05
Nov '08

Review : Siapa Bilang Kawin itu Enak ?

Judul Buku : Siapa Bilang Kawin itu Enak ?
Pengarang : Tria Barmawi
Penerbit : Metropop – Gramedia

Siapa Bilang Kawin itu Enak

Siapa Bilang Kawin itu Enak

Mungkin dah banyak yang pernah baca buku ini. Kumpulan cerita pendek tentang pasangan muda dan berbagai ceritanya mengenai perbedaan dalam pernikahan. Yah, judulnya membuat kita mengasumsikan bahwa kawin atau nikah itu ga enak pada cerita dalam buku ini. Itu juga sebabnya mengapa saya membeli buku ini. Hanya sebagai bacaan pembanding banyak buku yang sebelumnya pernah saya baca, sebut saja Diary Pengantin, Kisah Kasih di Negeri Pengantin dan Kisah Seru Pengantin Baru. Ketiga judul tersebut lebih bercerita tentang bagaimana indahnya pacaran setelah menikah. Mungkin saya boleh bilang, kebanyakan bercerita tentang indahnya pernikahan. Oh ya, yang perlu di garis bawahi adalah ini fakta, true story ya teman.

Tidak seperti buku sebelumnya yang pernah saya baca, buku ini justru menceritakan banyak perbedaan dalam rumah tangga yang baru dijalani. Misalnya cerita tentang kecape’an waktu mempersiapkan pernikahan. Itu saya akui dan saya mah setuju pisan. Waktu resepsi, kerasa capek banged, berdiri dalam waktu lumayan lama, orang makan kita blom pada bisa makan, pake high heels, harus senyum dan nyalamin begitu banyak orang. Itu pas resepsi, sebelumnya udah capek dan ruwet ini dan itu untuk preparing nikahan.

Ada lagi cerita tentang kebiasaan tidur. Biasanya sebelum nikah tidurnya selalu meluk guling dan ngadep ke tembok, eh setelah nikah masih kebawa dan si suami jadi kesel karena kebiasaan itu. Untung kebiasaan tidur saya dan suami biasa-biasa aja, suami juga ga ngorok. Ada yang bilang ngorok juga kebiasaan yang bikin istrinya sempet shock

Cerita laen lagi, yaitu perbedaan lidah. Si suami yang orang India dan si istri yang orang sunda pada ribut karena beda kesukaan makanan. Suami sukanya makan kari dan makanan India laen, sedangkan si istri ga suka makan kari. Ya itu, jadi ribut deh soal makanan. Apalagi waktu istrinya harus dibawa ke India dan terpaksa turun 2 kg dalam seminggu karena ga tahan makan kari. Sama juga waktu si suami diajak ke Bandung, sampe ga mau makan, dan cuma makan fried chicken tiap hari

Ceritanya lucu, soal perbedaan kebiasaan. Tapi semua cerita berakhir indah saat suami dan istri sama-sama mengerti kebiasaan yang ada dan mencari jalan keluar yang paling baik untuk keduanya. Sampe ada yang buat kesepakaan bersama untuk nonton tv di kamar tiap seminggu sekali

Ah, untungnya saya dan suami tidak punya perbedaan yang aneh. Semuanya bisa sejalan dengan saling memahami. Itu yang penting Karena itu yang namanya saling melengkapi

Jadi, ga perlu takut bua tementemen yang mau nikah. Nikah kan ibadah