07
Feb '11

Review Buku Kompor Mleduk Benyamin S

Review Buku Kompor Mleduk Benyamin S
Review Buku Kompor Mleduk Benyamin S
Review Buku Kompor Mleduk Benyamin S

Dari buku ini saya baru tahu, jika jaman kepemimpinan Soekarno, lagu-lagu barat tidak boleh dinyanyikan sehingga Melodi Ria mengganti lagu-lagu mereka dengan lagu-lagu asli Indonesia semacam lagu-lagu daerah, karena tidak mau bernasib sama dengan Tony Koeswoyo dan Koes Plus yang masuk penjara karena menyanyikan lagu barat. Sejak saat itulah, Ben akhirnya berpikir untuk membuat lagu Betawi. Lagu-lagunya seperti Hujan Gerimis akhirnya disukai banyak orang, hingga membawanya lebih banyak memproduksi album rekaman.

Setelah menjadi penyanyi barulah Ben lanjut berkarir di dunia film. Tidak sampai disitu Ben juga akhirnya merambah dunia radio, yang dikenal dengan Big Ben. Sampe sekarang karya-karya Benyamin selalu dikenang orang, selalu dinyanyikan tiap kali ada acara di Jakarta. Kita semua beruntung punya budayawan seperti beliau yang sampai akhir hayatnya mampu membuat kita mencintai tanah Betawi dengan lagu-lagu yang khas karya beliau.

Akhir-akhir ini saya jadi suka baca buku biografi apalagi kalo dibuat semacam novel grafis, akan lebih banyak lagi pasti disukai oleh kaum muda. Soalnya, biasanya yang muda suka males baca buku biografi orang terkenal karena terlalu banyak tulisannya. Buku ini menarik sekali, tidak hanya memaparkan banyaknya hasil karya Bang Ben tapi juga diperlihatkan beberapa poster film juga album rekaman jaman dulu yang penuh warna tentunya.