24
Dec '10

Review Buku Here, After

Review Buku Here, After
Review Buku Here, After
Review Buku Here, After

Mungkin namanya adalah novel sebab-akibat. Karena setiap orang bisa menjadi sebab dan juga ada orang lain yang akan menjadi akibat suatu cerita. Ini yang menarik. Dari cerita satu orang, akhirnya bisa menceritakan banyak hal yang sebenernya seperti rantai dalam kehidupan.
Bercerita awal tentang Adi yang diputusin pacarnya, Diana karena Diana ga tahan pacaran LDR (Long Distance Relationship) walau jaman sekarang komunikasi semakin mudah oleh teknologi yang semakin canggih. Sepertinya klise, tapi Diana punya alasan sendiri kenapa Ia akhirnya memutuskan Adi secara sepihak, yaitu karena Diana trauma dengan Ayahnya yang meninggalkan Ia dan Ibunya sejak Ia berusia 2 tahun. Ayahnya pamit untuk melanjutkan studinya ke Belanda hanya dalam waktu 2 tahun, tapi ternyata malah kawin lagi dengan seorang wanita Belanda dan tak pernah kembali.

Cerita Diana dituturkan di bab selanjutnya, setelah cerita Adi. Lalu Diana berkenalan dengan Rio, akhirnya bab selanjutnya bercerita tentang Rio. Seperti itu selanjutnya disetiap bab. Orang-orang yang ada dalam cerita ini sepertinya semuanya berbicara. Lebih tepatnya, kayak kita baca blog pribadi setiap orang yang saling berkaitan. Nah, Mahir Pradana mengumpulkannya menjadi satu buku, ya Here, After ini.
Satu hal yang sama dari 10 orang yang diceritakan dalam buku ini, semua cerita cintanya berakhir. berkesan tragis, bukan?

Walau saya tidak menemukan cerita happy ending dalam buku ini, saya tetap menyukai buku ini. Berbeda dari buku yang pernah ada. Unik bisa dibilang. Ciri khas cover yang bagus dari Gagas Media, masih terlihat, hanya jam pasir tapi terlihat penuh makna menurut saya. Jam pasir itu menunjukkan waktu, dalam waktu yang sama kita bisa jadi subjek untuk orang lain, tapi juga bisa menjadi objek untuk orang lainnya.

Ah, saya harus memilih sepertinya, saya suka cerita Arya dan Intan