06
Jul '11

Review Buku Narasi Romantis

Review Buku Narasi Romantis
Review Buku Narasi Romantis
Review Buku Narasi Romantis

Beberapa kali saya membaca narasi juga kumcer seperti ini, dan ternyata saya memang lebih suka cerita panjang atau novel sekalian. Terlalu singkat saya rasa (namanya juga cerpen kan ya?) Apalagi jika satu cerita dengan cerita laen terasa ga punya satu tema. Narasi seperti ini memang membuat kita sebagai pembaca menjadi ikut terbawa kesan romantis yang ada, tak jarang ceritanya tidak lengkap, menggangtung, sehingga membuat pembaca menebak atau mengimajinasikan sendiri pelengkap atau akhir ceritanya.

Saya bertanya waktu itu pada Mas Amril, kenapa cover bukunya mesti warna pink? Karena itu sesuai judulnya, Narasi Romantis. Covernya bagus kok, tapi mungkin lebih bagus lagi jika bukan cuma pink dan surat juga hati, tapi juga ada sketsa ‘Lelaki Temaram’ dan ‘Perempuan Kilau Rembulan’ di sampulnya, pastilah akan lebih ‘dapet’ romantisnya

Oh ya, ini kali kedua saya membaca buku dari Nulis Buku, dan saya melihat kekurangan ada pada editing, karena memang tidak ada editor yang mengedit secara garis besar penulisan dari buku-buku yang masuk untuk diterbitkan via Nulis Buku. Dampaknya, buku terbitan awal-awal (sebelum di revisi) jadi banyak typo. Mungkin memang sebaiknya bagi yang mau menerbitkan buku secara self publishing mengecek kembali semua tulisannya atau cari seorang teman yang bisa membantu jadi proofreader.

Satu lagi, buku ini di urus ISBNnya dong Mas Amril, biar lebih lengkap