07
Jul '15

Ngobrolin Penulisan dan Buka Puasa Bareng Ezytravel

Ngobrolin Penulisan dan Buka Puasa Bareng Ezytravel
Ngobrolin Penulisan dan Buka Puasa Bareng Ezytravel
Ngobrolin Penulisan dan Buka Puasa Bareng Ezytravel

Udah hampir dua bulan ini saya dan teman-teman Blogger Wongkito dipercaya menjadi kontributor Hellopalembang.com. Jadi web ini tercipta atas inisiasi Ezytravel yang bikin satu portal yang diisi bareng oleh blogger setempat yang menceritakan banyak wisata dan budaya seru nan cakep dari daerahnya.

Temen-temen Hello nusantara – foto : @hyudee

Hellopalembang sendiri merupakan web kelima setelah Hellobogor, Hellosemarang, hellomakassar dan hellolombokku, baru deh Hellopalembang dan disusul Helloacehku. Nah, alhamdulilah… Selasa, 30 Juni 2015 lalu saya dan Suzan berkesempatan mengikuti workshop penulisan dan buka puasa bareng temen-temen Hello-senusantara di Jakarta. Karena jejaring blogger lumayan banyak, jadi beberapa temen dari daerah lain kebetulan udah saya kenal sebelumnya

Para peserta workshop penulisan

Workshop penulisan di Djakarta Cafe hari itu disampaikan Mbak Elok Dyah yang merupakan jurnalis senior Kompas dan pendiri komunitas Backpacker Dunia. Tentu saja workshopnya menarik apalagi yang jadi pesertanya para blogger yang butuh banget informasi dan tips seputar menulis. Mbak Elok secara detil memberikan banyak tips bagaimana caranya mengolah data, menggali informasi lebih dalam dan juga mengolah foto yang kita dapat menjadi tulisan yang baik dan enak dibaca.

Baca selengkapnya…

24
Jun '15

E-KTP Yang Tak Kunjung Selesai

Saya adalah tipe orang yang malas sekali harus mengurus ini itu yang membuang waktu lama. Pengennya sih semua jadi lebih mudah dan cepat, itu tho yang kita semua inginkan? Makanya dibuatlah sistem online. Tapi sepertinya Indonesia atau orang-orang pemerintahannya (apalagi daerah)  seperti tidak mau cepat-cepat belajar untuk sistem yang lebih cepat dan mudah.
Menyebalkan!

Sekitar 2 bulan sebelum KTP lama saya mati, itu awal Januari 2014 saya dan suami mengurus e-KTP. Datanglah kami ke kecamatan, trus dilakukanlah scan sidik jari, ya kesepuluh jari tangan (yang entah apa gunanya sampe harus 10 jari) sampe retina. Saya berdecak kagum karena ternyata orang kecamatan lumayan cekatan dalam hal ini dan juga alatnya. Berikut foto menggunakan kamera DSLR yang disediakan.

Setelah selesai kami pun berharap akan segera selesai dong ya ektpnya. Orang kecamatan bilang akan selesai dalam jangka waktu 1-2 bulan. Tapi… Hingga sekarang ektp yang dijanjikan belum juga selesai.
Sudah setahun lebih, entah apa dan bagaimana seharusnya mengapa semuanya yang harusnya menjadi mudah malah jadi lebih lama.

Baca selengkapnya…

20
Jun '15

Ramadhan 1436H : Alaya Belajar Puasa

Tahun ini bulan September nanti Alaya genap 6 tahun, rasanya gak terasa ini anak udah beranjak besar dan sebentar lagi masuk SD.  Saya dan suami sepakat bahwa tahun ini Alaya harus sudah diperkenalkan dengan puasa Ramadhan, menahan haus dan lapar untuk setengah hari saja dulu hingga adzan zuhur, namanya juga belajar.

Sahur pertama (hingga hari ini) susah gitu bangunnya, mesti digendong Ayah dulu dari kamar sampe meja makan. Dia gak mau makan, maunya cuma minum susu aja segelas. Ya sudah, saya sih gak maksa harus makan juga secara ini anak udah bangun sahur aja kan udah dapet berkahnya.

Bangun pagi biasa dia main sambil nonton Disney, jam 10an barulah dia mulai pegang-pegang perut sambil berkomentar kayak gini :
“Bunda, masih lama ya buka puasa? ”
“Bunda, perut Alaya udah grumbling”
“Bunda, gimana ini Alaya pengen makan (sebut makan yang dia pengen)”
Begitu terus dan akan diulang sejam kemudian hingga menuju adzan zuhur.
Alhamdulilahnya ini anak masih mau dibujukin, bentar lagi bukanya jam 12 trus dia balik ke kamar sambil nonton dan main apa aja, dari play dough sampe mewarnai dan sampe dia tidur-tiduran dikasur

Untuk sholat juga udah lumayan dia hafal gerakannya walau masih bertanya ini sholat apa dan berapa jumlah rakaatnya, masih suka kebalik. Nanti belajar lagi Alaya bilang.
Senangnya lagi Alaya juga udah tahu apa itu pahala, gimana biar dapet pahala dan tentang surga.

Baca selengkapnya…

19
Jun '15

GebyAR Tahapan BCA : Makin Seru dan Makin Banyak Hadiahnya!

Hasil foto nyobain AR di BCA
Hasil foto nyobain AR di BCA
Hasil foto nyobain AR di BCA

Dulu, saya merasa gak perlu lah suami istri punya rekening sampe dobel di bank yang sama, cukup salah satu saja. Setelah suami punya tabungan BCA yang digunakan secara bersama, saya merasa sudah cukup, toh sebagai istri, saya yang mengatur keuangan keluarga. Tapi sejak tahu banyak kemudahan yang ada dari BCA, saya kemudian bilang ke suami kalo mau punya rekening pribadi, jadilah saya buat tabungan BCA sendiri. Sejak saat itu semua jadi tambah lebih mudah, termasuk untuk belanja dan beberapa transaksi bayar ini itu.

Untuk belanja, menggunakan ATM atau Debit BCA dimanapun lebih enak dan gampang, hampir semua toko perbelanjaan dan resto udah bisa pake Debit BCA termasuk juga minimarket dekat rumah. Kalo kebetulan gak bawa uang tunai pastikan kalian bawa Debit BCA aja. Gak cuma itu, atm BCA juga paling banyak tersebar dimana-mana jadi gampang lah kalo harus ambil uang tunai dimana saja. Dan, yang paling penting adalah kemudahan belanja onlinenya, hampir semua toko online pakenya BCA dan lebih mudah trus cepet kalo pake yang namanya BCA Klikpay. Lengkap sudah kemudahan yang ditawarkan BCA kan? Itu sebabnya saya betah pake BCA

Nah, sekarang BCA lagi ada wahana keren yaitu Augmented Reality (AR), kalo dulu pernah ada juga dari BCA menggunakan webnya langsung sekarang lebih seru lho, kalian semua bisa secara langsung ngerasain serunya mengendarai mobil Mercedez-Benz yang jadi grand prize Gebyar Tahapan BCA (GTB) tahun 2015. Saya dan anak saya, Alaya nyobain langsung dan seru banget, Alaya sampe berapa kali nyobain deh.

Hasil foto nyobain AR di BCA

Baca selengkapnya…

26
May '15

Memahami Hubungan Ayah & Anak Dari Toba Dreams

Sukses itu bukan saat kamu berhasi jadi orang kaya, tapi saat kamu berhasil menjadi orang baik.

Seorang teman merekomendasikan film Toba Dreams ini pada saya dengan testimonial bahwa film ini adalah film Indonesia terbaik yang pernah ia tonton. Oke…baiklah, akhirnya dengan tidak menonton trailernya lebih dulu saya putuskan untuk menonton film dimana Vino G. Bastian berakting dengan istrinya sendiri, Marsha Timothy ini. Toh ini bukan film keduanya yang pernah saya tonton, sebelumnya saya sudah pernah menonton Air Mata Terakhir Bunda, dimana pasangan ini juga yang main.

Sesuai judulnya film ini tentu film yang bersetting Danau Toba. Benar saja, sepanjang film mata saya menikmati keindahan Danau Toba nan indah itu. Jelas dari judulnya pun kita suah tahu, film ini akan kental dengan budaya batak walau tak hanya di Balige syutingnya tapi juga tetap ada Jakarta.

Film dimulai dengan Sersan Tebe (Mathias Muchus) yang pensiun dari pekerjaan sebagai anggota TNI Angkatan Darat. Sebagai seorang prajurit pembela negara nan idealis, segera setelah selesai masa kerjanya dia mengajak istri dan 3 anaknya, Ronggul (Vino Bastian), Semurung dan Taruli kembali ke desa tempat dia berasal yaitu di Balige, Toba. Sebagai seorang bapak yang sering bertugas semasa kerjanya, Ronggul sebagai anak tertua tidak mendapat didikan langsung dari Sang Ayah dan ia juga merasa ayahnya tidak sayang padanya dibandingkan 2 adiknya yang lain. Ronggul akhirnya besar menjadi anak yang keras kepala dan selalu berbeda pendapat dengan sang ayah. Pak Tebe mengatakan Ronggul adalah anak yang berperangai buruk. Ronggul sebenarnya ingin menjadi apa yang dia inginkan, bukan menjadi apa yang ayahnya inginkan menjadi seorang prajurit. Sebagai seorang prajurit Pak Tebe mengharuskan anak-anaknya menjadi apa yang ia mau layaknya komandan pada anak buahnya.

Baca selengkapnya…