07
Jun '10

Review Buku Burlian

Review Buku Burlian
Review Buku Burlian
Review Buku Burlian

Seperti buku-buku sebelumnya yang bertemakan sosial, saya lagi-lagi disuguhkan dengan tema yang mengesankan, banyak pesan moral. Saya malah menitikkan air mata saat Burlian menagih janji Mamak untuk membelikannya sepeda setelah dia tamat mengaji. Mamak yang kala itu sedang tidak punya uang, blum bisa membelikan sepeda untuk Burlian. Tapi Burlian bersikeras sampai tidak mau tidur di dalam rumah. Akhirnya Bapak menemaninya tidur diluar rumah sambil bercerita tentang seorang ibu yang berusaha menyelamatkan anaknya yang saat itu berumur 2 tahun dari serangan lebah. Sang ibu akhirnya digigit lebah hingga punggungnya bengkak demi anaknya yang akhirnya diketahui itu adalah Mamak yang menolong Burlian ketika dia kecil.

Satu paragraf yang saya ingat dari cerita Bapak pada Burlian kala itu :

Jangan pernah membenci mamak kau, Burlian… Jangan pernah.. Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Kak Pukat dan Yuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian.

Ah, memang orang tua punya caranya sendiri untuk mendidik anaknya. Begitu juga ‘anak spesial’ yang diberikan pada Burlian.

Segitu aja deh reviewnya, silahkan baca karena buku ini buku wajib punya buat saya, dan saya tidak sungkan untuk memberikan rating bintang 5/5 untuk buku ini