27
Jan '10

Review Buku Lajang dan Nikah

Review Buku Lajang dan Nikah
Review Buku Lajang dan Nikah
Review Buku Lajang dan Nikah

Cerita Alexa pun menarik, walopun saya tidak pernah merasakan umur-umur dimana ditanyain mulu, “kapan nikah?” saya rasa saya bisa merasakannya, karena beberapa tante saya yang berumur thirty something bisa dengan mudah curhat ke saya dan Mama, malah kalo udah umur menjelang 40 gitu, udah tutup kuping dengan panggilan ‘perawan tua’

Walaupun buku ini ditulis dua orang, saya rasa keduanya punya aksen berbeda dalam menulis. Alexa yang gaul dalam penulisan, berasa baca blog pribadi orang dengan bahasa sehari-hari khas anak muda. Adisti memang lebih terasa penulisannya seperti saya, emang kerasa lebih gimanaa gitu, lebih dewasa *tsah!* (tsah, ini saya ambil dari gaya nulis keduanya)

Saya rasa Mbak Okke dan Mbak Nita adalah nyata dari Alexa dan Adisti

In the end, who matter most it ourselves. Once we are happy, then we can maka others happy.