Catatan 2019 dan Selamat Datang 2020

Selamat Tahun Baru 2020!

Gak terasa ya, setahun itu benar-benar cepat sekali, hari ke hari, minggu ke bulan dan ke tahun, cepet aja gitu. Setahun juga bukan waktu yang sebentar untuk banyak momen bersama keluarga dan teman-teman. Banyak tempat juga didatangi, beberapa pencapaian dan ada juga yang tak bisa tercapai di 2019, ya tetap dinikmati saja :)

gambar dari vexels.com

Alhamdulilah ada beberapa pencapaian yang saya rasa membanggakan di tahun 2019. Alaya akhirnya kita masukkan ke les menggambar selain les MIPA, semata-mata karena memang anaknya yang minta, dia suka dan dia terlihat bahagia banget saat menggambar. Walaupun agak terlambat baru masukin dia ke les gambar di usia 10 tahun, tapi ya penting anaknya suka, itu aja sih. Saya berharap dia bisa menikmati apa yang memang dia sukai hingga dia dewasa.

Gemilang akhirnya disunat di usia 4 tahun lebih 1 bulan. Ya lumayan katanya umur kecil segitu udah sunatan. Walaupun ada dramanya tetap aja saya menilai dia makin terasa cepet bener gede setelah sunatan. Anaknya paling nempel ibunya, paling pengertian dan perhatian. Sekarang sih masih males kalo diajak belajar nulis dan baca, tapi ya memang gak dipaksa juga sih, santai aja sambil main. Tiap anak berbeda soalnya, jadi ya beda juga perlakuannya.

Kami berempat di rumah sekarang udah sering banget main permainan keluarga, dari mulai ular tangga, stacking, uno dan beberapa board game lainnya. Alhamdulilah bikin ketawa dan ribut-ribut (karena si adek maunya win terus) bareng hehehe. Kami bertiga (Ayah, Bunda dan Alaya) jadi sering banget nonton drama Korea bareng, ini seru sih saya jadi punya temen nonton banyak drakor.

Read more

Cerita Sunatan Gemilang

Ternyata melihat anak disunat itu rasanya deg-degan, ngeri, kasian ya.

Gak tahu awalnya gimana, kepikiran untuk sunat Gemilang. Setelah dipikir-pikir dan diskusi sama suami, kayaknya memang baik juga kalo Gemilang lebih cepat disunat, biar gak terlalu susah nanti ngebujuknya. Akhirnya, kami mikir Gemilang akan disunat pas dia berumur 4 tahun (Oktober 2019). Pas dia ulang tahun ke 4, saya tanya adek mau gak kalo disunat, trus dia bilang mau.

Sebenarnya maju mundur juga ini anaknya, hari ini bilang mau, besok bilangnya nanti aja. Sebelumnya saya dan ayahnya juga udah menjelaskan dengan singkat apa itu disunat, walau dia masih kecil, kami berusaha agar dia tau disunat itu kayak gimana. Anaknya akhirnya bulat bilang mau setelah diimingi bisa main game di gadget sendiri, karena selama ini minjem punya kakaknya. Selanjutnya PR saya adalah nyari tempat buat sunatan.

Setelah tanya sana sini, ternyata banyak yang menyarankan untuk sunat manual, bukan yang laser (katanya ini lebih dikit sakitnya, tapi ternyata ada kurangnya juga). Lanjut nyari tahu deh di mana tempatnya, kami lebih memilih untuk sunatan di rumah sakit saja. Keputusan sunatan jatuh ke RSAB Azzahra saja. Gak perlu waktu lama, telpon buat janjian sama dokternya dan 18 November 2019 adalah waktu yang dipilih.

Read more

Variety Show Korea 2019 yang Asyik ditonton Bareng Keluarga

Keluarga saya kalo malem abis makan malem atau abis magrib gitu ya, sering nonton tv rame-rame. Anak-anak biasa juga sambil main atau ngerjain tugas dari sekolah. Seringnya karena saya suka nonton Korea-Korea-an, anak dan suami saya ikutan juga nonton, jadilah kami sering nonton bareng baik itu drama berseri juga variety show alias acara ragam.

Kalo drama seri Korea kan paling dua bulan kelar ya (biasanya sebanyak 16-20 episode aja) beda dengan variety show yang pake season biasanya, ya paling cuma sampe 10 episode aja. Nah, ini beberapa variety show yang saya biasa tonton bareng keluarga yang tayang tahun 2019;

Running Man

Sebenarnya yang suka nonton Running Man ini saya. Setiap minggu rasanya ada yang kurang kalo gak nonton, kurang ketawa gitu rasanya saya kalo gak nonton. Seringkali saya ketawa ngakak malem-malem saat anak-anak udah pada tidur gara-gara nonton Running Man. Beda dengan yang lainnya, variety show yang sudah tayang selama sembilan tahun ini gak ada season-season gitu, karena memang gak berhenti tayang (pernah ada masalah dulu sempat dihentikan sebentar lalu lanjut lagi) sejak 2010.

Read more

Grow Happy Itu Penting Bagi Anak

Saya kembali diingatkan, bahwa kebahagiaan anak memengaruhi sekali bagaimana ia tumbuh berkembang dan menjadi apa dia nantinya.

Lactogrow – Grow Happy

Seorang anak yang bahagia akan punya tumbuh kembang yang baik, selera makannya baik, grow happy dan dia akan menjadi pribadi yang bahagia pula nantinya. Tapi, jangan salah ya, peran orangtua adalah yang paling penting dalam tumbuh kembang anak. Zaman sekarang orangtua pikir dengan membelikan mainan yang bagus dan banyak, gadget mahal itu adalah salah satu yang bikin anak bahagia? Padahal yang anak butuhkan itu adalah waktu bersama orangtua.

Elizabeth Santosa atau akrab dipanggil Mbak Lizzy, seorang psikolog anak bilang bahwa anak-anak itu gak peduli merk, mau dibeliin murah atau mahal dia gak ngerti yang dia tahu dan dia ingat sampai dia dewasa adalah waktu bermain bersama ayah dan ibunya. Zaman dulu, mainan yang dibuat dari jeruk bali pun terasa lebih menyenangkan ketika dibuat dan dimainkan bersama dengan ayah.

Read more

Anak-Anak Korban Orangtuanya

Anak adalah buah hati orangtua, buah cinta kasih orangtuanya. Itu teorinya. Normalnya begitu. Lalu apa ada anak yang ‘tidak normal’? Tidak normal di sini bukan karena seorang anak dilahirkan dengan kekurangan secara fisik, tapi lebih dari itu, kekurangan yang secara psikologis dirasakan si anak, yang dia bawa dari kecil hingga ia besar.

Ada anak-anak yang dilahirkan tanpa cinta, hasil perkosaan misalnya, ada juga anak-anak yang lahir dari sebuah kesalahan dari orangtuanya, yang kadang mati-matian ingin digugurkan sejak dari janin, ada anak-anak yang ditinggal pergi oleh orangtuanya, ‘dititipkan’ ke keluarga lain, pada panti asuhan dan sebagainya. Mereka tetap anak-anak normal, tapi bukan dari keluarga yang dikatakan orang-orang ‘normal’.

Anak dengan label ‘diluar nikah’ misalnya. Sama sekali anak itu gak salah, gak minta kok dia dilahirkan ke dunia, yang salah adalah perbuatan orangtuanya. Berhenti mengungkit atau mencap si anak dengan label seperti itu, dia tetap anak normal yang harus kita samakan dengan yang lainnya, tak berbeda. Cerita Ganda dalam novel No Place Like Home contohnya, menggambarkan rasa sakit hati yang dibawa Ganda atas label anak diluar nikah sejak dia kecil. Kadang malah keluarga terdekat yang paling sering mengungkit dan menjadikan sakit itu lebih parah. Rasa sakit ini malah membawa dendam berkepanjangan pada orangtua sendiri lalu terbawa hingga anak dewasa.

Read more

Membiasakan Memilah Sampah

Pagi ini, seperti biasa abang yang ngumpulin sampah ngetok rumah, itu artinya harus bayar iuran rutin tiap bulan. Biasanya tiap bulan saya selalu mengeluarkan sampah yang sudah saya pilah yaitu sampah plastik PET juga kardus untuk diberikan ke abangnya.

Saya lupa kebiasaan ini sudah berapa lama saya lakukan. Saya cuma merasa bahwa sudah sewajarnya kita di rumah memilah sampah berdasarkan jenis-jenisnya. Niatnya cuma satu, supaya yang butuh sampahnya untuk didaur ulang bisa dengan mudah ngambilnya. Untuk abang pengangkut sampah juga akan lebih senang menerima sampah yang sudah dipilah, mungkin bisa dia kumpulin ke pengepul sampah dan akhirnya bisa jadi tambahan pemasukan.

Indonesia sudah masuk darurat sampah. Miris rasanya melihat banyak hewan laut yang terdampar dan mati karena memakan banyak sampah plastik. Ini juga untuk kelangsungan hidup bumi ini. Saya bukan lah aktivis lingkungan hidup, tapi kita semua perlu melakukan hal kecil yang berdampak besar bagi kehidupan selanjutnya. Apa hal kecil itu? Banyak sih, sebut aja ;

Read more

Cara Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak

Mungkin kita harus sepakat dulu bahwa minat baca itu tidak tumbuh dengan sendirinya? Iya kan?
Nah, dari situ tulisan ini bisa dimulai.

Membaca tulisan Mbak Utami di sini soal minat baca, sebenarnya sudah lama saya ingin ikut menuliskan tentang minat baca ini, tapi baru sekarang akhirnya terwujud menuliskannya :D

Saya sadar, sebagai seseorang yang suka membaca, saya memulai semuanya dari kecil. Bapak saya dulu tidak henti membelikan kami (saya dan adik saya) majalah semacam Bobo dan Donald Bebek dari kios kecil depan restoran tiap kali kami mampir makan di sana. Kalo ke Gramedia ya biasa ya beli komik kayak Doraemon, Dragon Ball gitu. Makin besar bisa langganan majalah dan makin gede lagi, saya belum punya duit sendiri buat beli buku, dari SMP hingga SMA saya sisihkan duit jajan saya yang gak seberapa itu buat nyewa buku di taman bacaan depan sekolah. Harga sewanya 10% dari harga beli bukunya. Saat itu senang saya bisa baca banyak komik dan novel hanya dengan meminjam. Dari sana lah awalnya kebiasaan membaca menjadi hal yang menyenangkan, menjadi hobi yang terus dibawa hingga kini. Dari sana juga saya mengerti bahwa kebiasaan membaca itu haruslah ditumbuhkan sedari kecil, dipupuk agar bisa berkembang dengan baik hingga dewasa.

Saya juga sadar, saat ini berbeda dengan zaman dulu, di mana belum ada smartphone canggih yang bisa ini itu, dulu udah punya komputer buat bikin tugas aja udah alhamdulilah. Kalo mau internetan, mesti ke warung internet (warnet). Anak zaman sekarang dimudahkan dengan gawai (gadget), lebih suka visualisasi yang bisa mereka tonton di Youtube dibanding ilustrasi yang ada dalam buku, lebih menyenangkan memang. Itu lah yang terjadi pada anak-anak saya. Ditengah gempuran Youtube yang menyenangkan buat ditonton, saya bisa dibilang berjuang banget agar buku dan membaca bisa mendapatkan tempat ditiap hari mereka. Beberapa langkah ini yang saya lakukan untuk itu.
Read more