Review Buku Narasi Romantis

Narasi Romantis

Judul Buku : Narasi Romantis
Penulis : Amril Taufik Gobel
Penerbit : Daeng Battala Publishing
Jumlah Halaman : 149 Halaman
Harga : Rp. 46.500

Saya dapet buku ini langsung dari sang penulis, Mas Amril bulan lalu. Jujur ini kali pertama saya membaca buku beliau. Ternyata….. Mas Amril ini romantis loh

Buku ini memang kumpulan cerita pendek yang berbau romantis. Dari kata-kata di semua cerpen dalam buku ini terasa banget romantisnya, berasa kayak baca kata-kata pujangga cinta *halah*
Kalo liat dari orangnya secara fisik, mungkin kalian ga pernah berfikir Mas Amril ini romantis banget, coba deh kalian baca blognya dan baca buku ini, beeuuuh… bisa klepek-klepek deh tuh sama uraian kata-kata manis nan romantis.

Ada 16 narasi romantis dalam buku ini yaitu :
1. Menyapamu di Ruang Rindu
2. Balada lelaki Petang Temaram dan Perempuan Kilau Rembulan
3. Kinanti Menanti Janji
4. Perempuan yang Menghilang di Balik Hujan
5. Tentang Cinta, Pada Tiada
6. Kesempatan Kedua
7. Tentang Dia, Yang Membawa Kelam dihatinya
8. Biarkan Aku Mencintaimu Dalam Sunyi
9. Luka Sang Bidadari
10. Pengantin Mata Biru
11. Takdir Cinta
12. M.F.E.O
13. Salju di Kyoto
14. Bintang di Langit Hati
15. Seorang Pelacur dan Supir Taksi
16. Asmara Suatu Ketika
Liat aja dari semua judulnya berasa banget ya ga jauh dari cinta

Aku kembali lagi disini, perempuanku.
Pada tempat dimana semua kenangan itu pernah berasal
Juga ketika kehilangan itu berawal

Saya suka sekali dengan cerita pertama dan terakhir. Gaya penulisan Mas Amril emang bagus, terlihat menarik untuk dibaca lembar demi lembar. Beberapa pengulangan kata menguatkan cerita yang ada. Saya terpukau dengan kata-kata yang tertulis dalam buku ini, benar-benar seperti penyair, dimana saya menemukan banyak kata yang jarang saya dengar dan saya lihat dalam sebuah novel.

Read More

Narsis dan Akun Pro Flickr

Seperti dugaan saya sebelumnya, setelah punya kamera baru yang umurnya belum genap 10 hari, membuat sifat narsis saya tersalurkan. Kemana-mana bawa kamera. Menurut saya, tiap pertambahan usia kita itu perlu diabadikan. Kelak anak cucu bisa liatin foto kitah

Apalagi setelah hari raya tiba. Hari kemenangan dengan silaturahmi ke sanak saudara. Itu momen paling baik yang haruslah diabadikan. Entah itu dari keluarga saya maupun keluarga suami, pokoknya tak foto aja, biar mukanya pada inget.

Sebelum menikah saya punya akun flickr pribadi, setelah fotonya berjumlah lebih dari 200, saya jadi berhenti unggah foto kesana, secara yah, kalo lebih dari 200 yang muncul di flickr cuma 200 dari yang paling baru aja, yang lama kesimpen. Akhirnya, saya buat akun lagi, kali ini berdua sama suami. Nah, udah beberapa hari ini saya unggah foto terus ke Flickr sehingga membuatnya kembung dan hampir menggenapi limit free account. Untuk kali ini, saya memutuskan untuk upgrade aja, karena akun ini akan dipake dalam jangka waktu lama dan mungkin selamanya sampe anakcucu nanti

Akun Pro Flickr saya
Akun Pro Flickr saya

Mari berfoto lagi