04
Jan '10

Review Buku Curhat Setan

Curhat Setan

Judul Buku : Curhat Setan – Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya
Penulis : Fadh Djibran
Penerbit : Gagas Media
Jumlah Halaman : 172 Halaman
Harga : Rp. 28.000

Kita sering lupa bahwa cinta adalah kata lain dari saling mendengarkan… Sebab mendengarkan adalah saling membuka diri: saling memberi dan menerima dengan tulus.
(Hal. 23)

Ya. Cinta itu tidak melulu selalu memberi tapi cukup dengan saling mendengarkan, itulah cinta. Mengerti bahwa kekurangan dan kesalahan masing-masing pasangan justru merupakan hal yang terpenting dari semua yang kita jalani, semuanya untuk saling melengkapi.

Seperti cinta yang diungkapkan Zira pada Marva tentang cinta seorang anak sekolah dasar, sesederhana itu. Cinta anak SD saat menyanyikan lagu wajib di SD yang tak meminta kemampuan apa-apa, hanya minta dinyanyikan saja.

Setelah saya baca hampir tiga puluh halaman, lantas saya berpikir, dimana letak setannya buku ini? Tidak ada curhat si setan yang menjadi judul buku ini. Padahal buku ini sudah di cetak dengan cover sedemikian rupa agar terlihat sangar dengan menampilkan warna merah di lembaran bukunya, khas setan. Yang ada, hanya pertanyaan-pertanyaan yang lalu dicoba jawab sendiri oleh sang penulis. Pertanyaan yang sering juga timbul dalam benak kita. Sampai akhirnya, saya menemukan curhat si setan itu, dan membuat saya bergumam ‘kadang memang kita perlu banyak bertanya dan mencari sendiri jawaban atas pertanyaan itu’.

Satu lagi, saya suka dengan ‘Pulang’. Rumah adalah sebuah titik tolak dan titik kembali. Bangunan yang bukan hanya berdinding empat dengan jendela dan pintu, tapi rumah adalah tempat dimana segala kenangan tertanam, segala doa tercurah, segala harapan bertumbuh. Apalagi disaat kita tumbuh besar, berkeluarga, jauh dari orang tua, masa kecil di rumah bersama Ayah dan Ibu lah yang tidak mungkin diputar kembali. Segala rindu ada disana.

Entah, buku ini masuk kategori apa, walaupun di belakang buku ditulis masuk dalam kategori sastra, lah wong si penulisnya sendiri sulit mengkategorikan buku ini jenis apa Kadang terlalu banyak pertanyaan membuat kita jadi bingung
Satu lagi, kenapa Gagas Media ngasih pembatas buku A Cat in My Eyes (buku Fadh sebelumnya) ? Kenapa bukan Curhat Setan? Karena bertanya, tidak membuat saya berdosa kan?

Eh iya, Curhat Setan ada soundtracknya juga loh