14
Nov '12

Review Buku Wonder

Wonder

Judul Buku : Wonder
Penulis : R.J. Palacio
Penerjemah : Harisa Permatasari
Penerbit : Atria
Jumlah Halaman : 430 Halaman
Harga : Rp. 49.900
ISBN : 9789790245082

Don’t judge a book boy by its cover his face.

Bagaimana kalian membayangkan jika mau tidak mau mendapati wajah kalian berbeda dengan orang lain? Saya rasa tidak ada yang mau membayangkan, punya jerawat aja udah panik setengah mati, bukan?

August Pullman seorang anak laki-laki berumur 10 tahun yang telah menjalani 27 kali operasi karena lahir dengan mandibulofacial dysostosis atau Treacher Collins syndrome yaitu sebuah sindrom bawaan (genetik) yang menyebabkan anomali pada wajah.

Jika diliat di umur 10 tahun saja, August atau Auggie sudah melakukan 27 kali operasi dan juga banyak sekali sesi terapi mulai dari terapi bicara, terapi wajah, dan lainnya, mungkin teman-teman bisa membayangkan bagaimana anomali pada wajahnya Auggie. Saya memposisikan diri sebagai orang tua atau ibu dalam membaca buku ini. Di awal baca aja rasanya udah mrebesmili.

Auggie punya Mom dan Dad juga kakak perempuan yang bernama Via, yang semuanya cantik, punya wajah normal kata August. Karena kelainan dari kecil inilah, Via sang kakak menjadi pribadi yang memaklumi benar bahwa semua galaksi dalam keluarga mereka berubah sejak Auggie lahir. Mereka semua planet-planet yang mengelili Auggie, sang matahari.

Dengan kondisi fisik seperti itu, jelas Auggie menjadi tidak biasa ketika bertemu orang lain. Tapi Auggie memiliki 3 sahabat dari kecil yaitu Christoper, Zachary dan Alex. Sampai akhirnya, Auggie ingin masuk sekolah, ingin seperti anak sebayanya yang bisa main dan belajar bersama.

Jika hal yang menakutkan sebelumnya buat Auggie adalah operasi-operasi yang dijalaninya, setelah masuk sekolah Auggie mendapati banyak hal yang lebih menakutkan dibanding operasi. Ya, mendapati semua orang melihatnya dengan ketakutan dan muka aneh membuat Auggie sedih. Kebayang kan gimana rasanya diliatin dengan keanehan, iya buat yang ngerti dan mungkin bisa memaklumi. Ada-ada aja kok anak-anak seumur itu yang masih aja membeda-bedakan satu dengan yang lain.

Auggie adalah anak yang pemberani. Paling tidak dengan tekad dan perjuangan dia untuk sekolah dan menjalani hidup dengan kelainan itu adalah hal yang paling berani. Keluarga memegang peranan penting untuk menumbuhkan semangat anak-anak seperti ini, dimana ia merasa berada dikelilingi orang-orang yang menyayanginya walaupun ia tidak biasa.

Semua orang yang terlahir dari Tuhan bisa menghadapi dunia.