Kesiapan Kita Menghadapi Kehilangan

Kaget waktu denger berita papanya temenku meninggal. Setelah kehilangan Sang Mama beberapa tahun lalu, kali ini disusul Sang Papa. Rasanya ga percaya, tapi ini kenyataannya.

Temenku, sebut saja F (seumuran saya), 3 bersaudara, ia paling tua dan punya 2 adik laki-laki. Si teman dari keluarga berada, hampir tidak kekurangan suatu apapun hingga semuanya saya rasa menjadi berubah. Saat kehilangan Mamanya, saya sangat terharu, ia adalah salah satu teman baik saya saat kuliah. Saat kehilangan seorang ibu di usia menjelang 20 saya rasa saya akan amat kehilangan, itu juga yang dirasakan si teman. Saat ini ia harus menjadi yatim piatu, anak tertua dan orangtuanya belum melihat anak-anak mereka menikah. Seperti itulah suami saya, yang harus ditinggalkan oleh kedua orangtuanya.

Sejak saat itu, saya selalu berdoa di tiap sholat saya, “Ya Allah, semoga hamba dan adik hamba bisa membanggakan orang tua hamba sebelum mereka Engkau panggil.”  Dalam hati saya ingin orang tua saya bisa melihat anak-anaknya sukses dan berkeluarga/menikah sebelum mereka pergi meninggalkan semuanya.

Kita tidak pernah tau kapan Tuhan mengambil mereka-orang tua kita-orang yang kita sayangi. Maka, saat sekarang adalah saat-saat yang paling tepat untuk selalu memberikan rasa bangga dan membuat orang-orang yang kita sayangi tersenyum. Jangan pernah mengulur-ulur waktu. Jika kalian punya niat baik, segerakanlah… Jika punya niat menikah, maka menikahlah….

Coba kalian tanyakan pada orangtua, apa yang mereka inginkan sebelum mereka pergi? Salah satunya melihat anak-anak mereka menikah.

Sungguh, saya sedih saat menulis posting ini. Jujur, saat ini saya ingin memeluk Mama saya dan saya pun rindu pada Ibu mertua saya yang belum pernah saya temui.

Dan…. pada saatnya semua memang akan kembali pada-Nya. Kita harus berusaha siap untuk menghadapi kehilangan :)

Ibuku, tentang sikapku, tentang salahku, tentang sifatku dan segala hal dalam hidupku yang bersinggungan denganmu, terima kasih dan maaf. Kaulah kecintaanku, perempuan yang akan kusayangi sampai aku mati.

Ayahmu barangkali bukan ayah yang terbaik di dunia, tetapi ia selalu berusaha melakukan dan memberi segala hal yang terbaik untukmu-sejauh yang ia bisa.

Jangan Meremehkan Karyawan Magang

Malem ini, karena keinginan membaca dan menonton semakin kuat, maka saya ngajakin kakak ke Palembang Square (PS) Mall untuk beli DVD dan buku-buku.

Saya ga akan cerita banyak soal dvd dan buku-buku apa yang saya beli malam ini, tapi saya ingin memberikan penghargaan dan rasa terima kasih saya pada karyawan magang yang telah membantu saya nyari buku.

Buku-Buku
Buku-Buku

Awalnya, saya searching di komputer Gramedia dan saya menemukan buku yang saya cari stoknya tinggal 2. Saya udah pesimis masih dapet kecari tuh buku. Akhirnya, saya panggil salah satu karyawan magang disana yang kebetulan ada di dekat saya, “Mas, bisa tolong cariin buku ini” sambil menunjukkan detail buku yang saya maksud di layar komputer. Ga banyak omong, langsung deh si Mas itu bantuin saya mencari tuh buku, dan saya merasa harus mencari juga, makanya mata saya ada di rak buku laen untuk melihat satu per satu deretan judul buku.

Sumpah. Saya udah hopeless buku itu ketemu, sambil saya bergumam dalem hati “tuh, kan kemarenan kenapa jg ga jadi beli. Sekarang udah susah kan nyarinya” ya, saya menyalahkan diri saya sendiri. Ini juga salah satu alasan kenapa saya kalap beli buku, takut bukunya kehabisan dan susah nyarinya.

Waktu saya masih ngejogrok nyari buku, eh Mas menghampiri saya dan bilang “Mbak, yang ini bukunya?” sambil membawa buku yang saya cari. Waaaa…. seneng banged rasanya, dan gak banyak cin cong lagi, langsung ke kasir setelah sebelumnya tak lupa memberikan senyum manis dan terima kasih kepasa mas karyawan magang nan baik hati.

Read more