17
Jul '11

Review Buku 11 Patriot

Review Buku 11 Patriot
Review Buku 11 Patriot
Review Buku 11 Patriot

Yang saya dengar sebelum buku Sebelas Patriot ini terbit, sebelumnya judul Ayah yang akan diterbitkan lebih dulu. Entah kenapa justru Sebelas Patriot yang hadir duluan, padahal disini yang saya liat adalah bagaimana Ikal amat mengidolakan sang Ayah hingga akhirnya bermuara pada kecintaan Ikal pada PSSI. Betapa cantiknya Andrea Hirata mengolah tulisannya, hingga kerasa banget cinta Ikal pada Ayahnya dan juga sebaliknya.

Prestasi tertinggi seseorang, medali emasnya, adalah jiwa besarnya

Ada rasa cinta terhadap orang tua dari buku ini, ada juga nasionalisme yang terlihat. Kita diajak untuk ikut mencintai tanah air dengan mendukung PSSI. Nyatanya memang saat ini tim PSSI kita memang jauh lebih populer dibandingkan dulu. Semua orang sibuk nonton pertandingan bola berapapun harga tiketnya. Apalagi penggemar bola sekarang ga cuma cowok, cewek pun banyak yang suka, ditambah dengan pemain PSSI yang sekarang meni kasep pisan euy Mungkin momen ini yang dibidik oleh Andrea Hirata untuk menelurkan Sebelas Patriot.

Namun, sayangnya saya merasa Andrea Hirata selalu tidak bisa lepas dari Ikal, dari Laskar Pelangi yang membesarkan namanya. Setelah Maryamah Karpov, muncul dwilogi Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas hingga buku ini yang sama sekali tidak jauh-jauh dari kehidupan Ikal didalamnya. Sepertinya, tetralogi Laskar Pelangi tidak cukup untuk menggambarkan kisah Ikal beserta keluarga dan juga teman-temannya. Tidak salah memang, tapi menurut saya, Andrea Hirata bisa lepas dari cerita Ikal dan Laskar Pelanginya, mengeluarkan karya yang benar-benar baru hingga pembaca tidak bosan.