02
Jan '11

Review Buku After Orchard

Review Buku After Orchard
Review Buku After Orchard
Review Buku After Orchard

Ga cuma ngomongin soal NTU dan para profesornya, tapi juga tentang Singapur sendiri. Membahas soal bunuh diri yang banyak terjadi, soal PNS yang punya gaji gede karena memang orang-orang terpilih, soal semua orang yang taat sekali terhadap aturan disana, soal anak-anak yang tepat waktu malah datang sejam lebih awal ke sekolah. Wow, saya merasa Singapura benar-benar negara hebat akan aturan, itu semua ga lepas dari penduduknya yang juga taat akan semua peraturan yang ada. Birokrasi jadi ga ribet, jadi lebih gampang. Beda banget sama Indonesia kan?

Tapi, dibalik semua itu, Margie juga menuturkan banyak hal yang dia sadari minus dari Singapura. Dia merasa NTU sepertinya menjadikan mahasiswanya seperti robot yang harus melakukan sesuatunya dengan benar dan cepat tanpa ada kesalahan. Orang-orangnya yang jauh dari kata ramah dan juga sistem pengobatan tradisional ala Singapura yang bikin saya angguk-angguk kepala.

Margie benar-benar membuat cerita dalam buku ini menarik. Saya berasa baca blog pribadi Margie loh dengan semua opini yang sedikit nyinyir, lucu dan jujur ini. Covernya yang keren dan desain kertas cover kayak undangan kawinan, pake wangi gitu pula, menambah cantik buku ini.

Saya tidak melihat Margie membanding-bandingkan Indonesia dengan Singapura. Lihatlah bagian positifnya agar bisa dipelajari dan diimplementasikan untuk negara kita.

Akhir kata, saya harus bilang :
Dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung