patah

Sebenarnya aku tak ingin melihat airmata itu jatuh lagi…
disaat kita sudah tak mampu lagi mempercayai seseorang,
disaat itu pula harapan patah, kecewa yg sesakkan hati…

yg seharusnya tidak kupikirkan, menjadi hal yg harus terpikir hari itu…
maafkan untuk semua yg tak mampu terbalas hingga saat ini,
maafkan untuk harapan yg berubah jadi ketidakpedulian,
dan maafkan untuk kepercayaan yg sekarang tak mampu lagi ada….
(Jumat, 26 Mei 2006)

makasih buat dia yg denger, ngasih saran, dan ngerti Ke’…
(Sabtu, 27 Mei 2006)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.