05
Feb '11

Review Buku Excuse Moi

Review Buku Excuse Moi
Review Buku Excuse Moi
Review Buku Excuse Moi

Dari mulai kesulitas surat menyurat, ga bisa jadi presiden sampe di-Cina-Cina-kan diceritakan Margie dengan lugas. Saya mengerti sampe paham betul bagaimana perasaan Margie. Saya punya banyak temen-temen keturunan Cina karena SMP dan SMA di sekolah multiagama, multikultur, malah sebagai pribumi muslim, orang seperti saya menjadi minoritas di sekolah itu. Teman-teman saya yang keturunan tidak pernah membedakan saya dengan yang lain, kami bersatu sebagai orang Indonesia, walau pada kenyataannya diluar sana masih saja atau bahkan masih banyak yang mengkategori orang dari suku mana dia berasal.

Klo dalem hati saya suka bilang ‘hari gini masih rasis?’ tapi tidak dengan kenyataan yang ada. Orang Cina memang dianggap minor, berbeda, tapi menurut saya bukan untuk dibedakan.

Ah, saya suka dengan cara Margie menyampaikan luapan unek-uneknya dalam buku ini. Mengalir dengan khasnya
Eh, tapi saya beli buku ini karena deket2 Imlek loh. Menurut saya, buku2 dari penulis favorit, saya mesti baca. Covernya yang semakin ciamik, dengan dasar putih banyak gambar-gambar yang identik dengan Cina, seperti barongsai ada disana, juga naga yang panjangnya sampe dibuat cover memanjang seperti itu. Saya lebih-lebih suka sekali dengan gambar yang ada dalam buku ini. Lucu. Kayak gambaran sendiri, yang dibuat agar kita bisa mengimajinasikan kira-kira ceritanya seperti apa dengan lebih menarik.

Contoh gambar

Tidak ada yang salah menjadi berbeda. Namun, kita harus banyak belajar untuk tidak membedakan