Menulis itu Soal Pengalaman

Gimana caranya bisa bersepeda? Ada gak buku panduan biar bisa bersepeda?
Cuma latihan terus, akhirnya juga bisa sendiri kan?
Begitu juga dengan menulis, semakin sering kamu menulis, maka tulisan akan semakin baik.

tinggal tulis…

Paling gak, itu yang saya yakini selama ini.
Kalo ada yang bilang tulisan saya bagus, itu berarti saya lumayan banyak latihan menulis, ya dalam blog ini contohnya. Liat deh tulisan-tulisan lama saya, bisa dibilang galau banget, jarang ada yang penting, cuma yaa.. itu tadi, menulis itu soal pengalaman. Semakin sering menulis ya akan semakin baik tulisannya.

Sekarang banyak banget kompetisi blog, itu sama artinya banyak sekali kesempatan kita belajar menulis dengan mendapatkan suatu hadiah. Gak salah memang, sejauh itu bisa membuat kita mengeluarkan ide-ide nan brilian dari kepala untuk dituliskan dalam blog. Kadang hadiah memang mendorong kita untuk menulis. Sebut aja deh temen-temen saya yang banyak banget dapet hadiah dari lomba nulis di blog. Kadang saya suka takjub melihat mereka yang menang terus.

Saya gimana?
Beberapa kali ikut kompetisi nulis jarang banget menang, eh malah seringkali diminta justru jadi juri lomba nulis. Yaa… rejeki mah beda beda ya. Saya pun gak terlalu peduli dengan hadiah biasanya, kalo memang pengen ikut ya karena saya memang pengen nulis soal tema tersebut. Soal menang dan kalah, itu sih biasa, ambil sisi positifnya, bisa latihan nulis terus kan ya

Ikut kompetisi menulis blog ya gak ada salahnya. Pengalaman saya menjadi juri lomba nulis Pesona Sumsel sebulan yang lalu misalnya, saya mendapati tulisan-tulisan menarik dan juga baik gak cuma dari orang-orang Sumsel tapi juga seluruh Indonesia. Dan lagi, saya mendapati banyak hal-hal menarik yang diceritakan disana yang malah saya aja belum pernah tahu. Rencananya, tulisan-tulisan tersebut akan dibukukan yang nantinya tidak akan diperjualbelikan tapi akan diberikan ke banyak perpustakaan di Sumsel.

Kata siapa yang ikut lomba blog biasanya cuma ngarep hadiahnya? Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) pernah ngadain lomba blog dalam waktu seminggu dan hadiahnya bisa dibilang gak ada yang mahal, biasa aja, dan tebak berapa banyak yang ikut? 62 orang lho. Itu membuktikan bahwa gak selamanya hadiah bikin orang tertarik ikutan lomba nulis. Bisa karena tema yang diambil. Tapi ya gak dipungkiri juga, semakin menggiurkan hadiahnya ya akan ada banyak aja yang ikutan, apalagi kalo hadiahnya mobil gitu ya *ditoyor*

Yang perlu diingat adalah bagaimana kita bisa menulis, apapun idenya, apapun hal yang mendorongnya (entah itu lomba atau memang hanya berbagi saja) tetaplah menulis, tetaplah berbagi. Jangan sampe gak ada lomba lagi malah gak ada lagi juga tulisannya.

Tulisan Remeh Tapi Menjadikannya Dekat

Saya mengakui jarang banget blogwalking, dan saya rasa teman-teman blogger pun sekarang gitu. Jangan kan mau blogwalking, diupdate blognya aja gak sesering dulu. Salut buat temen-temen yang masih rajin update blog walau untuk hal-hal remeh sekalipun, justru hal-hal yang dibilang remeh itulah yang ngangenin.

Duluuuu sekali, di awal saya ngeblog, tulisannya galau aja gitu bahasa sekarang, sampe kadang malu banget deh kalo dibaca-baca lagi sama orang itu tulisan-tulisan lama. Cuma, walau malu saya masih menyimpan arsip dari awal saya ngeblog sampe sekarang lho, biarin aja orang bilang tulisan saya galau, gak jelas, malu-maluin, namanya juga dulu. Kalo sekarang tulisan saya dinilai lebih baik dari dulu, berarti kan jelas perbandingannya

Ada 2 hal yang biasanya kita tulis di blog, yaitu profesional life sama personal life. Profesional life itu ya tentang kerjaan kita, kegiatan sehari-hari yang kaitannya sama yang dikerjakan lah. Nah, kalo personal life yaitu cerita tentang apa yang sedang kita rasakan. Misal, lagi sedih, lagi seneng, lagi galau dan sebagainya. Kadang saya males baca tulisan yang melulu kegiatan/kerjaan seseorang, malah kangen banget tulisan-tulisan remeh nan ringan yang menjadikan kita justru lebih dekat dengan si pemilik blog.

Lah ya, saya mesti belajar banyak dari Galih yang dari awal saya kenal (tahun 2006 ya Lih?) sampe sekarang masih konsisten ngeblog, masih gak berubah dari dulu. Sharing soal pemrograman masih ada, tapi juga cerita personal lifenya pun juga ada. Hal-hal lucu, sedih, senang dan galau pun sebenarnya menarik untuk dibaca, sayangnya gak banyak orang yang mau menceritakan atau menuliskan hal-hal kayak gitu. Ada juga orang yang lebih sering menuliskannya dengan puisi kayak Mbak Irma, atau juga yang ringan ala tulisannya Fenty yang kebanyakan narsis gitu mesti ada foto dirinya *piss ya Fen*

Ya, hal-hal kayak gitu sih menarik aja buat saya. Justru saya suka bosen kalo baca tulisan di blog orang yang isinya serius-serius mulu, berikan lah sentuhan personal pada tulisanmu, gitu deh…. akan lebih enak dibaca, lebih dekat juga di hati pembaca *tsah..* :p

Gak perlu malu untuk menulis, tulis saja apa yang ingin kamu tulis. Semudah itu sebenarnya

Dari Blogger Untuk Daerahnya

Harusnya petinggi-petinggi negeri ini mampu melihat, ada banyak orang yang mau bergerak tanpa kata ‘hadiah’ apapun dari mereka.

Entah saya harus berkata apa selain merasa senang melihat ada banyak temen-temen yang menulis untuk kompetisi blog Pesona Sumsel bulan kemarin. Ada 216 tulisan yang disubmit dan itu melebihi target.

Baru kali ini Wongkito akhirnya berkesempatan mengadakan kompetisi blog. Awalnya saya dan Mas Dika (dari Trijaya) punya ide kenapa kita gak buat sesuatu yang bisa mengumpulkan banyak hal dari Palembang. Akhirnya kita seide untuk membuat kompetisi blog. Menyenangkan bertemu dengan orang-orang yang mau berpikir dan bekerja cepat atas ide-ide yang keluar. Dibuatlah kompetisi blog pesona Sumsel.

Harapan kita sederhana, ingin mengumpulkan banyak tulisan dari semua tentang Palembang khususnya dan Sumsel umumnya. Ternyata benar, ada banyak teman-teman yang akhirnya ikut memberikan kontribusinya dan saya merasa takjub. Dari membaca tulisan-tulisan tersebut saya kemudikan sadar bahwa apa yang saya ketahui tentang Palembang selama ini hanya sebagian kecil. Ada banyak tempat-tempat menarik yang ternyata belum sempat saya singgahi padahal dekat dari sini. Saya jadi tau banyak hal dengan membaca tulisan yang masuk. Gak hanya dari temen-temen yang berdomisili di Sumsel, tulisan yang masuk ternyata banyak juga dari kota lain di Indonesia. Malah yang menang berada di luar Palembang lho.

Idenya Mas Dika, kita bisa membukukan semua tulisan yang masuk. Selain membantu menginformasikan Sumsel, paling tidak ada hasil juga yang bisa dibaca banyak orang nantinya. Untuk itu semua tulisan akan dikumpulkan, diklasifikasikan dan akhirnya dibukukan. Yang mana buku ini nanti tidak untuk dijual secara komersil, tapi akan digunakan untuk keperluan pariwisata Sumsel. Direncanakan untuk diberikan ke banyak perpustakaan.

Saya hanya menyayangkan, jika pemerintah provinsi belum juga melihat bahwa para blogger sudah banyak membantu mereka untuk ‘menjual’ Sumsel ini kepada banyak orang. Kita mencoba untuk tetap dekat dengan pemerintah dengan apapun cara yang bisa dilakukan. Tapi lalu saya sadar, bahwa yang bisa dilakukan blogger seperti saya dan teman-teman hanyalah menulis dan memberitakan.

Teruslah menulis teman-teman. Beritahukan pada dunia bahwa Indonesia punya pesona yang sangat indah dan tak habis-habisnya untuk diceritakan