10
May '11

Review Buku Hot Chocolate

Hot Chocolate

Judul Buku : Hot Chocolate
Penulis : Kinoysan
Penerbit : Media Pressindo
Jumlah Halaman : 326 Halaman
Harga : Rp. 45.000
ISBN : 9789799110060

Kinoysan sebenarnya nama penulis yang tak asing bagi saya, sebelumnya saya sudah pernah baca Tahajud Cinta dan beberapa tulisan non fiksi lainnya, tapi justru baru kali ini saya membaca tulisan fiksinya. Rasanya, seperti mencicipi Hot Chocolate pertama kali. Terasa enak!

“Gue nggak mau nikah sama dia. Ngapain nikah sama orang yang udah nggak sayang sama gue?”
“Elo lebih rela ngorbanin perasaan elo?”
“Bukan. Itu perlindungan buat gue. Rugi nikah sama cowok yang hatinya untuk perempuan lain! Emang enak dapat badannya doang! Mending cari lagi!”

Menceritakan perjalanan cinta Berlian diantara 3 lelaki yaitu Bondan, Bimo dan Bastian. Bondan dan Bimo adalah rekan sekerja Berlian di suatu rumah produksi, Intan Perdana, sedangkan Bastian adalah teman sejak kecilnya Berlian. Bondan adalah teman sekerja sekaligus orang yang mengasah kemampuan Berlian dari awal tidak tahu apa-apa menjadi seorang creative editor yang handal. Bondan dan Berlian sering kali terlibat banyak pekerjaan yang sama sehingga membuat mereka terlihat kompak dimata orang-orang sekantor, sampai muncul gosip mereka berpacaran. Namun, ternyata Berlian menyimpan kekaguman pada Bimo yang juga rekan sekantor Berlian. Bimo sangat bertolak belakang dengan Bondan. Jika Bondan adalah sosok yang semaunya dan ga alim lain dengan Bimo yang terlihat lebih saleh. Lain lagi dengan Bastian yang sepertinya sudah mengenal Berlian luar dalam karena mereka sudah kenal dari kecil. Persamaan ketiganya menurut Berlian dalam buku ini yaitu mereka semua cakep dan mapan secara ekonomi.

Ketika Berlian dihadapkan dalam masalah Bondan yang akan menikah dengan Belinda, seorang model dengan masa lalu yang kelam, disaat itu pula Bimo memutuskan untuk melanjutkan hubungan yang serius dengan Berlian. Buku ini benar-benar membuat perjalanan cinta Berlian berliku-liku dan saya yakin kalo berada pada posisi Berlian, saya juga akan sama bingungnya seperti Berlian, bingung mau pilih yang mana

Di sepertiga terakhir dalam buku ini saya ketar ketir bacanya, takut kalo endingnya ga sesuai harapan, saya sih suka rada kesel gitu kalo ternyata endingnya ga pas sama yang saya mau (maksa ya :p), tapi ternyataaa…. saya suka, bener deh. Menurut saya pilihan Berlian sangat tepat

Tema mengenai cinta memang ga akan ada habisnya ya, dan semua orang pastinya akan tetap menyukai tema-tema seperti ini. Tidak hanya cinta yang menguak dengan hedonis, Kinoysan memberikan cerita cinta yang penuh pilihan, ada unsur religi yang baik dan satu lagi, setting rumah produksi yang kegiatannya terlihat sangat sibuk. Sedikit banyak pembaca menjadi tau bagaimana sibuknya pekerjaan seorang creative editor dalam sebuah rumah produksi.

Saya heran mengapa buku ini tidak populer (atau mungkin belum ya), terlihat dari pencarian saya atas buku ini. Saya sempat mengecek keberadaan buku ini di toko buku online terkemuka di Indonesia, dan saya tidak menemukan buku ini di jual disana. Lagi, saya coba cari di web penerbitannya langsung, dan saya juga tidak menemukan buku ini. Aneh kan? Lah kok buku terbitan Media Pressindo justru tidak saya temukan di web resminya. Entahlah. Tapi, saya justru dengan mudah menemukan buku ini di toko buku seperti Gramedia dan BBC di kota saya.

Bukan cuma itu aja, setelah saya melakukan pencarian ke Mbah Google, saya mendapatkan buku dengan judul yang sama dari Kinoysan juga, hanya saja terbitan tahun 2007. Bingung deh, ini buku kok sama? Apa di republish ya Mbak Kinoysan? Sebagai pengguna aktif Goodreads, saya akhirnya menambahkan buku ini ke database Goodreads.

Mau tau siapa yang dipilih Berlian? Baca aja bukunya