06
Jul '11

Review Buku Narasi Romantis

Narasi Romantis

Judul Buku : Narasi Romantis
Penulis : Amril Taufik Gobel
Penerbit : Daeng Battala Publishing
Jumlah Halaman : 149 Halaman
Harga : Rp. 46.500

Saya dapet buku ini langsung dari sang penulis, Mas Amril bulan lalu. Jujur ini kali pertama saya membaca buku beliau. Ternyata….. Mas Amril ini romantis loh

Buku ini memang kumpulan cerita pendek yang berbau romantis. Dari kata-kata di semua cerpen dalam buku ini terasa banget romantisnya, berasa kayak baca kata-kata pujangga cinta *halah*
Kalo liat dari orangnya secara fisik, mungkin kalian ga pernah berfikir Mas Amril ini romantis banget, coba deh kalian baca blognya dan baca buku ini, beeuuuh… bisa klepek-klepek deh tuh sama uraian kata-kata manis nan romantis.

Ada 16 narasi romantis dalam buku ini yaitu :
1. Menyapamu di Ruang Rindu
2. Balada lelaki Petang Temaram dan Perempuan Kilau Rembulan
3. Kinanti Menanti Janji
4. Perempuan yang Menghilang di Balik Hujan
5. Tentang Cinta, Pada Tiada
6. Kesempatan Kedua
7. Tentang Dia, Yang Membawa Kelam dihatinya
8. Biarkan Aku Mencintaimu Dalam Sunyi
9. Luka Sang Bidadari
10. Pengantin Mata Biru
11. Takdir Cinta
12. M.F.E.O
13. Salju di Kyoto
14. Bintang di Langit Hati
15. Seorang Pelacur dan Supir Taksi
16. Asmara Suatu Ketika
Liat aja dari semua judulnya berasa banget ya ga jauh dari cinta

Aku kembali lagi disini, perempuanku.
Pada tempat dimana semua kenangan itu pernah berasal
Juga ketika kehilangan itu berawal

Saya suka sekali dengan cerita pertama dan terakhir. Gaya penulisan Mas Amril emang bagus, terlihat menarik untuk dibaca lembar demi lembar. Beberapa pengulangan kata menguatkan cerita yang ada. Saya terpukau dengan kata-kata yang tertulis dalam buku ini, benar-benar seperti penyair, dimana saya menemukan banyak kata yang jarang saya dengar dan saya lihat dalam sebuah novel.

Beberapa kali saya membaca narasi juga kumcer seperti ini, dan ternyata saya memang lebih suka cerita panjang atau novel sekalian. Terlalu singkat saya rasa (namanya juga cerpen kan ya?) Apalagi jika satu cerita dengan cerita laen terasa ga punya satu tema. Narasi seperti ini memang membuat kita sebagai pembaca menjadi ikut terbawa kesan romantis yang ada, tak jarang ceritanya tidak lengkap, menggangtung, sehingga membuat pembaca menebak atau mengimajinasikan sendiri pelengkap atau akhir ceritanya.

Saya bertanya waktu itu pada Mas Amril, kenapa cover bukunya mesti warna pink? Karena itu sesuai judulnya, Narasi Romantis. Covernya bagus kok, tapi mungkin lebih bagus lagi jika bukan cuma pink dan surat juga hati, tapi juga ada sketsa ‘Lelaki Temaram’ dan ‘Perempuan Kilau Rembulan’ di sampulnya, pastilah akan lebih ‘dapet’ romantisnya

Oh ya, ini kali kedua saya membaca buku dari Nulis Buku, dan saya melihat kekurangan ada pada editing, karena memang tidak ada editor yang mengedit secara garis besar penulisan dari buku-buku yang masuk untuk diterbitkan via Nulis Buku. Dampaknya, buku terbitan awal-awal (sebelum di revisi) jadi banyak typo. Mungkin memang sebaiknya bagi yang mau menerbitkan buku secara self publishing mengecek kembali semua tulisannya atau cari seorang teman yang bisa membantu jadi proofreader.

Satu lagi, buku ini di urus ISBNnya dong Mas Amril, biar lebih lengkap