makan ya difoto dulu. Ada yang akhirnya cuma berakhir di social media macam Twitter dan Instagram dan ada juga yang akhirnya dituliskan benar dalam bentuk tulisan review lengkap beserta harga juga rasa dalam blog.

Mungkin ini lain sama saya, yang menikmati benar makanan (apa gak tahan laper yak? :p) kalo udah tersedia dan gak begitu unik (saya udah pernah makan dan bukan yang gimana-gimana gitu penyajiannya) ya tinggal dimakan aja. Saya malah lebih suka merhatiin desain resto kayak lampu-lampu, kursi, wallpaper, dsbnya sehingga bisa dikumpulin di Pinterest.

Ini soal interest aja sih ya, makin punya kekhususan makin bagus. Tapi, saya sih kayaknya emang gak bakat jadi blogger kuliner.

Anonim dan Penyalahgunaan Foto

Suka upload foto di Twitter? Facebook? Apalagi kalo ada tantangan ganti avatar dengan tema tertentu? Hati-hati ya, bisa jadi foto-foto kamu justru disalahgunakan.

Kemarin, saya melihat timeline Twitter seorang teman yang marah karena fotonya disalahgunakan oleh akun anonim. Oke, akun anonim itu sebenernya namanya akun pseudonim alias menggunakan nama lain yang sering kali gak ketauan siapa sebenernya orang dibalik akun itu.

Teman ini awalnya mengikuti sebuah tantangan di Twitter untuk mengupload foto bertema Lingerie di awal tahun 2012 dan baru diketahui sekarang jika foto tersebut digunakan untuk akun anonim sebagai perempuan gak bener. Hmm… kebayang kan gimana jadi gak enaknya?

Sadar akan gak enaknya, trus gimana dong? ya, yang bisa dibantu ya me-report-as-spam akun anonim tadi. Tapi, sulitnya di Twitter adalah kita gak tahu seberapa banyak jumlahnya yang me-report-as-spam sampai akun tersebut di suspend. Berbeda dengan Facebook yang punya halaman sendiri untuk me-report bahwa suatu akun itu palsu atau menyalahgunakan foto/data pribadi orang lain sehingga lebih mudah untuk Facebook menutup akun tersebut.

Jadi gak boleh ya bikin akun anonim?

Ya boleh saja, tergantung keperluannya. Jika untuk hal berbagi keseharian biasa, kenapa harus pake akun anonim? Ya pake aja akun pribadi, lebih santai, lebih mudah untuk berinteraksi dengan yang lain dan jadi terasa lebih dekat tho. Penggunaan akun anonim untuk keperluan kerjaan, bisnis dan sebagainya sih boleh aja. Yang mengkhawatirkan justru akun anonim yang dengan sembarangan ngetuit/ngomong dan malah gak tanggung jawab atas apa yang sudah di tuit/di share.

Ranah Twitter itu komplit lho, kita bisa dapetin kemudahan informasi apa saja didalamnya dan begitu juga hal-hal negatif (penipuan, bully dsb) pun bisa terjadi dengan mudah. Tinggal kita aja yang pinter-pinter menggunakannya. Kecepatan informasi didalamnya pun sangat hebat, sekali tuit di detik berikutnya bisa didapati dengan mudah yang me-ReTweet.

Think before posting ya kawan

Mirrorless Camera yang bikin ngiler

Setelah acara kemarenan itu, saya berkesimpulan bahwa fotografi itu memang menyenangkan. Banyak momen yang bisa kita ambil dan foto menjelaskan banyak hal yang tak bisa diungkap dengan kata-kata *tsah*

Saya saat ini emang gak ngerti sama sekali soal istilah-istilah fotografi, tapi saya rasa itu mudah dipelajari asal kitanya mau tau dan mau bertanya. Apalagi gak sulit menemukan banyak teman-teman yang pinter juga dewa soal fotografi yang pastinya mau ngajarin soal apa dan gimana juga tips trik soal foto-foto. Dari temen-temen itu emang pada ngasih saran saya buat punya DSLR (Digital Single Lens Reflex), ya… emang jadi pengen sih punya, tapi yaaa…. meni mihil gitu harganya, apalagi katanya ya klo udah punya kamera begituan nantinya akan punya keinginan untuk beli segala pernak perniknya yang gak kalah mahal.

Duit dengan jumlah juta yang lumayan banyak itu gak bisa digulirkan begitu saja hanya untuk beli DSLR yang buat saya memang belum begitu penting (lah kan saya emang gak atau belum cari duit dari sana). Maka saya rasa untuk kepengenan yang ini saya mesti nyoba untuk nabung dengan tidak terlalu menjadi prioritas

Seorang teman menyarankan saya untuk mencoba Mirrorless Camera. Nah, apa pula itu Mirrorless Camera? Maka, saya coba searching soal kamera ini.

Mirrorless Camera atau Mirrorless interchangeable-lens camera (MILC) adalah kamera tanpa kaca atau pentaprisma yang tertanam di bodi, di kamera DSLR, kaca ini fungsinya memantulkan cahaya dari lensa ke lubang intip atau viewfinder. Hal ini membuat pengguna bisa melihat image sebelum menjepret. Saat pengguna menekan shutter, mirror ini akan flip-up agar cahaya menembak image sensor. Menurut yang saya baca-baca, Mirrorless Camera ini menjadi kamera yang bisa diandalkan selain DSLR. Bodi kamera jadi lebih kecil dan kata temen saya itu cocok sekali buat cewek.

Read More