16
Jun '11

Lokal Portal Detik.com, Bagaimana kelanjutannya?

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat email yang berisi ajakan untuk bergabung ke 1 group (mailing list/milis) yang diberi judul ‘Lokal Portal’. Dalam hati, saya merasa senang sekali diajak bergabung ke milis ini, dengan banyak pertanyaan yang mungkin akan saya dapatkan dari milis ini tentang lokal portal Detik.com yang sejak roadshow Detik.com Maret 2011 lalu saya coba.

Oke, saya cerita dulu ya gimana saya akhirnya dapet lokal portal beralamat di http://nikerasyid.lokal.detik.com. Detik.com di awal tahun ini, membuat satu roadshow di beberapa kota tentang citizen journalism dan entrepreneurship. Di Palembang kemaren diadakan tanggal 12 Maret 2011 di Novotel. Peserta yang ikutan akhirnya membludak hingga hampir 300 orang untuk seminarnya, dan untuk workshop sudah dipilih sekitar 45 orang saja, termasuk saya dan beberapa temen dari Wongkito.

lokal portal Nike

lokal portal saya

Seminar yang diisi antara lain oleh Budiono Darsono (founder dari Detik.com) dan Raditya Dika ini berlangsung seru, saya pribadi merasa seminarnya ‘dapet’ banget deh dan tidak membosankan. Setelah kelar sesi seminar, kita masuk ke sesi workshop. Mulailah kita (sekitar 45 orang) mendapat banyak info tentang lokal portal sampai poin-poin menulis ala jurnalis.  Terakhir, kita diminta untuk belajar langsung menulis lewat lokal portal yang sudah disediakan.

Sebelumnya, memang saya sudah mendapatkan email berisi username dan password yang akan digunakan untuk bisa mengakses lokal portal tersebut, tapi nyatanya password yang dikirim keemail tidak dapat digunakan, karena pihak panitia Detik.com sendiri telah membuat password baru dan sama untuk semua peserta hari itu, dengan alasan untuk memudahkan mereka memantau lokal portal masing-masing orang. Oke, lanjut akhirnya kita diminta untuk membuat sebuah posting tentang sebuah perampokan dengan dinilai langsung poin-poin penulisannya, seperti judul, isi dsb. Saya sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa menulis ala wartawan itu sulit (ini bagi saya yang biasa menulis di blog ya). Terlalu banyak aturan yang harus diikuti, harus begini dan begitu. Tapi ya, memang sepertinya harus seperti itu jika menulis di sebuah portal berita.

Karena saya punya blog dan saya merasa lebih enjoy nulis di blog, saya melupakan lokal portal yang saya punya. Hingga, di awal April saya mau login dan saya lupa passwordnya. Lantas saya coba reset aja, dapet email sih, tapi halaman reset passwordnya ga bisa dibuka. Lah, piye??

password baru

not found

Sejak hari itu saya ga pernah buka lagi deh tuh lokal portal dari Detik.com

Setelah bergabung dengan milis Lokal Portal, bukannya saya mendapat pencerahan, sebaliknya saya mendapat pertanyaan baru, yang justru muncul dari temen-temen yang dapet lokal portal di kota-kota lainnya. Kalo saya boleh rangkum, kira-kira keluhan mereka seperti ini :

1. Mereka yang update terus (posting terus) di lokal portal merasa tidak ada feedback dari pihak Detik.com

Penulis lokal portal ini mengeluhkan betapa sulitnya mencari jawaban atas banyaknya pertanyaan dari lokal portal ini. Mereka bingung harus bertanya kemana? Ada yang bilang sudah mencoba menghubungi pembicara yang waktu itu hadir, via email tapi tak kunjung mendapat balasan. Coba mention Twitter juga sama, tidak juga ada jawaban.

Saya merasa sangat wajar bila kami semua akan banyak bertanya, karena tidak semua orang yang mengikuti workshop kemarin itu punya dasar jurnalis. Akan ada banyak pertanyaan yang setidaknya bisa memberikan pencerahan dan juga penilan terhadap tulisan yang sudah dibuat. Apakah tulisan ini sudah baik atau belum, apa yang kurang dan perlu dipelajari lagi, gimana dengan password baru yang diminta, kok ga bisa? *itu juga pertanyaan saya sih *

Baiknya, Pihak Detik.com jika ingin lokal portal ini dibuat serius, ya tanggapilah semuanya juga dengan serius. Pastikan ada 1 pihak saja yang bisa ditanyai untuk semua pertanyaan teman-teman, atau jika memungkinkan buat aja semacam gathering di tiap kota untuk lanjut membahas kelanjutan lokal portal ini. Sayang loh, banyak yang awalnya seneng banget dapet lokal portal dari Detik malah jadi merasa kecewa dalam hal ini.

lokal detik

lokal.detik.com

2. Kalo buka lokal.detik.com itu lebih keliatan kayak aggregator yang ternyata lebih banyak berisi link berita dari portal Surabaya dan Bandung.

Karena hal diatas, ada beberapa temen di milis merasa sayang sekali dengan lokal portal yang ditulis, sehingga menginginkan untuk punya domain sendiri, tapi…. ya balik lagi ke poin 1, belum ada tanggapan dari Detik.

Oh ya, 1 hal lagi yang banyak ditanyain, katanya bakal ada semacam ID Card untuk temen-temen yang nulis di lokal portal, tapi sampe sekarang belum juga ditemukan jawabannya.

id lokal portal

Contoh IDCard Lokal Portal

Saya juga bingung siapa ya yang mengundang saya untuk ikutan milis tersebut kalo bukan orang Detik?
Tapi, kok malah semua pertanyaan dari teman-teman di milis sendiri tak kunjung dijawab oleh admin milisnya?

Harapan saya agar Detik.com bisa menjawab banyaknya pertanyaan yang muncul setelah membaca posting saya ini. Posting ini ditujukan bukan untuk mengurangi kepercayaan saya terhadap Detik.com tapi lebih ke pemberitahuan saja pada pihak Detik.com agar bisa menjawab banyak pertanyaan yang muncul tentang lokal portal. Karena saya yakin, teman-teman diluar sana banyak yang mempunyai kemampuan menulis yang baik, asal didampingi pula dengan baik.