Workshop Perempuan & Internet : Peluang Usaha, Terbuka!

Masih dalam peringatan Hari Perempuan Sedunia dan menjelang Hari Kartini, Komunitas Blogger Wongkito bekerja sama dengan ICT Watch ngadain acara nih di Palembang. Dibuat judulnya “Perempuan & Internet : Peluang Usaha, Terbuka!“. Jadi, nanti akan ada diskusi dan pelatihan bagaimana blog dan social media seperti Facebook dan Twitter mampu membantu banyak sekali usaha dan juga memberikan peluang usaha baru.

eposter workshop

Acara ini akan diselenggarakan tanggal 20-21 Maret 2012 bekerja sama juga dengan STMIK MDP. Hari pertama akan ada diskusi di Aula Kampus MDP tentang manfaat blog, bagaimana memulai bisnis online, bagaimana perempuan harus melek Internet dan ada juga sharing Internet Sehat dari tim ICT Watch dan juga temen-temen blogger Wongkito.

Hari kedua akan dipilih 25 orang yang akan mengikuti pelatihan untuk penggunaan blog dan social media-nya sendiri.

Hayok temen-temen di Palembang pada ikut acaranya ya. Eh, ini bukan untuk perempuan aja lho, yang laki-lakinya juga boleh ikutan.

Akademi Berbagi Palembang

Akber Palembang

Harusnya ya, saya menulis soal ini dari dulu-dulu, dari Akademi Berbagi (Akber) mulai ada di Palembang. Saya lupa kapan tepatnya, sekitar April 2011 mulai diadakan kelas pertama Akber Palembang, waktu itu gurunya Mas Aidil Akbar yang berbagi soal financial planning. Entah kenapa, hingga kelas ke-8 akhir tahun kemarin, yang dateng ke kelas Akber, blom juga banyak, paling banyak hanya sampai sekitar 18 orang, padahal ya Akber itu banyak banget membagi ilmu buat temen-temen semua secara FREE.

Yang belum tau, mungkin bisa kenalan dulu apa dan gimana Akber itu, tak kenal maka tak sayang kan ya

Apa sih Akademi Berbagi?
Akademi Berbagi itu adalah gerakan sosial nirlaba yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan langsung sehingga para peserta bisa meningkatkan kompetensi di bidang yang telah dipilihnya. Bentuknya adalah kelas-kelas pendek yang diajar oleh para ahli dan praktisi di bidangnya masing-masing. Kelasnya pun berpindah-pindah sesuai dengan ketersediaan ruang kelas yang disediakan oleh para donatur ruangan.

Jadi, intinya ya Akber ini dari kita, oleh kita dan untuk kita.
Siapapun bisa jadi guru untuk tema-tema tertentu dan siapapun bisa jadi muridnya. Guru gak dibayar untuk berbagi dan murid pun gak membayar untuk mendapatkan ilmu dari si guru. Namanya juga berbagi kan ya.

Temanya tentang apa aja?
Boleh apa aja kok, selama ada guru yang mau berbagi, tema apapun boleh di share

Siapa yang bisa dihubungi?
Setiap kota Akber punya kepala sekolah (kepsek) dan para relawan yang nantinya akan membantu temen-temen akber dalam melaksanakan kegiatan berbaginya. Nah, untuk Palembang kenalan dulu deh yang belom kenal, ada Mbak Ira aka Itikkecil sebagai kepseknya. Saya? Saya hanya relawan yang bantu-bantu kepsek dan teman-teman yang mau berbagi kok

Fyi, Akber Palembang udah pernah ngadain kelas financial, kelas fotografi, kelas komunitas dan blog, kelas pembuatan film dokumenter, pengajarnya top-top lho.

Read More

Meriahnya Opening Ceremony SEA Games 2011

Rasanya seneng banget mendengar kabar dari Adit kalo temen-temen Wongkito bisa ikut opening ceremony SEA Games 2011. Kami berkumpul malah sebelum sholat jumat di rumah Mbak Ira. Setelah sempat disuguhi makan siang nan nikmat akhirnya kami beranjak ke stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring. Gate dibuka pukul 15.00 dan sampai disana, udah rame banget dan parkirannya ya lumayan jauh dari stadion.

sebelum masuk ke stadion Gelora Sriwijaya
sebelum masuk ke stadion Gelora Sriwijaya

Setelah sempet foto-foto bentar di depan, akhirnya kami semua masuk melewati cek tiket dan pemeriksaan. Dari depan gerbang, masih harus jalan lagi menuju stadion Gelora Sriwijaya, tapi ternyata memang sudah banyak disediakan sepeda fixie, becak dan angkutan umum, karena emang ga terlalu jauh, ya mending jalan aja, apalagi acara masih lama banget dimulai.

invitation media

Karena dapet undangan media, jadi kami ber-20 itu dapet tempat di tengah, depan panggung, disisi kiri tempatnya Bapak Presiden. Ya, namanya undangan media ya, yang ada di tempat kami itu semuanya para wartawan, baik wartawan lokal, nasional sampe negara asia tenggara lainnya. dari yang cuma pake kamera kecil sampe yang segede bakul kayaknya ya cuma kita aja yang buat rusuh disana, yang laen pada adem ayem motret-motret gitu.

Mulai jam 17.00 udah ada tarian dan juga lagu-lagu dari XO IX, Elfa’s Singer juga dari lagu-lagu nasional dari Bina Vokalia. Lumayan, yang saat itu udah di dalem stadion jadi ada hiburan. Nah, mulai jam segini juga sinyal provider yang katanya sponsor resmi itu mati total. Yang tadinya saya masih bisa nge-twit di luar stadion, sampe di dalem hp semua saya taruh dalem tas saking keselnya ga ada sinyal.

giant screennya

Jam 18.00 mulai masuk Indra Bekti dan Nirina Zubir yang akhirnya menemani penonton yang sudah memenuhi stadion Gelora Sriwijaya. Lighting udah pada nyala, big screen yang keren nan gede sangat itu juga udah nyala. Sampe jam 19.00 acara dimulai, tepat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istri masuk dan menduduki singasananya. Bendera Merah Putih dikibarkan, Indonesia Raya dinyanyikan. Kembang api muncul sebagai ucapan selamat datang, keren banget! Saya sampe melongo liat kembang api segitu bagusnya.

Kembang apinya

Dilanjutkan dengan tarian yang menceritakan Palembang dan Musi oleh 4000 penari. Bayangin deh, penarinya banyak banget. Saya baru kali ini menyaksikan tarian luar biasa dengan cerita yang dibuat sedemikian rupa menggambarkan kehidupan di Kerajaan Sriwijaya. Ditambah lagi kapal yang seolah-olah melewati Sungai Musi itu, keren banget. Menjura deh sama koreografernya. Belum lagi sama banyaknya penari-penari itu ya, dengan kostum keren, tata cahaya nan apik, musiknya juga bagus. Saya merasa Palembang itu kaya banget sama budaya.

Read More

Twitter dan Bagaimana Kita Menanggapinya

Ada banyak hal yang bergeser di era 2.0 ini, kalo dulu bisa tukeran nomer telpon untuk kenalan sama teman baru, sekarang yang ditanya bukan lagi nomer telpon, tapi akun twitter. Ya, jika Facebook kayak KTP buat setiap orang yang mesti punya, Twitter menjadi temen yang tak kalah menariknya untuk dimiliki.  Kalo punya Facebook untuk mengumpulkan temen-temen lama, sebaliknya Twitter adalah tempatnya punya temen baru.

Saya sendiri punya akun Twitter sejak 7 Mei 2007, tapi akhirnya bawel ngetwit baru setahun terakhir deh kayaknya. Sejak Twitter heboh, semua orang berlomba-lomba punya akun Twitter, sampe kayaknya semua brand sekarang punya akun Twitter, dan ga cuma brand tapi juga semua institusi yang memberikan pelayanan umum pun sekarang punya akun Twitter. Harusnya ini adalah hal yang menyenangkan, ketika kita bisa lebih dekat dengan sebuah brand, sebuah layanan, sebuah institusi, sebuah akun yang memberikan informasi yang memang kita butuhkan. Cukup dengan mengikuti mereka (follow) di Twitter, kita akan dapet semua informasi yang memang ingin kita tahu.

Contoh yang paling gampang adalah bagaimana kita mengetahui tempat gentayangannya para jenderal @infomaicih misalnya. Yang mau beli keripik dengan level pedas itu bisa cek garis waktu (timeline) mereka, dan kita tinggal beli disana, mudah bukan?.
Tidak hanya itu, jika kita mau bertanya tentang suatu hal yang kita tidak tau dengan suatu info, kita bisa mention akun Twitter tersebut dan mereka pun membalasnya dengan info yang kita butuhkan. Contohnya, saya pernah nanya ke @BNI46 kenapa akses internet bankingnya ga bisa, dan ga lama kemudian mereka membalas memang karena mereka sedang melakukan perbaikan. Sungguh senang rasanya, sepertinya info yang kita butuhkan dengan mudah kita dapatkan. Sebagai pengguna kita mereka senang dekat dengan 1 brand tersebut, dan sebaliknya brand tersebutpun senang karena bisa dekat dengan penggunanya sehingga tau masalah yang sering muncul dan mereka bisa mencarikan solusinya.

Nah, itu yang mungkin seharusnya menjadi keinginan kita bersama, saling menguntungkan kedua belah pihak. Tapi apa yang ada dalam pikiran kita jika ada 1 brand justru tidak menyukai kritikan yang diberikan oleh pengguna? Saya yakin , harusnya tidak seperti itu yang harusnya terjadi.

profile @plns2jb

Seorang teman memperkenalkan saya dengan akun yang katanya dibuat oleh seorang relawan (volunteer) PLN yaitu @plns2jb. Saya ga tau kapan tepatnya, sudah mungkin sebulan terakhir Palembang sering banget mati listrik. Oke kalo 2-3 jam ya, di daerah rumah saya bisa 12 jam satu kali mati listrik, dan itu berulang di hari berikutnya. Saya sadar saya pun sering kali mengeluh soal ini, Twitter adalah salah satu tempat keluhan itu tertampung. Dan, saya tidak pernah mention sekalipun si @plns2jb ini, temen-temen saya lah yang akhirnya memperkenalkan saya dengan akun ini. Saya tak juga follow akun tersebut. Hari ini saya menerima mention seperti ini :

mention @rdlimosin

Saya tidak follow akun tersebut, karena itu saya coba cek timeline mereka, dan benar saya lihat timeline dan akun ini malah memblock beberapa twitter yang dianggap ga berguna.

twit soal block follower

Ga lama kemudian saya dapet mention dari @plns2jb berikut isinya :

Read More

Bersiap untuk Tuan Rumah Sea Games 2011

Logo Sea Games 2011
Logo Sea Games 2011

SEA GAMES tahun ini tuan rumahnya Palembang dan Jakarta loh, tau kan? kan? kan? Saya sendiri sebagai orang Palembang menyambut hal ini dengan riang gembira, kenapa ga? akan ada banyak wisatawan luar dan juga domestik di akhir tahun ini yang bakal nonton Sea Games, hotel-hotel penuh, tempat-tempat belanja akan lebih banyak dikunjungi, yang seneng siapa? kita juga kan, saya juga sebagai warga Palembang. Keriang-gembiraan saya diawal ternyata harus sedikit pupus oleh berita-berita ga enak dari pemerintah kita sendiri soal Sea Games ini. Acaranya blom juga mulai apalagi kelar, eh udah ada kasus korupsinya Nazarudin. Wisma atlet dan beberapa venue belum kelar hingga sekarang (saat saya publish tulisan ini) padahal udah tinggal 2 bulan lagi. Oke lah ya, saya ga akan bahas gimana ceritanya Nazarudin bisa mengambil dana segitu besar dari negara, biarlah pihak KPK dari pemerintah saja yang pusing mikirin itu semua. Sebenernya saya sendiri bosan mendengar berita korupsi yang terlihat seperti ga pernah ada habisnnya.

Terlepas dari pendanaan yang dikorupsi, yang ternyata belum keluar untuk Sea Games ini, saya rasa pemerintah Palembang sendiri harusnya bisa lebih kreatif dalam mengajak masyarakat Palembang lebih semangat menyambut Sea Games di kota ini. Saya merasa pemerintah daerah sendiri ga kreatif dalam menciptakan suasana menyambut Sea Games ini. Bendera semua negara yang ikutan Sea Games berdiri di tiap gedung dan perkantoran, tapi apa… masangnya kelamaan, udah keburu kotor semua tuh benderanya. Pasang spanduk/banner gitu di tiap titik segede gaban dan diganti tiap beberapa bulan, kenapa sih harus buang duit untuk bikin spanduk/banner trus diganti tiap berapa bulan? coba ya duit yang ternyata ga seberapa banyak yang ada itu dibuat kayak sovenir maskot si modo-modi itu, dijual dijalan, dihimbau untuk dibeli dan dipasang di mobil mungkin, trus bikin stiker kek. Sampe sekarang ya, saya blom nemu yang jual maskot Sea Games 2011 itu di Palembang raya ini.

Modo Modi
Modo Modi

Read More