Review Film Quantum of Solace

Judul : Quantum of Solace
Pemain : Daniel Craig, Olga Kurvlenko
Sutradara : Marc Foster
Durasi : 100 menit

Poster Film Quantum of Solace
Poster Film Quantum of Solace

Setelah semalem nonton filmnya Mas Bond inih, maka tibalah waktunya mereview . Film seri 007 ini, film kedua Daniel Craig sebagai James Bond setelah aktingnya yang memikat di seri sebelumnya, Casino Royale. Jujur, saya sebenernya ga terlalu mengikuti seri film Bond, saya lebih memilih film bertemakan superhero kayak Batman, Spiderman, Superman, Iron Man dan -man-man yang laennya

Film kali ini sama kayak film Bond laennya, penuh adegan action nan indah yang membuat saya melongo terus dan berpikir ;
‘kameramennya cidera ga ya ngambil adegan ini?’ atau ‘berapa banyak ya film ini memakan korban?’
Tak perlu diraguin lagi deh kalo soal adegan berantemnya, beneran keren, justru masuk dalam daftar film yang lebih banyak adegan berantemnya ketimbangan ngomong-ngomongnya.

Quantum of Solace sebenernya bercerita tentang dendam. Ya, dendam, bagaimana seseorang menilai dendam itu. Harus di balas kah? atau biarkanlah menjadi sebuah kenangan buruk masa lalu?
Itu yang terjadi pada Bond yang kehilangan kekasihnya Vesper dan juga Camille yang kehilangan keluarganya dan harus menderita trauma hingga luka bakar.

Read More

Review : Siapa Bilang Kawin itu Enak ?

Judul Buku : Siapa Bilang Kawin itu Enak ?
Pengarang : Tria Barmawi
Penerbit : Metropop – Gramedia

Siapa Bilang Kawin itu Enak
Siapa Bilang Kawin itu Enak

Mungkin dah banyak yang pernah baca buku ini. Kumpulan cerita pendek tentang pasangan muda dan berbagai ceritanya mengenai perbedaan dalam pernikahan. Yah, judulnya membuat kita mengasumsikan bahwa kawin atau nikah itu ga enak pada cerita dalam buku ini. Itu juga sebabnya mengapa saya membeli buku ini. Hanya sebagai bacaan pembanding banyak buku yang sebelumnya pernah saya baca, sebut saja Diary Pengantin, Kisah Kasih di Negeri Pengantin dan Kisah Seru Pengantin Baru. Ketiga judul tersebut lebih bercerita tentang bagaimana indahnya pacaran setelah menikah. Mungkin saya boleh bilang, kebanyakan bercerita tentang indahnya pernikahan. Oh ya, yang perlu di garis bawahi adalah ini fakta, true story ya teman.

Tidak seperti buku sebelumnya yang pernah saya baca, buku ini justru menceritakan banyak perbedaan dalam rumah tangga yang baru dijalani. Misalnya cerita tentang kecape’an waktu mempersiapkan pernikahan. Itu saya akui dan saya mah setuju pisan. Waktu resepsi, kerasa capek banged, berdiri dalam waktu lumayan lama, orang makan kita blom pada bisa makan, pake high heels, harus senyum dan nyalamin begitu banyak orang. Itu pas resepsi, sebelumnya udah capek dan ruwet ini dan itu untuk preparing nikahan.

Ada lagi cerita tentang kebiasaan tidur. Biasanya sebelum nikah tidurnya selalu meluk guling dan ngadep ke tembok, eh setelah nikah masih kebawa dan si suami jadi kesel karena kebiasaan itu. Untung kebiasaan tidur saya dan suami biasa-biasa aja, suami juga ga ngorok. Ada yang bilang ngorok juga kebiasaan yang bikin istrinya sempet shock

Read More

Review Film : Doa yang Mengancam

Judul : Doa yang Mengancam
Sutradara : Hanung Bramantyo
Pemain : Aming, Ramzi, Titi Kamal, Zaskia Aditya Mecca, Cici Tegal, Jojon, Berliana Febrianti
Durasi : 110 menit

Doa yang Mengancam
Doa yang Mengancam

Malem ini, barusan kelar nonton nih film bareng sama Kakak, Adek dan Kak Arie yang janji mo nonton lebih memilih menyaksikan pertandingan SFC. Jadi deh saya berdua ajah sama suami

Udah lama pengen nonton nih film, tapi akhirnya baru jadi tadi malem. Setelah nanya di Plurk, dan sempet nanya juga ke temen yang udah nonton katanya filmnya ga masuk akal tapi hikmah dan lucunya dapet. Komen itu ga membuat saya bergeming untuk nonton nih film, apalagi ini filmnya Hanung Bramantyo, sutradara yang buat film bagus-bagus.

Adalah Madrim (Aming) tokoh utama cerita ini, yang beristrikan Juleha (Titi Kamal), bekerja sebagai kuli angkut disebuah pasar tradisional pinggiran kota. Hidup yang selalu miskin dan hutang yang terus menumpuk membuat sang istri kabur dari rumah. Sejak saat itulah Madrim dibantu dengan Kadir (Ramzi) agar berdoa agar bisa hidup berkecukupan dan menemukan istrinya kembali.

Berhari-hari berdoa, Madrim tidak juga mendapati dirinya berubah seperti yang dia inginkan dalam doanya, sampai suatu hari Madrim mengancam Tuhan, jika tidak juga mengabulkan doanya, maka ia akan murtad. Diperjalanan mencari sang istri, Madrim tersambar petir dan sejak saat itulah Madrim bisa melihat keberadaan seseorang hanya dengan melihat fotonya saja. Anak Pak Kades (Jojon) diketemukan setelah 1 tahun pergi hingga berhasil menolong kepolisian menringkus banyak buronan. Tapi satu hal, ia justru tidak dapat menemukan istrinya berada dimana.

Read More

Mahar & Laskar Pelangi The Movie

Setelah nonton di hari perdana tayang, entah kenapa saya malas untuk mereview film ini. Laskar Pelangi termasuk film yang ditunggu sejuta umat setelah Ayat-Ayat Cinta. Andrea Hirata mempercayakan pada Miles Production yang di gawangi Riri Riza dan Mira Lesmana. Yah… termasuk keluarga saya yang juga menantikan film ini untuk segera diputer di bioskop. Pengen liat aja bagaimana cerita yang ada di kepala saya waktu baca novel itu sama visualisasi yang di film ini. Bagaimana rupa Ikal, Lintang dan Mahar juga temen-temen yang laen.

Laskar Pelangiku
Laskar Pelangiku

Beberapa orang mereview dengan baik cerita di film itu berikut dengan nilainya, tapi saya tidak ikutan mereview. Seperti kata saya tadi, saya lagi males. Lumayan capek, karena beberapa hari ini harus beberes rumah sendirian karena asistenku pulang kampung dan bikin kue buat lebaran.

Gimana filmnya menurut temen-temen? Oke. Keren. Film wajib nonton !
Itu yang saya denger dari temen-temen setelah nonton film ini. Saya juga menilai yang sama. Sangat keren. Anak-anak Belitong yang memainkan peran disana natural banget aktingnya. Beneran kayak anak-anak pulau, dari mulai logat, penampilan, cara bicara, kayak ga baca script gitu.

Read More

Review : Rectoverso

Sehari setelah buku ini nyampe, saya dah kelar baca bukunya. Dengar musiknya juga.

Judul : Rectoverso
Pengarang : Dee – Dewi Lestari
Penerbit : GoodFaith

Buku ini berisi 11 kisah dan 11 lagu dari kisah yang ditulis, saya pun sebenernya pada saar baca buku ga sekalian denger musiknya, bisa ndak konsen saya baca. Secara ya, bukunya Dee itu mesti dibaca dengan konsentrasi, karena banyak menggunakan kata-kata yang ‘keren’ dengan banyak istilah khusus berbagai bidang. Ah, inti ceritanya memang satu. Cinta. Itu yang pastinya bisa kita pahami walau menggunakan kata dari daftar istilah sesulit apapun.

Berikut saya kasih sedikit kisahnya :
1. Curhat buat Sahabat
Kisah ini yang paling menarik buat saya. Entah kenapa, saya merasa kisah ini sangat alami diceritakan Dee, ga muluk, ga ribet, simpel. Tentang sahabat. :up:

2. Malaikat Juga Tahu
Awal saya merasa tertipu dengan judul ini. Tak ada malaikat di cerita ini, hanya persoalan cinta yang kadang tidak dimengerti datangnya dan bernilai apa bagi siapa.

3. Selamat Ulang Tahun
Kisah paling pendek dari semua kisah yang ada di buku ini. Bagaimana rasanya menunggu seseorang yang terlambat mengucapkan ucapan itu.

4. Aku Ada
Kayak judulnya, kisah ini ingin menyakinkan bahwa kepergian itu tetap membawa seseorang menempati posisinya di dalam hati.

Read More