Pasangan dan Pendamping

Saya sempat nonton tayangan Hitam Putih episode beberapa hari lalu dimana ada seorang yang menekuni hobinya akan melukis menggunakan pelepah pisang. Menurut saya lukisannya bagus banget. Hobi ini sudah ditekuninya sejak 11 tahun lalu. Saat ia memutuskan untuk fokus pada hobinya dan berhenti jadi karyawan, sang istri memilih untuk berpisah. Si istri mungkin gak pernah menyangka suaminya bisa sukses. Coba si istri tetap mendampingi suaminya, saya yakin suaminya akan lebih cepat sukses.

Pernah juga saya nonton serial Korea, Cunning Single Lady. Perempuan menikahi laki-laki yang tadinya seorang pegawai negeri, setelah beberapa lama menikah si suami resign dan memilih untuk menjadi developer game. Masa sulit dilalui hingga 4 tahun dan si istri memilih untuk berpisah. Gak taunya gak berapa lama usaha suaminya berkembang hebat dan jadi perusahaan besar. Dorongan paling besar si suami adalah ingin membuktikan ke istrinya bahwa ia bisa jadi orang besar dan sukses.

Berapa banyak pasangan yang harus berpisah karena pasangannya memilih untuk menekuni dan fokus pada hobinya lalu berhenti menjadi karyawan suatu perusahaan? Itu pilihan tiap pasangan memang.

Merintis hobi atau membangun usaha sendiri dan berhenti menjadi karyawan memang tidak mudah. Gak banyak pasangan yang bisa memahami akan hobi dan niatan baik si suami apalagi dihadapkan dengan banyaknya kebutuhan keluarga.

Read More