Review Buku Istana Kedua

Istana Kedua
Istana Kedua

Judul Buku : Istana Kedua
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 243 Halaman
Harga : Rp. 29.000

Ini memang buku lama, sekitar tahun 2007, dan belinya pun tahun lalu waktu ke Gramedia Matraman balik dari PB08 cuma memang baru sempet baca bener sekarang, waktu kemarenan sempet nge-quote dikit ajah

Buku ini memang bercerita tentang poligami, bagaimana laki-laki dengan mudahnya bisa punya istri lagi, bahkan terkadang tanpa restu istri pertama. Seorang Arini yang menyadari suaminya, Prasetya, telah mempunyai istri lagi juga tanpa diketahuinya. Mei Rose, yang telah merampas Pras dari Arini dan dia cukup merasa puas dengan titel istri kedua.

Saya harusnya bertanya, mungkin pada suami-suami yang menganut Poligami, apa yang membuat mereka lantas beristri lagi? Istrinya tidak secantik dulukah? sudah melebar karena sudah punya anakkah? atau justru hanya karena sudah jatuh cinta dengan perempuan lain sehingga dengan mudahnya beristri lagi?

Saya baca dibuku ini, ada yang menginginkan istrinya mudah masuk surga, hingga sang suami berpoligami. Entah kenapa berasa klise deh jawaban yang kayak gitu. Setau saya, bila istri sudah menjalankan kewajibannya terhadap suami juga anak-anak dengan baik, dan suami ridho akan istrinya, sang istri telah mendapat tempat sendiri di surga-Nya. Itu pula sebenarnya yang ada dalam benak Pras, tapi kenapa akhirnya ia lantas tetap menikahi Mei Rose? Silahkan aja dibaca dibuku ini. Walo, jujur ya saya ga suka endingnya, kayak ndak ada akhir gitu

Akhirnya, saya juga bertanya pada suami, apa setelah saya melahirkan, lantas saya tidak terlihat cantik lagi? terlihat lebih lebar? dan saya menemukan jawaban yang saya yakini dalam senyum suami saya, bahwa insya Allah kami akan bersama sampe maut memisahkan

One thought to “Review Buku Istana Kedua”

  1. aQ juga udah baca buku’y mbak …
    sedih sih cerita’y….
    waktu itu aQ baca sebulan sebelum pernikahan ku, sempet jadi kepikiran juga sih gimana klo aQ jadi arini’y apa sanggup aQ ngalamin kaya gitu.. akhirnya aQ cerita’in sama calon suamiku,, dia cuma ketawa2 aja,, terus dia bilang insya allah cuma kamu, hanya kamu, dan kamu satu2nya… huhuhu
    ngucapin’y sih sebelum pernikahan jadi kesan’y rada2 gombal!!! hahaha
    mengenai ending’y, aQ sempet tanya ke penulis’y lewat FB.. Mbak Asma (Penulis’y) bilang ending’y emang sengaja di bikin kaya gitu,, biar pembaca bisa nentuin sendiri ending.. apa kita tipe wanita yang rela di poligami (dengan berbagai alasan) atau kita akan ninggalin suami bila dia melakukan hal yang sama dilakuin pras???
    Kalau mbak yang jadi arini kira2 apa yang mbak lakuin ?????

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.