07
Jun '10

Review Buku Burlian

Burlian

Judul Buku : Burlian | Serial Anak-Anak Mamak Buku 2
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Jumlah Halaman : 343 Halaman
Harga : Rp. 50.000
ISBN : 9799791102681

Ini adalah buku Tere Liye ke 6 yang saya baca. Betul, Bang Tere Liye adalah salah satu penulis favorit saya. Alhamdulillah sampe saat ini saya punya 9 bukunya

Tidak seperti buku-buku lainnya, buku kali ini dibuat tetralogi alias 4 buku, ya dimulai dari buku Burlian ini yang dibuat namanya sebagai Serial Anak-Anak Mamak. Jangan heran ya tetralogi ini emang mulai dari buku 2 (Pukat), 3 (Eliana) dan 4 (Amelia) terakhir baru buku 1. Kok gitu? jangan tanya saya, langsung aja tanya Bang Tere kenapa begitu urutannya. Kalo jumlah 4 itu karena anaknya Mamak memang berjumlah 4 orang yaitu Yuk Eli, Kak Pukat, Burlian dan Amelia.

Saya pikir ini bakal jadi serial keren bagi anak-anak Indonesia. Apalagi dimulai dengan cerita Burlian, si anak ketiganya Mamak yang disebut sebagai ‘si anak spesial’.

Bercerita tentang kehidupan seorang anak berumur 7 tahun, Burlian dengan setting tahun 80an sepertinya, membuat cerita kecilnya Burlian ini penuh dengan kelucuan khas anak kecil. Ga cuma kelucuan tapi juga buku ini menggambarkan bagaimana cara Mamak dan Bapak mengajarkan banyak hal pada anak-anaknya. Kadang sebagai anak kecil kita bandel, ingin tahu segalanya, ingin mencoba apa yang dilakukan orang dewasa, begitu juga yang dilakukan Burlian. Mulai dari bolos sekolah sampai ikutan judi SDSB.

Seperti buku-buku sebelumnya yang bertemakan sosial, saya lagi-lagi disuguhkan dengan tema yang mengesankan, banyak pesan moral. Saya malah menitikkan air mata saat Burlian menagih janji Mamak untuk membelikannya sepeda setelah dia tamat mengaji. Mamak yang kala itu sedang tidak punya uang, blum bisa membelikan sepeda untuk Burlian. Tapi Burlian bersikeras sampai tidak mau tidur di dalam rumah. Akhirnya Bapak menemaninya tidur diluar rumah sambil bercerita tentang seorang ibu yang berusaha menyelamatkan anaknya yang saat itu berumur 2 tahun dari serangan lebah. Sang ibu akhirnya digigit lebah hingga punggungnya bengkak demi anaknya yang akhirnya diketahui itu adalah Mamak yang menolong Burlian ketika dia kecil.

Satu paragraf yang saya ingat dari cerita Bapak pada Burlian kala itu :

Jangan pernah membenci mamak kau, Burlian… Jangan pernah.. Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Kak Pukat dan Yuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian.

Ah, memang orang tua punya caranya sendiri untuk mendidik anaknya. Begitu juga ‘anak spesial’ yang diberikan pada Burlian.

Segitu aja deh reviewnya, silahkan baca karena buku ini buku wajib punya buat saya, dan saya tidak sungkan untuk memberikan rating bintang 5/5 untuk buku ini