24
Apr '14

Kartini dan Perempuan Lainnya

Kartini dan Perempuan Lainnya
Kartini dan Perempuan Lainnya
Kartini dan Perempuan Lainnya

Selamat hari kartini…
Begitu yang kita temukan setiap 21 April tiap tahunnya.
Mbak-mbak pramuniaga di mall tetiba pake kebaya (minus sanggul) dan anak-anak perempuan diminta untuk pake kebaya juga di sekolahnya.
Kartini sebenarnya bukan hanya kita lihat dari kebaya yang dikenakannya tapi lebih dari itu perjuangannya membuat perempuan saat ini bisa setara dengan laki-laki.

foto dari bimba-aiueo.com

Saat seorang teman mengucapkan selamat hari kartini pada saya, otomatis saya menjawab kalo saya bukan kartini. Mungkin malah gak bisa seperti beliau. Tapi seharusnya perempuan saat ini sudah membawa spirit yang sama dengan beliau, bahwa perempuan disetarakan dengan laki-laki, tidak dibedakan, berhak dapet porsi yang sama juga dipemerintahan, dsb. Perempuan saat ini mungkin tak sesulit dulu memperjuangkan banyak hal. Terima kasih saya untuk ibu kita Kartini yang namanya selalu harum dikenang.

Bagaimana dengan perempuan saat ini?
Kartini melahirkan perempuan-perempuan hebat saat ini. Di berbagai bidang dan aspek kehidupan, mereka semua perempuan hebat. Namun, buat saya perempuan yang paling hebat adalah mereka yang ikut andil langsung ke masyarakat untuk bisa melakukan sesuatu untuk mengubah kehidupan kaumnya agar bisa jauh lebih baik.

Baca selengkapnya…

15
Mar '14

Daripada Salah Pilih, Mending Gak Usah Milih?

Daripada Salah Pilih, Mending Gak Usah Milih?
Daripada Salah Pilih, Mending Gak Usah Milih?
Daripada Salah Pilih, Mending Gak Usah Milih?

Kampanye udah dimulai nih.
Sebelum dimulai aja udah penuh poster caleg dimana-mana kan ya?
Lah, trus kita eh saya bingung mau milih yang mana.

Gak kenal.
Si ini tuh gak baik kok mau nyalon lagi sik.
Lah ini kok malah nyalon?

Beberapa komentar kalo lihat poster caleg tuh biasanya begitu. Trus bingung lah harus pilih yang mana.

April nanti tepatnya tanggal 9, pesta demokrasi dimulai. Warga Indonesia mulai milih siapa-siapa aja anggota legilatif yang berhak dijadikan wakilnya. Saya sendiri sebetulnya kebingungan, hendak mencari kemana informasi tentang para caleg ini.

Seperti banyak dibilang, tak kenal maka tak dipilih. Maka proses mengetahui para caleg harusnya dimulai segera. Yang paling gampang adalah dengan cara googling (zaman internet begini kan harusnya gak susah lagi tho cari informasi) dengan kata kunci ‘calon legislatif 2014′. Yak sip, pencarian pertama ada dct.kpu.go.id, mari kita bahas setelah celingukan di web ini.

Baca selengkapnya…

12
Mar '14

Ikhlas Itu Ilmu Yang Sulit

Satu minggu terakhir kabar tentang meninggalnya Ade Sara (19) yang dibunuh oleh mantan pacarnya menjadi topik yang hangat dibicarakan. Bagaimana cerita lengkapnya bisa teman-teman baca di sini.

Setiap orang yang mendapati berita ini pastinya gak habis pikir, bagaimana bisa remaja yang beranjak dewasa yang baru berumur 19-20 tahun punya niat membunuh orang? Entah lah. Saya pun bertanya hal yang sama. Umur segitu kalo gak suka sama orang biasanya paling gak jauh dari pemukulan, keroyokan sampe tawuran, membunuh rasanya tidak perlu masuk dalam pikiran mereka. Mungkin ini memang hanya emosi yang tak bisa dikendalikan oleh kedua pelaku atau bisa jadi ini juga secara tidak langsung memperlihatkan peran orangtuanya.

Menonton wawancara dengan kedua orangtua Ade Sara membuat saya sedih, sesak. Saya tahu saya gak ada hubungannya dengan mereka. Tapi cara mereka memaafkan pelaku, cara mereka merelakan si anak pergi meninggalkan mereka rasanya ikhlas sekali. Si ibu bilang, pelaku H sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

Dalam pikiran saya, si ibu yang ditinggalkan anak tunggalnya dengan cara tragis banget begini tuh biasanya akan nangis meraung-raung dan gak terima banget atas apa yang dilakukan pelaku. Nyatanya saya melihat orangtua yang tegar walau tetap dengan tangis, ikhlas banget, mereka mengatakan memaafkan pelaku. Menurut saya mereka adalah orangtua yang hebat. Hebat sekali.

Ikhlas, mengikhlaskan sepertinya memang mudah untuk dikatakan. Namun, pada kenyataannya tak semua mampu mengikhlaskan sesuatu apapun itu. Dibutuhkan jiwa yang besar yang mampu melakukan hal ini. Dan itu pasti sulit. Makanya, saya merasa salut ke orang-orang yang mampu benar-benar melakukan keikhlasan yang sebenar-benarnya ikhlas.

Saya berkesimpulan bahwa hati dan jiwa yang besar untuk melakukan keikhlasan adalah hati dan jiwa yang berserah atas jalanNya, kehendakNya. Jika kita sudah mampu memahami bahwa hidup adalah atas kehendakNya, maka tak sulit untuk kita bisa punya jiwa yang besar untuk mengikhlaskan.

Berserah bukan berarti menyerah, tapi tak henti percaya
Bahwa kita memang pantas bahagia
(Gamaliel, Audrey, Cantika ~ Berserah)

20
Feb '14

Pemaafan dan Belajar Memaafkan

Pemaafan dan Belajar Memaafkan
Pemaafan dan Belajar Memaafkan
Pemaafan dan Belajar Memaafkan

Setiap manusia di dunia, pasti punya kesalahan
Tapi hanya pemberani, yang mau mengakui
Setiap manusia di dunia, pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa ksatria, yang mau memaafkan

Ada yang tahu bait lagu di atas?
Iya, lagu Sherina, judulnya Persahabatan yang ada di film Petualangan Sherina. Film ini emang kategori film anak, lagunya pun dinyanyikan Sherina waktu dia masih kecil. Tapi coba liat dari liriknya, saya rasa itu justru hal yang sulit bagi orang dewasa, tidak bagi anak-anak.

Beberapa waktu lalu, saat saya nganterin Alaya ke sekolahnya, saya kaget pagi-pagi udah ada anak laki-laki yang nangis, sebut aja namanya Fandi. Nah si Fandi ini ternyata di gigit pipinya sama Rama. Si Rama dan Fandi ini temen akrab banget yang memang biasa jadi anak laki-laki bandel di kelas Alaya. Heran juga kok sampe mereka yang malah berantem pake gigit-gigit pipi segala. Saya ikut liat, beneran sampe ada bekas gigitan lho di pipinya Fandi.

Baca selengkapnya…

09
Feb '14

Hiatus? Masih Zaman, ya?

Tahun 2014 sudah masuk bulan kedua, berarti sudah satu bulan lebih gak posting di blog ini.
Saya kangen sebenernya, hanya saja saya sedang mengalami masa dimana saya males nulis panjang (padahal blog ini juga gak pernah nulis panjang kan ya) dan pas udah nulis dan dibaca lagi sebelum di publish tetiba saya mengalami sindrom kurang pede akut.
Gak, saya gak cari-cari alesan gak update blog, tapi memang itu yang terjadi sekarang pada difi saya *halah*.

Di Twittet juga gak begitu ceriwis lagi, di blog ini banyak bener draft yang ngegantung aja gak jelas mau di publish atau gak, karena kekurangpedean saya tadi itu. Saya merasa tulisannya begitu malesin buat dibaca justru diakhir tulisan itu udah hampir selesai.
Akhirnya ya begini, hiatus bisa dibilang. Saya malah pengen banget hiatus beberapa bulan tapinya, saya malu bilang sebagai blogger kalo sebulan aja saya gak bisa publish satu tulisan pun

Saya masih menulis, itu pasti. Tapi nulisnya lebih sering di blog sebelah, lebih cepet aja sih dan updatenya juga singkat.

Hiatus udah gak zaman kali ya, jadi gak perlu bilang hiatus. Temen saya pernah bilang, gpp banyak draft, namanya hobi jafi kapan aja mau publish ya dipublish, kalo lagi males ya gak apa di draft dulu. Hehehe kedengaran seperti alasan, tapi ya bener juga.

Oke, mari kita menengok kembali beberapa draft, membaca kembali, mungkin mengeditnya lalu memberanikan untuk mempublishnya satu per satu