Review Buku Oksimoron

Oksimoron

Judul Buku : Oksimoron
Penulis : Isman H. Suryaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 296 Halaman
Harga : Rp. 55.000
ISBN : 9789792262728

Akhirnya kelar juga baca buku ini
Saya merasa tidak mengerti di bagian awal membaca buku ini. Menurut saya, Isman menuliskan deskripsinya kurang detil yang mengakibatkan saya kurang bisa membayangkan ceritanya di bagian awal. Itulah alasan yang membuat saya terasa lama sekali menyelesaikan buku ini, padahal jumlah halamannya ga sampe 300 halaman.

Okeh, pertama harus tau dulu Oksimoron itu sendiri apaan.
Menurut Wikipedia, Oksimoron itu adalah majas yang menempatkan dua antonim dalam suatu hubungan sintaksis. Bagi yang ingin tahu lebih jelas, bisa cek disini. Saya sendiri ga tau kenapa buku ini dikasih judul ‘Oksimoron’, apa karena banyak menggunakan majas tersebut? Jawaban penulisnya begini :

Read More

Review Buku Ranah 3 Warna

Ranah 3 Warna

Judul Buku : Ranah 3 Warna
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 473 Halaman
Harga : Rp. 65.000
ISBN : 9789792263251

Wow, akhirnya buku yang ditunggu-tunggu ini kelar juga saya baca.
Ga tahan dengan bahasan suami dan adek saya yang udah nyamber duluan buku ini, saya akhirnya menyudahi buku ini dengan senyum gembira.

Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari A. Fuadi yang promonya dimana-mana bakal jadi best seller.
Seperti buku pertamanya, Negeri 5 Menara yang menjadi best seller, saya tak ragu lagi akan banyak orang menyukai buku Uda Fuadi yang kedua ini.

Kalo di Negeri 5 Menara kita melihat cerita Alif Fikri dan teman-teman Pondok Madani dengan mantra “Man Jadda wajada“, dalam buku kedua ini, Alif diceritakan memasuki masa dewasa dimana ia meneruskan pendidikannya dengan mantra baru “Man Shabara Zafira“.

Awalnya saya ngerasa bingung dengan cover buku juga pembatas buku yang dihadiahkan buku ini. Cover buku terlihat sepatu hitan dan untuk pembatas buku serupa daun. Ternyata, kalian wajib membaca buku ini dulu untuk tau apa arti dibalik semua itu. Cover itu adalah si Hitam, sepatu dari kulit jawi yang diberikan Ayah Alif sebelum Alif pergi merantau ke Bandung untuk kuliah. Daun? ya, pembatas bukunya unik, serupa daun yaitu daun maple khas negeri Kanada, tempat akhirnya Alif meraih mimpinya menginjak benua Amerika.

Read More

Review Buku The Wedding Games

The Wedding Games

Judul Buku : The Wedding Games
Penulis : Fanny Hartanti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 239 Halaman
Harga : Rp. 40.000
ISBN : 9789792264760

Sebenernya setelah membaca C’est La Vie dan lanjut baca Four Season in Belgium saya sudah menunggu dengan sabar buku apalagi yang dikeluarkan Fanny Hartanti. Tapi ternyata saya masih menyukai C’est La Vie dibanding The Wedding Games ini.

Awal membaca buku ini saya seperti membaca campuran 2 buku, yaitu Alpha Wife dari Ollie dan Dongeng Semusimnya Sefryana Khairil. Setting awal yang hampir mirip banget dengan setting awal Alpha Wife eh semakin kebelakang kok malah kayak Dongeng Semusim gitu. Setelah dibagian tengah buku baru deh kembali kayak tulisan Fanny Hartanti sebelumnya.

Cerita tentang kehidupan pernikahan memang terasa hampir mirip belakangan saya baca. Dion dan Dania telah menikah bertahun-tahun tapi blom memiliki keturunan. Dania divonis sulit memiliki keturunan karena indung telurnya yang bermasalah. Sebagai pria masa kini, Dion tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bagi Dion cinta merekalah satu-satunya alasan untuk tetap bersama. Akhirnya, Dion memberi support Dania untuk mencari kesibukan.

Mulai dari mengikuti kursus memasak, Dania akhirnya bisa menjadi chef dan punya program tv sendiri, ga cuma itu, Dania juga menjadi penulis buku masakan serta punya wedding organizer sendiri. Karena kesibukan Dania itulah membuat Dion merasa bahwa Dania sudah berubah. Dania menjadi seorang yang supersibuk sampe ga peduli lagi akan suaminya. Sampai akhirnya Dion bertemu kembali dengan Astrid, cinta pertamanya sewaktu SMA.

Diawal, saya merasa romantisme yang diberikan Fanny Hartanti dalam diri Dania dan Dion terasa manis sekali, seperti pengantin baru. Saya rasa memang hal-hal romantis dalam hal-hal kecil, seperti nonton bioskop berdua, makan malam berdua atau sekedar jalan-jalan ke mall berdua itu sangat penting untuk tetap memberikan percik-percik api cinta antara suami istri. Hal itu memang saya rasakan secara pribadi.

Read More

Review Buku After Orchard

After Orchard

Judul Buku : After Orchard
Penulis : Margareta Astaman
Penerbit : Kompas
Jumlah Halaman : 192 Halaman
Harga : Rp. 38.000
ISBN : 9789797095

Sebenernya naksir buku ini setelah baca review dari Harun. Langsung deh tuh ga babibu lagi beli buku ini. Dan, bener kan saya sukaaaa….

After Orchard ini bukanlah novel sodara-sodara, bukan juga cerita cinta di negeri Singapura itu, tapi ini hanyalah sebuah cerita dari Margareta (Margie) tentang Singapura, tentang negara kecil itu, tentang kampusnya NTU, tentang orang-orangnya dan semua opininya.

Saya hanya tau Singapura adalah negara tetangga, tempatnya surga belanja bagi banyak orang Indonesia, negara kecil namun terlihat lebih maju dari Indonesia. Itu saja. Saya blom pernah kesana. Entah kenapa saya ga terlalu heboh pengen kesana, karna saya merasa masih banyak kota-kota di Indonesia yang lebih indah yang belom saya singgahi.

Margie yang akhirnya mengenyam pendidikan 4 tahun di NTU menceritakan banyak hal dibuku ini. Mulai dari kampusnya yang ternyata lebih killer dari yang saya bayangkan. Beberapa temen saya 1 SMA dulu berhasil masuk NTU karena saya tau mereka bener-bener pinter, jadi saya yakin benar, NTU adalah universitas tempat dimana semua orang-orang pintar berkumpul. Dan ternyata setelah saya membaca penuturan Margie, saya merasa yang masuk NTU ga cukup punya modal pinter doang, tapi juga harus bermental baja, rajin dan tekun untuk bisa menyelesaikan semua tugas dari awal perkuliahan sampe tugas akhir. Saya ga sanggup membayangkan yang pada kuliah disana cuma bisa berteman dengan laptop dan buku saking banyaknya tugas yang harus mereka selesaikan.

Read More

Review Buku Life On The Refrigerator Door

Life on The Refrigerator Door

Judul : Life on The Refrigerator Door
Penulis : Alice Kuipers
Penerbit : Gramedia

Entah kenapa akhirnya tertarik untuk membeli buku terjemahan ini, mungkin juga karena pengaruh review di majalah CoGirl edisi lalu. Biasanya saya males beli buku terjemahan dikarenakan saya merasa berbeda dengan penulis-penulis dalam negeri yang tulisannya udah bagus-bagus juga, kecuali yah bukunya JK Rowling dan Dan Brown, kalo dua orang itu mah saya baca, buku wajib baca tuh

Buku ini mengisahkan tentang kehidupan ibu dan anak perempuannya yang kebanyakan berdialog melalui tulisan di pintu kulkas. Sang Ibu, single parent, yang seorang dokter kandungan dan anak perempuannya, Claire yang berusia 15 tahun. Karena kesibukan si Ibu dan aktivitas Claire yang banyak di sekolah membuat mereka jarang bertemu, klo ketemu malem aja dan itu pun dah tidur kayaknya. Makanya, mereka sering menuliskan pesan di pintu kulkas.

Berbeda dengan buku lain, buku ini tak ada narasi dan deskripsi panjang lebar seperti novel kebanyakan, hanya ada pesan. Iya… pesan si Ibu dan si Anak di tiap lembar buku ini. Sehingga kita diajak untuk membaca pesan-pesan mereka satu per satu. Dari pesan biasa yang isinya cuma beberapa baris kata sampe curhat sepanjang 1 halaman dari si ibu atau si anak sendiri. Nah, dari sinilah berbagai cerita disampaikan, dari Claire yang sudah punya cowo, kerinduan anak akan kebersamaan dengan ibunya sampai si ibu yang akhirnya di vonis penyakit mematikan.

Read More