Kepergian Seseorang

Tidak. Bukan.
Tidak ada yang pergi dari diri saya saat ini. Hanya sedang ingin membahas sesuatu, ya.. “kepergian”.

Terkadang kepergian seseorang membawa dampak besar dalam hidup kita. Saya hanya baru saja nonton film Indonesia soal cewek yang ditinggal pergi oleh cowok yang dia sayang sebelum sempat mengatakan segalanya. Bukan saya mau mengaktifkan mode bermelow ria, bukan. Yang saya ambil, bagaimana kita belajar untuk bisa merelakan seseorang. Merelakan kepergiannya. Merelakan untuk berpulang pada yang Sang Pemberi Hidup. Tidak mudah memang.

Lain halnya dengan Geby, sang penyanyi lagu Tinggal Kenangan, yang akhir-akhir ini saya dengar dimana-mana, mulai dari kantor, radio, kelas, mall, counter HP. Saya mungkin cuma denger dari mereka yang lebih dulu tau, bahwa ada cerita dibalik lagu itu. Saya ga mau membahas ceritanya disini. Hanya ingin mengambil benang merahnya, bahwa kembali lagi, tidak mudah untuk merelakan kepergian seseorang. Beda cara pandang, beda pula akhir ceritanya.

Yang pergi, biarlah dan relakanlah ia pergi.
Selalu ada tempat dihati kita untuk mereka, membawa seluruh kenangan saat bersama.
Yakinlah mereka selalu berada dimanapun, dalam hati kita…..

Yang ‘pergi jauh’ aja harus kita relakan, apalagi hanya ‘kepergian cinta’ atau ‘tak dapat cinta’ ? :D

Blogger Itu Pilihan

Menjadi seorang blogger itu sebuah pilihan.


Itu kalimat yang diucapkan Enda Nasution di WongKito Blogger’s Day, 1 Mei 2008 kemarin.
Ya, saya sadar ngeblog dan jadi seorang blogger itu pilihan. Ya, pilihan saya kalo saya pengen narsis, cerita kehidupan sehari-hari saya, keluarga, pekerjaan saya, dan semua yang saya anggap penting untuk di posting. Saya memilih menjadi blogger, karena saya memang suka. Tidak ada paksaan, dan emang ga ada mata kuliah yang mengharuskan saya harus mengupdate tulisan saya di blog.

Begitu pula baik dan buruknya. Baiknya, setidaknya anda yang membaca postingan ini dan juga seorang blogger, pastinya tau, apa aja asyiknya jadi blogger. Buruknya, hampir tidak ada menurut saya, paling… ya cuma mengharuskan beberapa waktu untuk mengetik postingan terbaru dan untuk nge-cek update-an terbaru dari para temen-temen blogger di Google Reader.

Ada yang bertanya pada saya, gimana acara WongKito kemarin?
Menurut saya, WongKito sudah sukses menyelenggarakan acara tersebut, walau memang banyak PR yang sama-sama harus kita jadikan koreksi untuk acara WongKito selanjutnya.

Temen saya bilang, “Acara kemaren kayaknya sukses tuh, ada di semua koran yah, di tv juga ada liputannya!”. Wah, saya mah seneng banget. Walo di PalTV saya ndak kebagian di wawancara, pada heboh sih soalnya :D

Terima kasih kepada seluruh temen-temen WongKito (WK) yang udah ikutan susah payah demi event ini. Yang rela pulang cuma demi dateng ke acara ini, dan pastinya, acara ini ga akan berjalan lancar tanpa bantuan temen-temen WK sekalian.


Saya yang saat itu di daulat jadi moderator ngerasa ndak asyik ajah. Soalnya, saya juga ga punya pengalaman jadi moderator sebelumnya. Mohon temen-temen maklum :D
Saya aja dengan mau-maunya dipilih sama temen-temen jadi moderator. Maaf saja, kalau banyak salahnya, lah… blogger kan emang jago nulis, blom tentu jago ngomong, iya kan ? :p

Yang dateng ke WongKito, yang laen dah keburu pulang