07
Feb '11

Review Buku Kompor Mleduk Benyamin S

Kompor Mleduk Bang Ben

Judul Buku : Kompor Mleduk Benyamin S
Penulis : The Creative Library
Penerbit : Hikmah
Jumlah Halaman : 154 Halaman
Harga : Rp. 68.500
ISBN : 9789791140751

Wow, saya hampir tidak percaya ketika mendapati buku ini di dalam box bazar buku Mizan Gramedia Palembang Square. Langsung saya comot tanpa pikir panjang lagi. Kalian tau berapa harganya? Cuma Rp. 15.000 saja untuk buku full color ini. Lihat saja diatas berapa harga normal buku ini, rasanya saya benar-benar merasa beruntung mendapatkan buku yang sebegini bagus dengan harga yang jelas-jelas sangat murah.

Seperti kebanyakan orang, mungkin kita cuma tau Benyamin Suaeb atau Benyamin S adalah seorang budayawan Betawi yang legendaris. Hampir semua orang kenal Benyamin S, tapi tidak semua orang tau bagaimana cerita ia hingga bisa dikenal semua masyarakat Indonesia, apalagi kaum muda seperti saya *halah* (saya udah tua juga ya kayaknya :p)

Benyamin Suaeb berasal dari keluarga Betawi asli. Dia dan ke7 kakaknya diasuh oleh ibu dan kakeknya, yang disebutnya Babe Jiung setelah sepeninggal Ayahnya. Kehidupan kecil Ben kecil yang bandel diceritakan dengan lucu dan menarik dalam buku ini. Ben menikah dengan Noni pada saat ia berumur 20 tahun. Masih muda banget kan ya. Tapi justru kehidupannya dimulai saat Ben telah berkeluarga. Ia meraih kesuksesannya perlahan tapi pasti, mulai dari hanya bernyanyi dalam grup Melodi Ria hingga Al Haj bersama rekan-rekannya.

Dari buku ini saya baru tahu, jika jaman kepemimpinan Soekarno, lagu-lagu barat tidak boleh dinyanyikan sehingga Melodi Ria mengganti lagu-lagu mereka dengan lagu-lagu asli Indonesia semacam lagu-lagu daerah, karena tidak mau bernasib sama dengan Tony Koeswoyo dan Koes Plus yang masuk penjara karena menyanyikan lagu barat. Sejak saat itulah, Ben akhirnya berpikir untuk membuat lagu Betawi. Lagu-lagunya seperti Hujan Gerimis akhirnya disukai banyak orang, hingga membawanya lebih banyak memproduksi album rekaman.

Setelah menjadi penyanyi barulah Ben lanjut berkarir di dunia film. Tidak sampai disitu Ben juga akhirnya merambah dunia radio, yang dikenal dengan Big Ben. Sampe sekarang karya-karya Benyamin selalu dikenang orang, selalu dinyanyikan tiap kali ada acara di Jakarta. Kita semua beruntung punya budayawan seperti beliau yang sampai akhir hayatnya mampu membuat kita mencintai tanah Betawi dengan lagu-lagu yang khas karya beliau.

Akhir-akhir ini saya jadi suka baca buku biografi apalagi kalo dibuat semacam novel grafis, akan lebih banyak lagi pasti disukai oleh kaum muda. Soalnya, biasanya yang muda suka males baca buku biografi orang terkenal karena terlalu banyak tulisannya. Buku ini menarik sekali, tidak hanya memaparkan banyaknya hasil karya Bang Ben tapi juga diperlihatkan beberapa poster film juga album rekaman jaman dulu yang penuh warna tentunya.